Oleh Hejis
Hari ini serasa kok seger sekali. Lihat langit tampaknya cerah. Kalau pun ada awan, hanya segores dua gores. Itu malah memperindah langit yang, entah siapa yang tahu, kok berwarna biru. Biru adalah warna favoritku. Memang, semua warna bagus… asal biru! Duh, indahnya. Orang-orang yang kutemui rasanya juga ramah-ramah. Ibu kos saja yang biasanya pasang wajah cemberut, pagi ini tersenyum renyah. Bugel, teman sekosku juga begitu. Bahkan tanpa sungkan-sungkan meminjami aku uang. Mendinglah, kantong sudah kempes ada yang memberi talangan. Mengapa begitu ya?
Selidiki punya selidik penyebabnya tak lain adalah si Adinda Teratai Wangi. Ia adalah perempuan sang pemilik wajah bulat telur, berlesung pipit, bergigi bak biji mentimun, dan sorot matanya bening alias kinclong. Ia kemarin menghadiahi aku senyum. Karena senyum manisnya itulah yang membuat pagi ini serasa cerah. Ia memberikan senyum padaku pasalnya aku meminjami buku catatan kuliah. Padahal seumur-umur mulai dari SD hingga Perguruan Tinggi, aku tak pernah membuat catatan pelajaran yang sistematik. Eh, ia malah pinjam ke aku. Ada apa ini?
Menurut Ngajito, teman sekelasku yang jago menaklukkan hati perempuan, itu pertanda ada apa-apa dengan Adinda. Dengan kata lain, Adinda menaruh perhatian kepadaku. Wuih, gak mungkin rasanya!
“Kamu beruntung, Ngur. Adinda yang menjadi incaran cowok se-kampus malah naksir kamu,” begitu Jito mengomentari senyum Adinda kepadaku. Di lingkungan kampus, kata-kata Ngajito untuk urusan cewek sudah dianggap seperti fatwa ulama. Kebenarannya nyaris 100%.
“Apa ia gak ngaca, siapa dia siapa aku?” tanyaku pura-pura bego, padahal hatiku berbunga-bunga. Mungkin malah berbuah-buah, saking senengnya. Jadi, tinggal nunggu saat panennya aja.
“Cinta itu tak pandang bulu. Walau pun bulu-bulumu gak bermutu kalau ia jatuh cinta kepadamu, kamu mau bilang apa?”
“Ya, tetapi aku kan bukan mahasiswa yang ngetop.”
“Halah, jangan sok rendah hati segala. Sudah, dekati saja. Nyatakan cintamu. Terus honey moon.”
“Bah! Kayak yang udah kebelet aja pakai honey moon. Emang siapa yang mau cepet-cepet kawin!”
Hari itu, percakapanku dengan Ngajito berakhir remis. Aku tetap pada pendirianku dan ia ngotot dengan pendapatnya. Namun, diam-diam aku mbatin. Mosok ya gadis cantik seperti Adinda naksir aku. Mau dikemanakan dunia ini jika ia naksir aku. Memang, aku terkenal sebagai mahasiswa yang ulet dan tabah. Ulet, karena sering ngejar-ngejar cewek sampai ke kosnya atau nekad ikut pulang kampung kalau cewek yang kutaksir pulang ke kampung. Dikatakan tabah karena aku terkenal tidak mau dirundung kesedihan yang mendalam ketika patah hati. Dihitung-hitung sudah 11 kali dalam tiga bulan terakhir aku ditolak cewek. Bukankah itu tabah?! Entahlah, itu tabah apa ndableg. Beda-beda tipislah kali ya.
Pagi ini, pagi yang cerah ini, kiranya dapat menjadi modal untuk mengawali hari ini di kampus. Semoga niatku kali ini untuk menyunting… halah, kayak Putra mahkota aja… Adinda yang cantik bisa berhasil. Doakan ya. Tuhan kabulkanlah…
Dengan modal pagi yang cerah dan penerawangan semalaman suntuk, aku yakin cintaku kali ini tak bertepuk sebelah tangan. Aku yakin pula si Adinda akan klepek-klepek menerima ungkapan cintaku yang tulus, suci, murni, aseli, dan original. Ia pasti akan berterima kasih kepada Tuhan karena mendapatkan anugerah yang luar biasa, mendapatkan aku sebagai cowoknya. Huh!
Bagaimana mungkin ia tidak berterima kasih kepada Tuhan. Aku ini lho akan mencurahkan seluruh hidupku untuk dirinya. Pengabdianku akan kupasrahkan kepada dirinya. Cinta yang bulat penuh ini akan menjadi miliknya. Belum lagi ditambah bonus dari wajahku yang lumangyan ganteng mirip Budi Anduk. Bukankah itu lebih dari cukup untuk seorang Adinda? Adinda… Adinda… betapa beruntungnya dirimu.
Semalam sudah kususun kalimat yang paling yahud-maut agar ia tak ada alasan untuk menolak cintaku. Kupilih kata-kata yang powerful, yang daya ledaknya setara dengan ledakan bom atom yang jatuh di Hiroshima. Eh… jangan-jangan Adinda malah ancur kena ledakan itu. Ah, enggak, enggak. Hatinya saja yang pasti luluh. Kemudian adegan berikutnya sudah bisa dibayangkan: dengan suka-cita ia akan memeluk diriku. Waw! Bangga abis, pastinya! Terus terang, nanti akan kuelus punggungnya. Terutama rambutnya, akan kubelai-belai melebihi belaianku kepada kucing kesayanganku, si Boni.
Dari sudut matanya yang bundar, tentu akan meleleh air matanya yang hangat yang akan membasahi pipi kananku. Ough… oughhhh… gak kebayang, betapa mesranya hidupku hari ini. Seraya usapan lembut tanganku di rambutnya yang tergerai panjang, ia juga akan tersenyum di sela-sela sesenggukan tangis bahagianya. Rambutnya yang wangi karena sering keramas, pastinya akan menutupi sebagian dari wajah kerenku.
Satu lagi. Di balik ketatnya pelukanku dan pelukannya barang tentu ia akan mengucapkan kata-kata pembuka percintaanku yang kelak kuramalkan bakal romantis, dramatis, dan melankolis. Ia pasti berucap, “Mmaaas….Mmaaaszz…” Ya, saya ramalkan ia akan berucap, seperti ini: “Mas Blengur… sungguh aku mencintaimu mas. Aku tak bisa hidup tanpamu, mas. Tolong jangan tinggalkan aku, walau sedetik pun….uhuk…uhukk..” Pasti akan seperti itu. Pasti! Dijamin!
(BERSAMBUNG. Itu pun jika masyarakat menghendaki… hehehe…)
















.

87 tanggapan so far ↓
Hejis // Maret 10, 2009 pada 6:28 pm
PERTAMAX…hehehe..
Hejis // Maret 10, 2009 pada 6:29 pm
Nyedihin, sudah berbulan2 ngeblog gak pernah PERTAMAX…
Akhirnya pertamx di blog ndiri…wekekek…
Hejis // Maret 10, 2009 pada 6:30 pm
Hejis:
Lho! Ini komen saya ndiri. Masak ditanggapi ndiri. Gak usah ditanggapi aja ya… wekekek…
sunarnosahlan // Maret 10, 2009 pada 7:09 pm
Hejis:
Super abal-abal..hehehe..
kweklina // Maret 10, 2009 pada 9:03 pm
Hejis:
Hehehe… iya, mbak. Soalnya kepengen hetrik. Semoga, semoga….
kweklina // Maret 10, 2009 pada 9:04 pm
Hejis:
Ya, mbak nanti kalau sudah nyambung, kukabari… Lhah, kurang satu itu, mbak…
han han // Maret 10, 2009 pada 9:20 pm
Hejis:
Waaaakaka… iya! Kayak ngitung bunyi tokek ya…
fandi88 // Maret 10, 2009 pada 9:30 pm
Hejis:
Besok lagi kalau latihan karate (nyuci), bilang-bilang biar bisa nitip…hehe..
angga erlangga // Maret 10, 2009 pada 9:38 pm
Hejis:
Terimakasih, amiin…
hmcahyo // Maret 10, 2009 pada 10:10 pm
Hejis:
Salam rinduku untukmu, bang…
Ibsn: Took Took Soooo : FACEBOOK vs BLOGER menang mana hayooo?! « to live to love to leave legacy // Maret 10, 2009 pada 10:21 pm
[...] Maret 10, 2009 oleh hmcahyo Ternyata yang menang IBSN dan Hiblogikoh [...]
HumorBendol // Maret 10, 2009 pada 11:29 pm
Hejis:
Iya, mumpung gak ada yg ngehetrik…hihihi…
hidayanti // Maret 11, 2009 pada 4:06 am
Hejis:
Iya, Adindaku. Blengur memang tabah
*padahal ndableg…*
mascayo // Maret 11, 2009 pada 5:41 am
Hejis:
Celaka 13 ya mas…hehehe…
Gusti Dana // Maret 11, 2009 pada 7:59 am
Hejis:
Itu yang hetrik pertama saya, mas Gusti. Lagi kumat gokilnya…hehehe…
HE. Benyamine // Maret 11, 2009 pada 8:25 am
Hejis:
Ya, mungkin hobinya ditolak…hehe..
HE. Benyamine // Maret 11, 2009 pada 8:26 am
Hejis:
Iya, kayaknya Blengur gak punya HP sih..
HE. Benyamine // Maret 11, 2009 pada 8:27 am
Hejis:
Bisa jadi, 12, 13, 14, dst…hihi..
HE. Benyamine // Maret 11, 2009 pada 8:28 am
Hejis:
Kayaknya, enggak. Paling2 cuma nanya, “Bolehkah aku pinjem duit?”…
HE. Benyamine // Maret 11, 2009 pada 8:29 am
Hejis:
Setidaknya ia tak perlu bawa2 payung
HE. Benyamine // Maret 11, 2009 pada 8:30 am
Hejis:
…. dan semakin ngetop karena punya track record yang aduhai..
HE. Benyamine // Maret 11, 2009 pada 8:32 am
Hejis:
Iya, marilah kita sama2 menunggu sambil makan dodol Kandangan..hehe…
dindacute // Maret 11, 2009 pada 8:46 am
Hejis:
Siapakah yang Dinda cintai? Wukukuk…
Tuyi // Maret 11, 2009 pada 8:47 am
Hejis:
Karena ibu kos gak bisa mingkem.
dindacute // Maret 11, 2009 pada 8:48 am
Hejis:
Lhah! Dari tadi ngapain??
Tuyi // Maret 11, 2009 pada 8:48 am
Hejis:
Karena Dinda gak punya buku.
Didien® // Maret 11, 2009 pada 8:49 am
Hejis:
Iya, super ndableg! Jadi modal utama.
Tuyi // Maret 11, 2009 pada 8:51 am
Hejis:
Iya, padahal yang lain-lain kan lebih dari 15? Misalnya, mas Tuyi…wakakak..
Didien® // Maret 11, 2009 pada 8:51 am
Hejis:
Iya, sambungannya menunggu pemasangan baru dari PLN.
Didien® // Maret 11, 2009 pada 8:53 am
Hejis:
Kayaknya gak papa, lha dia sudah punya ilmu ndableg
cahayadihati // Maret 11, 2009 pada 9:56 am
Hejis:
Yo wis ketawanya gini, hihihi… jadi mirip mbak kunti
yoan // Maret 11, 2009 pada 9:57 am
Hejis:
Bukan alam bawah sadar, melainkan bawah laut.. Lho! Koq kabur, nih gelungnya ketinggalan.
yoan // Maret 11, 2009 pada 10:00 am
Hejis:
Lha, kabur lagi. Nih, gigi palsunya jatoh.
yoan // Maret 11, 2009 pada 10:01 am
Hejis:
Wakakak… horee..horee
*Jogedan bareng, saling pegangan*
boyin // Maret 11, 2009 pada 10:45 am
Hejis:
Hehehe… senyumnya jangan kelamaan, mas. Nanti giginya kering.
yunitasulistya // Maret 11, 2009 pada 12:37 pm
Hejis:
Wah, masak mbak Yuni gak ingat? Haha…
DIAJENG // Maret 11, 2009 pada 12:38 pm
Hejis:
Selamat datang, Diajeng. Ya iyalah. Soalnya mau minta tolong mbah Putri, males katanya. Iya deh langsung ke TKP
DIAJENG // Maret 11, 2009 pada 12:41 pm
Hejis:
Iya, nanti sambil makan pecel ya…
kejujurancinta // Maret 11, 2009 pada 12:51 pm
Hejis:
Iya to, mbak Rina? Ya deh nanti dilanjutkan.
omiyan // Maret 11, 2009 pada 1:31 pm
Hejis:
Marilah menunggu..
omiyan // Maret 11, 2009 pada 1:31 pm
Hejis:
Sambungannya sedang ditenderkan…hehe..
tanti // Maret 11, 2009 pada 2:35 pm
Hejis:
Hehehe… ah, mbak Tanti bisa aja!
zenteguh // Maret 11, 2009 pada 6:52 pm
Hejis:
Iya, itu istilah sudah lama banget ya…
kezedot // Maret 11, 2009 pada 7:07 pm
Hejis:
Trus yang mbayari makannya mas Blue..hehe.. Salam hangat juga. Empat musim!
antown // Maret 11, 2009 pada 7:36 pm
Hejis:
Tak disangka-sangka… bersambung…
reni // Maret 11, 2009 pada 8:29 pm
Hejis:
Itu romantis ya, mbak? Dah gak sabar nunggunya ya… hehe..
pakde // Maret 11, 2009 pada 9:52 pm
Hejis:
Hehehe… menggebu-gebu biar horn…
Rizal // Maret 12, 2009 pada 8:38 am
Hejis:
Lhah, ini malah mau disponsori produser Bollywood lho. Wakakak… dasar edan, edan beneran!!!
septarius // Maret 12, 2009 pada 11:44 am
Hejis:
Hehe… hasil kiwiran si blengur..
wen // Maret 12, 2009 pada 12:52 pm
Hejis:
Sebenarnya ini cerita horor, mbak. Awas hati2 ya… Urusan kembang, nanti dikirim lewat kurir ajah…
isfiya // Maret 12, 2009 pada 1:08 pm
Hejis:
Iya, lagi kepengen buah melow nih. Enak manis… lebih manis daripada semangka.
Wah, kalau saya malah jadi ingat Sam Bimbo, yang wajahnya mirip kakak sampeyan wikikik…
DIAJENG // Maret 12, 2009 pada 2:45 pm
Hejis:
Selamat datang. Cerbungnya sedang direbus. Tunggu sebentar ya…
DIAJENG // Maret 12, 2009 pada 2:50 pm
duh ngantuk, sambil nyanyi disini boleh ya…:)
drizzletrouble // Maret 12, 2009 pada 2:53 pm
ayo, Pak…. Nisa tunggu sambungannya… wiiikikikkk
drizzletrouble // Maret 12, 2009 pada 2:57 pm
Teratai wangi yo pak… wah, saya lum pnah nyoba…
(nyoba in wanginya… hihii)
cenya95 // Maret 12, 2009 pada 3:06 pm
Hmmm… ceritanya bagus pantas banyak yang sedang nunggu lanjutannya. Daku juga ikut antri ach…
maaf komennya tidak bersambung di sini, tapi di episode kedua “Adinda, kau pasti bangga aku mencintaimu”.
Kutunggu cerbung mu.
anto84 // Maret 12, 2009 pada 3:40 pm
Aq malah suka ce yang dicium itu,sini tak ciume aja
anto84 // Maret 12, 2009 pada 3:42 pm
Cinta cinta,ga ada cinta kayak air laut terasa manis.ha3
anto84 // Maret 12, 2009 pada 3:43 pm
Yang ketiga kq goal.ha3
anto84 // Maret 12, 2009 pada 3:45 pm
Ga keren nek belum assalamualaikum
kahfinyster // Maret 12, 2009 pada 5:21 pm
kaya iklan ape yah yg pake bersambung ntu? hhehehe,,
mahardhika // Maret 12, 2009 pada 6:30 pm
yah kok bersambug…
moga2 tar kalo nembak cewek lagi.. ga di tolak ya mas hejis…. sabarrrr
mahardhika // Maret 12, 2009 pada 6:33 pm
hetrixxnya jng sembarangan dong semua… baca dulu…. baru kasi coment, give advice or apalaa…
(hehe sok nasehatin…. Bny sendal jepit bakal nimpuk*)
Ly // Maret 12, 2009 pada 8:01 pm
Hejis:
Sabar, sabar yak. Semua kebagian anduk
Sawali Tuhusetya // Maret 13, 2009 pada 12:01 am
Hejis:
Sebagai produser…halah! hehe… akan diupayakan seoptimal mungkin untuk memenuhi kepuasan pelanggan… haha jadi mbelgedez ya pak Sawali…
thevemo™ // Maret 13, 2009 pada 1:30 am
Hejis:
Wah, mas Erwin pendukung Milan nih. Semoga berjaya raya ya… Lhah, yang nembak pasti mas EErwin kan? Hehe…
marshmallow // Maret 13, 2009 pada 2:18 am
Hejis:
Silakan, silakan ngakak, aku ikhlas aja koq, mbak Mars..haha.. walaupun sayanya ndableg bleg ya…
Lanjut!
radesya // Maret 13, 2009 pada 1:17 pm
Hejis:
Tapi gak kembung kan setelah membaca cerita bikin kembung ini?
radesya // Maret 13, 2009 pada 1:19 pm
Hejis:
Iya, ternyata begitu jadinya poto kita minggu lalu… hehe…
kenuzi50 // Maret 13, 2009 pada 1:37 pm
Hejis:
Tariik, maaang… hehe…
langitjiwa // Maret 13, 2009 pada 3:42 pm
Hejis:
Wadoh, jadi tersipu-sipu nih sayanya, hehe.. Makacie
kezedot // Maret 13, 2009 pada 6:04 pm
Hejis:
Ya, saya sudah berlabuh ke sana, mas Blue. Asyik…
Rindu // Maret 13, 2009 pada 7:37 pm
Hejis:
Lihatlah, Neng. Betapa mesranya kita berdua… wakakak…
Rossa // Maret 13, 2009 pada 8:38 pm
Hejis:
Alhamdulillah, dirimu menghendakiku…
ichanx // Maret 14, 2009 pada 3:09 am
Hejis:
Wekekek….
yorick // Maret 14, 2009 pada 6:24 am
Hejis:
Okey, tunggu ya. Iya kita tetangga baru, mas di blok 12, Ragunan kandang nomor 4 dan 5…
Rian Xavier // Maret 14, 2009 pada 8:56 am
Hejis:
Halow, apa kabar nih? Makasih ya…
tukyman // Maret 14, 2009 pada 10:15 am
Hejis:
Iya, coy, lama gak ke sini. Wah avatarmu jauh lebih keren saat ini, coy…
hmcahyo // Maret 14, 2009 pada 10:39 am
Hejis:
Baiklah. Mari kita kerjakan perbuatan yang mulia itu!!! Hhaahaha..
hellgalicious // Maret 14, 2009 pada 2:01 pm
Hejis:
Salam kenal juga
Qie // Maret 14, 2009 pada 2:56 pm
Hejis:
Okelah…
wong magelang // Maret 14, 2009 pada 3:06 pm
Hejis:
Kisah indah… hehehe..
Ya, kembali ke dunia semut
Tidak ketinggalan koq. Tenang aja…
mata hati // Maret 14, 2009 pada 6:19 pm
Hejis:
Baiklah, teh.. Budi Anduk itu komedian, teh… hehe..
geRrilyawan // Maret 15, 2009 pada 1:04 am
Hejis:
Wehehe… silakan ngopi dolo sambil andukan…
wh // Maret 15, 2009 pada 2:09 pm
Hejis:
Begitu ya? Salam kenal jua
Indah rephi // Maret 20, 2009 pada 6:16 pm
Hejis:
Wuih, kirain sapa kok njawil-njawil…
ophi // Mei 5, 2009 pada 7:52 pm
kuk bersambung maz????
piye kelanjutane? tak tunggu loh…..hehehe
jadi penasaran ki…