Lanjutan dari artikel SOROTAN PERISTIWA………….
Konon menurut mbak Hillary, Indonesia adalah negara yang penting bagi Amerika. Mungkin si mbak melihat peranan negara kita ini di ASEAN, negara-negara Non-Blok, atau OKI (Organisasi Konferensi Islam) cukup menonjol. Begitu kira-kira. Selain itu, presidennya, mas Obama, di sini amat terkenal. Pasalnya, beliau pernah sekolah pada masa kanak-kanaknya. Bapak tirinya juga orang Indonesia. Jadilah dua alasan menjadi satu, mengapa kunjungannya ke Indonesia.
Cuma jangan dilupakan. Amerika Serikat adalah negara kapitalis. Politik luar negerinya dilandasi oleh nilai-nilai kapitalisme. Nilai-nilai ini mengajarkan bahwa hidup ini perlu memutar modal agar menghasilkan keuntungan yang kemudian dijadikan modal lagi. Semua yang bisa dikuasai dijadikan komoditas, bisa laku dijual. Mulai dari senjata, mobil, dan lain-lain hingga senyum bila menghasilkan uang, mengapa tidak. Bisnis mesti menjadi alat utama dalam setiap pergaulan. Jadi pergaulan harus menghasilkan keuntungan.
Dari sudut pandang ini tampaklah motif utama kunjungan si mbak. Ia mewakili negaranya mengemban misi bisnis ini.
Tetapi, aspek lain juga turut menjadi pertimbangan. Aspek politik, misalnya. Ideologi politik Amerika Serikat adalah demokrasi liberal. Pemerintah Amerika ingin agar masyarakat negara-negara di seluruh belahan bumi menganut paham ini. Mereka berupaya dengan berbagai cara agar demokrasi menjadi paham negara lain pula. Indonesia juga negara demokrasi. Malah ada yang menyebutnya sebagai negara demokrasi terbesar nomor 3 di dunia, setelah Amerika dan India… (sic) Nah, sebagai sesama negara demokrasi wajarlah saling mengunjungi.
Jadi, sudut pandang politik juga melandasi kunjungan mbak Hillary. Dua aspek itu saja sudah cukup menjelaskan kunjugan kenegaraan ini. Aspek-aspek lain ada namun tidak terlalu menonjol. Atau, malah sebagai bumbu mesranya hubungan kedua negara.
Aspek ekonomi kapitalisme dan demokrasi liberal pada kenyataannya adalah saudara kandung. Kapitalisme memerlukan iklim yang demokratis agar bisa tumbuh-kembang. Demokrasi liberal juga memerlukan kapitalisme agar dapat mengongkosinya. Semacam simbiosis mutualisme-lah.
Sebagai tamu, mbak Hillary adalah tamu yang pandai menyenangkan tuan rumah. Konon menurut orang-orang dekatnya pribadi mbak Hillary memang menyenangkan. Sebagai tuan rumah Presiden kita juga tak kalah pandai menyenangkan tamunya. Jadi klop saja bukan? Apa yang mau dipermasalahkan? Ya tidak ada dan tidak perlu.
Hal yang patut dipikirkan paling-paling adalah keuntungan bersama. Itu adil. Sebagai negara yang juga perlu pundi-pundi uang, kita juga memerlukan kalkulasi terhadap hubungan ini. Apa yang bisa kita ambil manfaatnya, kita perjuangkan. Apa yang tidak bisa kita berikan karena merugikan rakyat, jangan kita berikan. Pokoknya hubungan yang saling menguntungkan.
Jadi, euphoria karena mas Obama pernah tinggal di Indonesia lalu Indonesia pasti untung, tidak sepenuhnya dapat diandalkan. Kita perlu mengandalkan kemampuan kerja kreatif kita sendiri. Kita perlu menjalin hubungan dengan negara-negara sahabat berazaskan kesederajatan dan keadilan. Bukan romantisme kosong tanpa kerja keras. Kira-kira begitu ya. Bagaimana sih, menurut Anda ?***















.

25 tanggapan so far ↓
sunarnosahlan // Februari 21, 2009 pada 7:26 pm
Indonesia sangat penting bagi Amerika karena masih dinilai pasar yang sangat poetensial (katanya liberalisme)
mata hati // Februari 21, 2009 pada 8:10 pm
wuih..kemaren clinton banyak senyum ya.. nggak putus2 tuh senyum..heuheu
namakuananda // Februari 21, 2009 pada 8:10 pm
aku disini berkomentar sebagai gres rut-nya partai kodok ngorek:
secara singkat di bab 5 hal 6 dalam buku mbelgedez in jury time mengatakan bahwa selama 350 th + jaman kolo bendu bangsa nan hai, Dwipantara selalu menjadi target para “pemburu harta”, tak khayal bangsa eropa + sekutunya seperti semut mencium gula.
padahal disana juga ada gula, kok masih aja nyari gula lain.
Terlebih gula yg ada Jaza’ir al-Jawi, semua semut berkumpul disana merebutkan gula yg tak bertuan. semut pribumi sangat senang dgn “kilen” bule, so semut lokal beradu tanpa sebab hanya mencari sosok jagoan yang harus diakui oleh semua orang. alhasil…. bla..bla…bla…
keruk terus manggg…..
kita tunggu aja Geopolitik Paman Sam sambil ngopi bareng Pak de Hejis
goenoeng // Februari 21, 2009 pada 9:00 pm
yg menjadi pertanyaan di hati saya, kok kemarin sambutannya sepertinya berlebihan ya ? basa belandanya, disobya-sobya geto deeeh…
radesya // Februari 22, 2009 pada 7:09 am
Aku setuju dengan Pak Hejis, kunjungan bisnis, bahkan menurut Amerika Indonesia termasuk negara yang penting buat Amerika
kemaren juga sambutannya juga sangat meriah, bahkan anak-anak SD menteng ikut menyambutnya..
HE. Benyamine // Februari 22, 2009 pada 2:25 pm
Ya … “Kita perlu mengandalkan kemampuan kerja kreatif kita sendiri”.
kezedot // Februari 22, 2009 pada 3:55 pm
wah…….pendapat akang memang yahut ya………..dan blue ikut setuju decg
salam hangat selalu
semoga menyenangkan hari minggunya
pengendara // Februari 22, 2009 pada 4:46 pm
mari kita lihat setahun ke depan,
.
ada apa dibalik kunjungan ini.
hmcahyo // Februari 22, 2009 pada 8:20 pm
haduh rodo bingung masuk sini sekarang
doel-2 pintunya
drizzletrouble // Februari 22, 2009 pada 8:32 pm
kunjungan yg anehh,, huff…
kezedot // Februari 23, 2009 pada 9:16 am
pagi bang
semangat ya
salam hangat selalu
siwi // Februari 23, 2009 pada 5:50 pm
Wah.. baru sempat maen ke rumah baru nih.
Hillary? Ehm sepertinya dia memberikan inspirasi pada pemimpin negeri kita untuk berhutang lagi. Huh, capek deh.
geRrilyawan // Februari 23, 2009 pada 7:07 pm
masih kebawa euphoria obama nih sampe2 anak sd menteng disuruh nyambut…
Sassie Kirana // Februari 24, 2009 pada 11:07 am
Assallammualaikum..
Halo mas hejis..apa kabar?
Lama gak mampir dan sie sudah ketinggalan banyak berita rupanya he he
Tapi sie seneng banget bisa meninggalkan jejak kenangan disini,semoga kita masih bisa bertemu kembali ya..
Salam sukses buat mas hejis
Tsukio // Februari 24, 2009 pada 11:13 am
mari kita lihat pemilu mendatang..banyak anggota dewan yang cakep dan ganteng, keren, gaul dan CERDAS nggak wahahha *ganyambung.com*
septarius // Februari 24, 2009 pada 3:20 pm
seneng banget pas wawancara sama luna maya dan agnes…
ngeliatin agnes dengan rambut cepaknya wekekeke..
elindasari // Februari 24, 2009 pada 3:55 pm
Hem, bingung mau bilang apa, yang jelas pasti ada kepentingannya, nah itu yang kita pada belum tahu, hahaha…(ini hanya perkiraan saya saja)….
Ok, mas Heru selamat atas rumah barunya, tapi kok jadi lama loadingnya yach ?
best regard,
Bintang
husnun // Februari 24, 2009 pada 8:46 pm
Itulah bedanya Hillary dan Condoleeza Rice. Yang satu dari Demokrat yang lebih humanis sedangkan yang satu dari Republik yang kaku. Waktu Condo ke sini, jangankan untuk cengengesan dengan Luna Maya dan Isyana Bagus Oka, untuk negliput saja sulitnya minta ampun
han han // Februari 25, 2009 pada 8:36 pm
Indonesia dan Amerika bisa mirip bisa tidak, tapi tetap saja bisnis ya bisnis,,,, hehehe….
genthokelir // Februari 25, 2009 pada 9:57 pm
hahaha heboh yah indonesia penting untuk di kunjungi
inge // Februari 26, 2009 pada 9:00 pm
kunjungannya nyeleneh emang… hihi
bluethunderheart // Februari 26, 2009 pada 9:04 pm
abang sedang sibuk sama jeung hillary makanya abang tak bisa kumpul dengan blue
namun abang tetap nengok gardunya blue yah malam ini
salam hangat selalu
kahfinyster // Februari 26, 2009 pada 11:08 pm
hhe,,seru tuh,,
clinton dateng kemari,,hhuu,,
kenuzi // Maret 1, 2009 pada 9:28 am
wualah kang hejis… aku jadi muter-muter nih…
Ajie // April 1, 2009 pada 1:57 pm
Hejis:
Setuju sekali, mas. Kita gak perlu berlebihan membanggakannya. Yang kita perlukan adalah kerja keras kita sendiri. Bravo!