Paklik Samin jualan kambing di Face Book

Maret 15, 2009 · & Komentar

Oleh Hejis

Beberapa hari yang lalu adikku berkunjung ke rumahku di lereng gunung Semeru. Rupanya ia senang dengan kondisi lingkungan penduduk kaki gunung yang sejuk, tenteram, dan kadang-kadang lengang. Tiap hari terlihat ceria. Semua penduduk yang ditemui diajak ngobrol. Walaupun masih duduk di kelas 2 SMP ia dapat berbaur dengan penduduk sekitar tanpa sungkan-sungkan. Penduduk yang ramah-ramah itu pun senang ngobrol dengan adikku yang besar di Jakarta ini.

Dengan aku pun tiap hari ada saja yang diobrolkan. Maklum sudah hampir setahun aku tidak ketemu dirinya. Mungkin rasa kangen yang menggumpal bagaikan daging di dalam freezer itulah yang membuatnya tak lelah-lelahnya ngobrol ngalor-ngidul dengan siapa saja. Tak terkecuali dengan Paklik Samin, petani yang menanam berbagai sayuran dan palawija dan peternak kambing, sapi, dan kerbau.

“Paklik, di sini koq belum dipasang jaringan internet sih?!” kata adikku setengah mengeluh dalam obrolannya yang mulai merambah topik internet.

“Eternit iku apa to Le?” paklik Samin penasaran.

“Bukan eternit, paklik, tetapi internet… Eternit itu kan langit-langit rumah. Ini internet… itu lho dunia maya yang dapat mempertemukan berbagai orang dari seluruh penjuru jagad”

“Lhah! Kamu hebat benar sekarang, Le. Kecil-kecil sudah berani mengembara sampai sungai apa itu…enggg… lupa Paklik. Itu lho waktu pelajaran di SD pak guru bilang ada suku Maya di lembah sungai Amerika Selatan itu lho, Le. O ya, sungai Amazon!! Ya, sungai Amazon. Koq kamu bisa dolan sejauh itu, Le… Lagi pula ngumpul sama orang sejagad, kan banyak sekali. Lha rumah siapa yang dapat menampung jutaan orang? Apa di balai desa ya?”

“Ah! Paklik payah! Dunia maya itu dunia internet. Orang tidak harus ketemu langsung, tetapi lewat hubungan komunikasi jarak jauh. Bisa nulis terus dibaca yang lain. Bisa ngomong terus didengar yang lain. Bisa juga kirim foto-foto kita sendiri supaya dilihat orang lain dari negara-negara lain. Gitu, Paklik…”

“Ooo, begitu ya. Paklik belum pernah dengar.”

“Makanya, gaul. Gaul dong, Paklik…Turun gunung ke kota lalu ke warung internet. Buka internet supaya tahu kehidupan di seluruh dunia. Jangan cuma ngobrol dengan Kang Hejis. Kalau gitu ya sama katroknya dengan Kang Hejis..”

“Oalah, Le, Le, orang cuma mau nulis dan ngomong saja pakai turun gunung, ke kota. Jauh itu Le. Mending Paklik ngurusi kambing dan sawah di sini. Lagi pula nanti Bulikmu, Mbak Rara, Pakde Karjan, pak Kepala Dusun, mbok Karni pada ikut semua. Kan repot jadinya.”

“Wakakak… ya nggak seheboh itu. Banyak, koq manfaatnya masuk dunia internet. Paklik bisa kenalan sama orang-orang cantik. Eh, Paklik. Ada juga lho, kalau Paklik mau lihat orang cantik gak pakai baju di internet!!”

“Cah edan! Kamu ini bagaimana to. Masih kecil koq sudah lihat perempuan gak pakai baju. Itu namanya saru tauk…!”

“Saya gak sengaja kok. Di internet kan serba ada. Saya buka ini, itu… eh tahu-tahu ketemu foto cewek begitu. Ya ndak saru to, Paklik. Lagian saya lebih banyak buka Face Book daripada lihat yang begituan. Asyik lho fesbukan Paklik. Face Book itu social network, Paklik. Itu merekatkan hubungan sosial antarteman, kerabat, atau siapa saja. Bukankah asyik?”

“Apa tadi? Wisbuk? Wisbuk itu istilahnya social catwalk?”

“Hahaha… wisbuk itu bahasa Jawa yang artinya sudah lunas, kan Paklik? Bukan! Ini fesbuk! Dan bukan social catwalk tetapi social network. Kalau social catwalk itu kan tempat peragaan busana. Memang sih, di fesbuk mirip-mirip catwalk. Orang-orang yang fesbukan itu melenggak-lenggok mirip peragawan atau peragawati. Keren-keren lho, Paklik, orang yang masuk fesbuk. Mereka pasang foto yang paling yahud. Terus kita bisa lihat. Kalau mau, kita bisa melanjutkan dengan kenalan. Trus ngobrol. Kita juga bisa sesukanya ngomong apa saja. Bangun tidur kesiangan pun bisa kita siarkan di fesbuk. Malah ada yang jengkel sama gurunya ditulis di fesbuk. Mungkin kalau ngomong sama gurunya langsung ia bisa didamprat, ya Paklik. Pokoknya kita mau ngomong apa, bebas. Asyik, bukan?”

“Apa kamu sering wisbukan, Le?”

“Ya bukan sering lagi. Malah tiap hari. Asyik banget sih!”

“Lha kamu kan anak sekolahan. Lalu, kapan belajarnya kalau tiap hari wisbuk-wisbuk terus?”

“Jelas, ada lah waktu untuk belajar. Kalau pas lagi senggang tidak main fesbuk, saya ya belajar. Paling-paling saya fesbukan itu kalau pagi sekitar 2 jam setelah subuhan. Nanti di sekolah sambil belajar di kelas juga bisa koq main fesbuk lewat HP. Trus pulang sekolah makan sebentar kemudian dilanjutkan fesbukan 2 atau 3 jam. Terus malamnya, kalau gak disuruh belajar sama Mama, main fesbuk lagi.”

“Wadoh! Kalau begitu caranya kamu bisa tua di wisbuk dong. Masak sehari segitu lama main wisbuk.”

“Ah, Paklik gak tau sih asyiknya fesbukan. Coba deh sekali-sekali. Rasakan sensasinya!”

“Halah mbelgedez, kamu Le… Eh, itu tadi yang di eternit ada perempuan gak pakai baju, bener tah, Le?”

“Ya, iyalah. Emang kenapa?”

“Besok Paklik dianter ke kota ya. Kita ke warnet…”

“Idiiiih… nanti kubilangin Bulik baru tahu rasa.”

“Udah, jangan ribut-ribut. Nanti kamu Paklik oleh-olehi kambing kalau kamu pulang ke Jakarta.”

Besoknya Paklik Samin benar-benar mengajak adikku ke kota, Malang. Pagi-pagi sekali sudah berangkat naik sepeda motor. Sore mereka baru pulang. Adikku bilang Paklik Samin membeli cat pilok. Paklik Samin tak mau memberi tahu adikku ketika adikku tanya untuk apa beli cat pilok segala. Sesampainya di rumah adikku pinjam kamera digitalku karena disuruh Paklik Samin untuk memotret kambing-kambingnya.

Selang dua hari setelah kejadian itu, aku baru tahu maksud Paklik Samin membeli cat pilok dan menyuruh adikku memotret kambingnya. Ternyata, Paklik Samin menawarkan kambingnya untuk dijual di Face Book! Edan! Paklik Samin jualan kambing di Face Book. Memang, zaman sudah benar-benar edan… hahaha…***

Promosi kambing di Face Book

Promosi kambing di Face Book

Kategori: UMUM
Ditandai: , , , , , , , ,

99 tanggapan so far ↓

  • ILYAS ASIA // Maret 15, 2009 pada 4:25 pm

    semangat

    Hejis:
    Baiklah.

  • HE. Benyamine // Maret 15, 2009 pada 5:44 pm

    Ha ha haha ha hah ….. Pakreat Samin … wakkakaaa uggghhhhhhhh

    Hejis:
    Huahahahaha… ups! Lalat masuk ke mulut.

  • HE. Benyamine // Maret 15, 2009 pada 5:46 pm

    Ternyata duluan paklik Samin jualan kambing di fb … kalah kreatif dan kalah cepat sama beliau.

    Hejis dapat berapa persen? Jadi marketing Paklik Samin? Yang pertama pesan harga promosi dong …

    Hejis:
    Komisi untuk saya paling-paling 90%… hehe…

  • HE. Benyamine // Maret 15, 2009 pada 5:49 pm

    Cerita menarik … salam sama Paklik Samin … untuk keperluan hajatan, sunatan, tahlilan, akikah, tasmiyah, kurban, dlldsbdstnya …. 10 pertama yang pesan dapat bonus dianggap wisbuk

    Hejis:
    Salam diteruskan ke Paklik. Belom sunat to mas Ben? Nanti dikirim segera. :D

  • HE. Benyamine // Maret 15, 2009 pada 5:50 pm

    lagi bosan sama hetrik …. jadi harus lewat … pokoknya maunya WISBUK

    Hejis:
    Hetrik bablas ya… haha…

  • mei // Maret 15, 2009 pada 6:51 pm

    wakakaka,
    dapet manfaat juga dari wisbuk..

    nambah donk krjaan mbah hejis hahaha…

    Hejis:
    Iya, lumayan kayaknya. Gak papa asal nambah komisi..hihi..

  • reni // Maret 15, 2009 pada 7:49 pm

    Whuekekekekek.
    Paklik Samin emang inopatip. Hebat.
    Walaupun baru tau wesbuk… tapi udah bisa ambil manpaat dari wesbuk.

    Utk pak Hejism, diharap mampir di tempatku utk ambil award. Thanks…

    Hejis:
    Hehe… Iya, segera meluncur.

  • berpantun // Maret 15, 2009 pada 8:21 pm

    serius ini? hahha…
    makin keren aja fesbuk ini

    salam kenal ya

    Hejis:
    Salam kenal juga :D

  • antown // Maret 15, 2009 pada 8:23 pm

    luar biasa ya pak, kambing pun ikut narsis hari ini

    Hejis:
    Hehehe…

  • mahardhika // Maret 15, 2009 pada 8:30 pm

    hihihihi….. ada2 ajh,
    ternayata wong ndeso masuk kota jadi lebih kreatiff ?? emm salut bwat pak lik samin… ide yang oke Hahahaha…

    hmm emang bener ya wisbuk seasyik itu ^-^
    ga boleh liat macem2 di internet yach :D

    Hejis:
    Salam disampaikan ke Paklik. Ya, mbak. Nanti saya lihat yang satu macem aja. :)

  • hidayanti // Maret 15, 2009 pada 11:09 pm

    nanti jualan sayur sekalian ya pak…lego pasar dadi sepi gara2 fesbuk

    Hejis:
    Nanti diusulkan ke Paklik… hehe…

  • ichanx // Maret 16, 2009 pada 12:18 am

    errgghhhh… itu domaba… bukan kambing!!! :D

    Hejis:
    Baiklah…

  • haiyah // Maret 16, 2009 pada 6:40 am

    Sejak kapan “pakde” ganti nama jadi “Karjan….?”
    pakde ditimpuk laptop….hua huk huk…
    Jadi inget pengalamannya siapa ya….gento kelir gitu ya?….dia juga jualan kambing di FB. apa beliau yang mas hejis maksud? Haiyah…harganya bisa mahal donk……secara gitu looooh….kambingnya sudah terkenal duluan di FB. Belum Pajaknya..haiyah!!

    Hejis:
    Hehehe.. Pakde Karjan… Ah ini bukan cerita tentang mas Totok (Genthokelir), Pakde. Lha itu pertimbangan Paklik Samin aja, apa jadi mahal apa gak… hehe..

  • haiyah // Maret 16, 2009 pada 6:42 am

    @ ichanx…iya aku dukung “eeerrrrrrgggggghhhhhhh” itu domba bukan kambing!!! :D

    Hejis:
    Ooo… itu kambing to, kirain domba…hahaha…

  • Ersis Warmansyah Abbas // Maret 16, 2009 pada 7:58 am

    Wah wah bisa jadi distributo daerah nich

    Hejis:
    Iya, bos mau apa? Mau, mau?

  • yoan // Maret 16, 2009 pada 10:09 am

    jiaaahhhh…

    hebat juga si pakde bisa jualan kambing *apa domba?* di fesbuk…

    emang ada yg minat beli gitu?

    :peace:p

    Hejis:
    Paklik mencoba kiat baru…

  • high desert // Maret 16, 2009 pada 11:29 am

    ajarin dong cara jualan via fesbuk
    :P :P :P

    Hejis:
    Nanti mintak tolong Paklik Samin ya.. :mrgreen:

  • M. Surya Ikhsanudin // Maret 16, 2009 pada 12:44 pm

    hahahahahaha

    lumayan juga kalo bisa jualan Kambing di Face Book bisa hemat biaya PRomosi….hehehehe

    Hejis:
    Iya, mas. Kambingnya juga bisa jadi seleb… :P

  • kezedot // Maret 16, 2009 pada 1:42 pm

    selaMAT SIANG
    SALAM HANGAT SELALU
    SEMANGAT SEMANGAT

    Hejis:
    Selamat pagi, mas Blue. Baiklah.

  • Harsa // Maret 16, 2009 pada 3:58 pm

    wah facebook bener2 sudah hampir menjadi bagian dari sosialita kehidupan yah…sudah mulai bisa menyenggol ke sektor ekonomi untuk media promosi dan penjualan….

    hebat juga nih Paklik Samin memanfaatkan media yang ada…

    Hejis:
    Ya, mas. Paklik mencoba masuk dunia TIK

  • marshmallow // Maret 16, 2009 pada 4:23 pm

    haha! itulah keuntungan internet, selain bisa nonton perempuan kurang bahan pakaian, juga bisa juwalan kambing dengan diskon 10%.

    baru tau loh kalau mas hejis itu katrok. hueheheh…

    Hejis:
    Iya. Tapi saya gak nonton perempuan kurang pakaian lho, mbak. Eh, mbak… situsnya apa ya kalau mau nyobak?? Hehehe…

    Hejis memang katrok, mbak. Kasihan deh dianya. :roll:

  • bodrox // Maret 16, 2009 pada 4:31 pm

    he.. he.. he..
    Pokoknya orang Indonesia sekarang ini tambah keren saja. hip.. hip.. huray…

    Hejis:
    Huray juga mas… ;)

  • tanti // Maret 16, 2009 pada 4:34 pm

    eh, jadi… paklik Samin udah buka akun di fesbuk nih? mau nge -add aah…. hihihi

    Hejis:
    Iya, mbak. Di-add aja. Tapi ati-ati ya, bau prengus… :mrgreen:

  • Nug // Maret 16, 2009 pada 7:15 pm

    Huahahaha… yoo ben tho Mas.. Paklik Samin khan juga perlu menikmati modernisasi dan keterbukaan informasi tho… :D

    Hejis:
    Wekekek… iya ya mas Nug. Sesekali lah jual kambing lewat FB… :mrgreen:

  • achoey // Maret 16, 2009 pada 11:20 pm

    hehehe
    bisa aja

    FB bikin rame :D

    Hejis:
    Iya, mas… hehe…

  • Itmam // Maret 17, 2009 pada 11:17 am

    lah.. yang jualan pak lik samin?
    btw mbah hejis dapet berapa persen? kan pelanggan suruh ngubungi mbah.. :)

    Hejis:
    Ya, saya hanya dapat komisinya aja 90% hehe…

  • siwi // Maret 17, 2009 pada 11:21 am

    Kambing jantankah itu?
    Masih single-kah?
    Daripada dijual, mending kambingnya dicariin jodoh aja lewat pisbuk, biar ntar beranak pinak trus baru dijual deh heheheh..
    :D

    Hejis:
    Lhah, kenapa naksir sama kambingnya, bukan pakliknya? Hehehe…

  • Rita // Maret 17, 2009 pada 11:39 am

    Hiahahaha…..pakliknya itu…..
    hahahaha…. diskonnya bisa dinaikin gak mas Hejisss..hihihih… huhuhuh…. ada saudagar kambing baru nih….btw itu domba ato kambing berbalut bulu domba yaa…:D

    Hejis:
    Mbak Rita mau diskon berapa? Itu kambing londo mbak…hehehe…

  • Vicky Laurentina // Maret 17, 2009 pada 12:25 pm

    Coba PakLiknya suruh ikutan Ebay..

    *ibey itu opo tho yo, Cah?*

    Hejis:
    Hehehe… Ebay adalah makanan dari ketan. Enak sekali kalau ditemani teh hangat… :mrgreen:

  • tuyi // Maret 17, 2009 pada 12:51 pm

    Wakakaka….
    Ini Beneran Mas…
    PakLiknya suruh ngeblog juga…Mas…?”

    Hejis:
    Ya beneran to mas Tuyi. Mau? Paklik sudah punya blog sekarang yang sedang sampeyan kunjungi ini… :lol:

  • yunitasulistya // Maret 17, 2009 pada 2:36 pm

    Wealah mas Hejis ini, saya sampai terpingkal-pingkal, bukan kita aja ya masuk didunia maya… kamping pun bisa hahaha…

    Hejis:
    Sudah… sudah… mbak terpingkal-pingkalnya, nanti pipis lho. Kambingnya nampang dikit :D

  • Chic // Maret 17, 2009 pada 3:17 pm

    mwahahahahahahahahahaha
    hebat betul pakliknya..
    briliant!!! :lol: :lol:

    Hejis:
    Mungkin Paklik sekadar biar gaul dikit… hahaha…

  • Qie // Maret 17, 2009 pada 3:39 pm

    walah ada2 aja ya… :D

    Hejis:
    Iya, ya mas…. :P

  • mamas86 // Maret 17, 2009 pada 3:55 pm

    Wah di Internet semua ada ya… Bahkan kambing pun ada juga… :mrgreen:

    Hejis:
    Iya serba ada. Selain kambing ada juga kucing, tikus, sapi, dan rombongan lainnya… :mrgreen:

  • DIAJENG // Maret 17, 2009 pada 5:36 pm

    wah…besok diajeng jualan hamtaro ah di blog…:)

    Hejis:
    Hamtaro itu opo Diajeng? Apa sejenis tikus? :roll:

  • DIAJENG // Maret 17, 2009 pada 5:37 pm

    kalo main ketempat diajeng…kambingnya jangan dibawa ya om..ntar mawar-mawarku dimakan semua dech sama si embek :)

    Hejis:
    Iya, tapi kalau Diajeng ke sini gak usah bawa kutu ya… :P

  • zenteguh // Maret 17, 2009 pada 8:22 pm

    wah jan bener-bener hebat paklik samin
    kalo dia udah sngat akrab dgn internet, bisa-bisa jd pengusaha besar dia…top..top…..

    Hejis:
    Paklik cuma coba-coba mas… hehe…

  • Toto // Maret 17, 2009 pada 8:37 pm

    Pemerataan teknologi neh kayakna….^^

    Hejis:
    Teknologi menjual kambing… :mrgreen:

  • Rizal // Maret 17, 2009 pada 9:33 pm

    Wah wah wah… Pak Lik nya punya stok kambing yang cukup banyak tidak?
    Eh… tapi lebaran haji masih lama ya…
    Ongkos kirimnya berapa yach? Kena Ppn tidak?

    Hejis:
    Jangan khawatir, mas Rizal. Persediaan masih banyak termasuk telur-telur kambingnya juga ada…hahaha…

  • uut // Maret 17, 2009 pada 10:22 pm

    Paklik Samin itu sudah mengoptimalkan dunia maya untuk kesejahteraanya, Pak. Memang jamaah fesbukiyah gudang bagi segalanya, melintasi batasan2 yang kaku dan klasik.

    Hejis:
    Kambing pun melintasi wilayah kandangnya ya… :D

  • HumorBendol // Maret 17, 2009 pada 11:33 pm

    hehe….mentang-2 jadi Jurkam-nya Fisbuk…
    ckk..ckk…
    hehe…..

    Hejis:
    Sebetulnya poinnya bukan itu. Justru memberikan saran agar mengerem dikit … :P

  • nA // Maret 18, 2009 pada 12:26 am

    Kambingx gak protes y dicorat coret gitu… Heheh

    Hejis:
    Kayaknya malah bangga dianya mas.. hehehe…

  • dobleh yang malang // Maret 18, 2009 pada 9:55 am

    pagi bos
    semangat
    salam hangat selalu

    Hejis:
    Selamat pagi juga. Salam hangat juga, bos :)

  • Daniel Mahendra // Maret 18, 2009 pada 12:08 pm

    Kenapa mesti pake perantara Mbah Hejis ya? Huehehe…

    Hejis:
    Paklik berniat bagi keuntungan dengan Hejis, mas. Hejis kan pengangguran hehe…

  • cahayadihati // Maret 18, 2009 pada 3:58 pm

    hehehe…berarti cara marketingnya paklik samin dah maju ya pak… :)

    Hejis:
    Iya, mbak… hahaha….

  • geRrilyawan // Maret 18, 2009 pada 8:34 pm

    wah paklik samin bener2 berpikir ala bisnismen sejati nih…..ada media, sarana, sikat bleh…

    dibikinin account aja kambingnya (itu kambing gondrong ya…)

    wis buk ya mas….

    Hejis:
    Namanya juga usaha, kata Paklik…hehe…

  • kawanlama95 // Maret 18, 2009 pada 9:10 pm

    itu bagus pak.wah nitip juga nih berapa se ekornya.
    kalo murah kirim ya pak

    Hejis:
    Hihi… ya nanti dikirim lewat email ya :D

  • budisan68 // Maret 19, 2009 pada 12:53 am

    jadi inget waktu MGMP di palangkaraya Musyawarah Guru Mengopi Plesdis. pak lik dah pernah liat Myabi ya….
    hi…ngeres(kalau saya pernah liat pas Abi beli mie) mie Abi ternyata banyak sambalnya….. wuih pedes pollllllllllllllllllll

    Hejis:
    Kayaknya Paklik tambah rajin ke warnet untuk lihat Abi makan sambal ;)

  • dindacute // Maret 19, 2009 pada 8:05 am

    gileeeee kocak bangedzzz paklik na maz hejis, ehhh bdw kalo dinda maen ke malang boleh dunk mampirrrrr?????

    Hejis:
    Heheh… Paklik memang gitu orangnya. Oya, boleh, boleh dengan senang hati menerimamu kalau mau mampir ke Malang. Nanti kukenalkan sama Paklik.. :P

  • ladangkata // Maret 19, 2009 pada 10:21 am

    Jadi Kang Hejis itu katrok ya? hahahaha

    Hejis:
    Kurang lebih begitu, mbak :roll:

  • hmcahyo // Maret 19, 2009 pada 11:10 am

    hua-hua…. tawarin ke pak husnun buat kurban pakde :D

    Hejis:
    Segera dikirim surat penawaran ke Cak Nun, mas :)

  • iderizal // Maret 19, 2009 pada 12:36 pm

    xixixixixxi, lucu2, skalian aja jualan di kaskus
    kayanya bakal jadi juragan kambing nih….

    Hejis:
    Heheh… jualan di kaskus itu yang beli siapa mas? Kan tempat pipis…. hihihi…

  • Daiichi // Maret 19, 2009 pada 4:03 pm

    Hahahaaa…. Ide baru tuu…
    Ide yang cemerlang… :-D

    Hejis:
    Ide yang cemerlang (kegilaannya) heheh…

  • isfiya // Maret 19, 2009 pada 4:35 pm

    Pak kambingnya imyutt….

    Hejis:
    Imyutt mana dengan diriku, mbak?

  • kejujurancinta // Maret 19, 2009 pada 4:45 pm

    banyak kemajuan si paklik
    jual kambing via internet
    uda ada yg nawar belum mas ??
    hehee….

    Hejis:
    Malah dah mau habis nih. Ayo buruan…

  • mrpall // Maret 20, 2009 pada 12:09 am

    Cerita menarik … salam sama Paklik Samin … untuk keperluan hajatan, sunatan, tahlilan, akikah, tasmiyah, kurban, dlldsbdstnya …

    Hejis:
    Salam diteruskan ke Paklik…hehe…

  • mata hati // Maret 20, 2009 pada 1:25 am

    masih bagus jualan kambing d FB daripada jual diri hihi..

    Hejis:
    Wuahaha… kata-katamu menimpaku, sampai klenger nih teh…

  • Prasetya Yudha // Maret 20, 2009 pada 6:43 am

    Hahaha..paklikna pinter juga..hi5, tp kalo pas idul adha, bs tuh mas, mungkin ada jg lho, siapa tahu ada yang tertarik, lalu mbeli. Tp kalo kambing, ngirimnya gmana? Dpaketin?hihi..ane2 aja paklik paklik..
    Salam maz..:-D

    Hejis:
    Hehe… ngirimnya pake email, mas :D

  • yoan // Maret 20, 2009 pada 9:15 am

    paklik samin jualan apa lagi nih?

    *clingak clinguk… belom ada yg produk baru ya…*

    Hejis:
    Paklik Saminnya sdg ke kota mas…

  • goenoeng // Maret 20, 2009 pada 9:57 am

    lho… sekarang nyambi jadi blantik tah ?

    Hejis:
    Iya, mas. Sambil membantu orang tua…

  • nenyok // Maret 20, 2009 pada 1:29 pm

    salam
    hahahhaa..waduh kreatif tenan ya salut buat Paklik :)

    Hejis:
    Waalaikum salam
    hahaha… salutnya diteruskan ke Paklik… :)

  • learn2luv // Maret 20, 2009 pada 2:16 pm

    hehe.. ada2 aja dech, tp mmg bgty, hrs memaksimalkan sgl fasilitas tanpa pandang bulu..huee

    Hejis:
    Iya nih… jangan memandang bulu, tapi dagingnya aja yah… heheh…

  • Nisa // Maret 20, 2009 pada 4:29 pm

    wah,, si adeknya k0k banyak bgt ya jadwal wisbukannya.. adeknya enak tuh bs sering2 akses internet :mrgreen: , alhamdulillah bisa b’manfaat ngajak paklik samin :D , tapi gak b0Leh buka yg gitu2 ya… wekekek,

    Hejis:
    Iya, adeknya meniru kakaknya (kak Nisa)… :mrgreen: Ia gak lihat yg gitu-gitu kok, tapi yang gini-gini… :D

  • Nisa // Maret 20, 2009 pada 4:33 pm

    beneran tinggal di kaki gunung semeru?
    jauh gak pak dari sek0Lah saya? :mrgreen:

    Hejis:
    Ya, iyalah masak gunung Himalaya… deket kok dari sekolahmu, cuma 200 km.

  • han han // Maret 20, 2009 pada 4:42 pm

    hahaha… ada2 saja mas hejis ini.
    mnrt ku pak samin tetap lebih bahagia disana kok hidupnya tanpa harus terpengaruh dengan internet / fb sekalipun…

    Hejis:
    Hehehe… iya ya mas. Hidup di desa lebih tenteram daripada di internet…

  • Mahendra // Maret 20, 2009 pada 5:00 pm

    Dijual pakai W = dijuWal…
    Bandung pakai M = Mbandung…
    Kuliah pakai Y = kuliYah…

    Ngono to Kang ? :)

    Hejis:
    Hihihi… iyo bener kang, ngono iku… :P

  • ami // Maret 20, 2009 pada 5:07 pm

    bakal rame nanti deket2 idul qurban. terus pak perantara dapet komisi berapa? kita2 yang komen dapet bagian apanya??

    Hejis:
    Perantara dapat komisi 90%, anda semua dapat buntutnya. Lumayan bukan? ;)

  • Rian Xavier // Maret 20, 2009 pada 5:36 pm

    hahaha. ada2 saja.

    Hejis:
    Hahaha iya, mas…

  • Indah rephi // Maret 20, 2009 pada 6:22 pm

    kambingnya cantiiikk…kayak mas heerrr…eehhh.. :mrgreen: *kabuurrrr*

    Hejis:
    Kabur kok ninggalin bom… :(

  • wahyu // Maret 20, 2009 pada 7:05 pm

    kambingnya cool… kek yg puny Blog ama FB
    *kaburrrrrrrrrrrrrrrrrrr

    Hejis:
    Ini juga kabur, tapi gelungnya ketinggalan…

  • riez1929 // Maret 20, 2009 pada 10:10 pm

    wakakakakaka…ko ono yo wedus di lego pake tulisan langsung..hahahahaa..ono-ono bae mbah Hejis…

    Hejis:
    Hahaha… iya ya mas. Jadi malu… :roll:

  • radesya // Maret 21, 2009 pada 6:52 am

    Hahahaha…, ni pak Heru kreatif banget! Jualan kambing di fes buk. Btw kambingnya lucu..,koq nggak dipakaiin baju sih? Kan nggak sopan.. ;)

    Hejis:
    hahaha… iya, mbak. Lha nanti kalau dikasih baju bagaimana membedakannya dengan mbak Rara? :mrgreen:
    *Kabooor*

  • dobleh yang malang // Maret 21, 2009 pada 9:26 am

    malam minggu ini blue mau koq jualan kambing bang
    salam hangat selalu

    Hejis:
    Hati-hati. Kambing baunya prengus lho!

  • thevemo // Maret 21, 2009 pada 2:51 pm

    paklik ne ra mudeng opo kui eternit dan wisbuk seng penting dodol wedus

    Hejis:
    Haha… ora mudeng, tapi nekad…

  • mrpall // Maret 22, 2009 pada 1:32 am

    mampir lagi yahhh salammm

    Hejis:
    Salam lagi yahh… mampir… :D

  • kezedot // Maret 22, 2009 pada 7:54 am

    selamat pagi
    salam hangat dalam dua musimnya blue
    semoga segalanya menjadi indah harinya

    Hejis:
    Selamat pagi juga, mas. Terima kasih dua musim…

  • Didien® // Maret 22, 2009 pada 12:26 pm

    saya datang berkunjung pak Heru..sekalian mo milih² kambing yg bohay..hehehehe…

    salam silaturahmi , ^_^

    Hejis:
    Silakan.. milih kambing yg wajahnya mirip jg gak papa..hehe..

  • mieee // Maret 23, 2009 pada 12:21 am

    hlo… kunjungan balesan nih :)
    seru juga ya klo jualan kambing di FB,, ga perlu repot2..akhirnya pak lik melek teknologi juga

    Hejis:
    Terima kasih kunjungannya. Hehe.. paklik bisa melek juga yah…

  • Herdii // Maret 23, 2009 pada 1:14 pm

    Hhaha!
    ada2 ajja nih :lol:

    Hejis:
    Hehe… iya, paklik ada2 ajah…

  • omiyan // Maret 24, 2009 pada 1:32 pm

    hahahaha pasti lebih murah tuh mas…kambingnya eh

    Hejis:
    Hahaha… murah dan bergengsi…

  • kenuzi50 // Maret 25, 2009 pada 10:14 am

    wisbuk, ajarin aku mas hejis…. ha..ha…ha…. :D

    Hejis:
    Hehe… nanti kuminta Paklik…

  • Edi Psw // Maret 25, 2009 pada 11:57 am

    Hayo, siapa yang mau beli. Hehehe…

    Hejis:
    Ayo, ayo… yang mau… yang mau… hahaha…

  • prameswari // Maret 26, 2009 pada 9:30 am

    Top banget ceritanya pak, fenomena sosial yang kini makin mendunia lewat internet…

    Top komen pak, sampe bingung liat komen-komennya

    Kambingnya udah laku pak??

    Hejis:
    Terima kasih, mbak Noengki. Top banget komennya, sampai membuat kepalaku melebar hahaha…

  • Rindu // Maret 26, 2009 pada 11:13 am

    Saya gak punya facebook mas … diantara gempitanya saya koq belum ingin membuatnya yah.

    Hejis:
    Mumpung belum masuk ke FB, sebaiknya tidak perlu yah. Nanti kalau sudah tersesat, lupa jalan pulangnya… :D

  • kenthus // Maret 26, 2009 pada 3:21 pm

    wah saya juga mau juwalan kambing lewat wis buk ah mas hahahaha
    piye kabare kang hejis salam kenal eh wis kenal belum yah kayaknya sih kenal banget gagagaga
    kok di wisbuk gambar wedus saya nggak ada yang beli yah mas

    Hejis:
    Wah… mas Kenthus to. Juragan kambing juga yang top-markotop. Ndak usah kenalan juga mas Kenthusnya sudah terkenal hahaha…

  • genthokelir // Maret 26, 2009 pada 3:23 pm

    hahaha suruh pasang antena arahkan ke gunungkelir biar tak kirimi internet tuh lik samin kang hejis biar sama sama nggunung nya dan sama 2 jualan kambing hahahahaha

    Hejis:
    Siap, paklik segera nebangi bambu agar dpt pasang antena… :mrgreen:

  • bluethunderheart // Maret 26, 2009 pada 7:03 pm

    selamat malam bang
    arisan lagi yuk bang

    Hejis:
    Tariiikk, maaang…

  • subpokjepang // Maret 27, 2009 pada 9:01 am

    kirain beli pilok buat perempuan yang ga’ pake baju.
    he..he..he..

    Hejis:
    Hehe… perempuan gak pake baju kalo dipilok, gimana yah…

  • hmcahyo // Maret 27, 2009 pada 2:13 pm

    pakde pesen satu

    Hejis:
    Wakakak…

  • lovelynonny // Maret 28, 2009 pada 3:38 pm

    wakakakkakka… kambingnya caem juga tuh.. :)
    tapi tu kambing ga ikutan punya wisbuk eh facebook kan??? :p

    Hejis:
    iya… kambingnya pemenang kontes ratu… hehe..

  • kidungjingga // Maret 28, 2009 pada 4:51 pm

    2 jam setelah subuhan paklik samin ng-wisbuk.., ternaknya lagi pada memamah biak, ng-wisbuk…, lagi g nanem sayuran, ng-wisbuk juga….
    malem2 g bisa bobo, paklik ng-wisbuk juga…
    paklik…paklik…

    Hejis:
    Iya, mbak V. Paklik orangnya tekun… wisbukan…hehe…

  • goenoeng // Maret 28, 2009 pada 9:55 pm

    Pak Hejis, Pak Lik juwalan kambing kok lama banget ta ? mosok nggak laku2 dari tanggal 15 maret. ayo dong, diganti kebo saja. biar lebih gede. atau sekalian gajah ya ? :D

    Hejis:
    Wekekek… Pakliknya lagi nglepusss…

  • bluethunderheart // Maret 29, 2009 pada 8:17 pm

    selamat malam terkadang blue juga merasa meski harus belajar sama abang nih biar bisa bikin postingan yg hebat.
    salam hangat selalu

    Hejis:
    Terima kasih, mas. Saya yang mestinya belajar menulis seperti novelettenya mas Blue..hehe.. Salam hangat 4 musim! :mrgreen:

  • sibaho // April 4, 2009 pada 6:00 am

    naluri bisnis paklik nya sangat tajam :D

    Hejis:
    Hehe… begitu ya mas, walau pun naif… :)

  • newbiedika // April 23, 2009 pada 6:27 am

    paklik nya sekarang dah gak ketinggalan jaman lagi…

  • ophi // Mei 11, 2009 pada 1:49 pm

    mau dijual berapa tu kambingnya paklik?? jualan kuk ndak ada tulisan hargane… laen kali nek mo jual2 lg jgn lupa ditulis hargane yah…kuk cm diskon nya aj,jgn2 hargane 10 milyard…hehehe..

    :)

  • Yulfran // Juli 5, 2009 pada 11:30 pm

    halo salam knal

    saya keturunan Jawa
    tp g bs bahasa Jawa

    hehehe
    malu kalii

    tertawa-tawa bc post yang 1 ini

  • Penafsiran Umur Ternak Kambing dan Domba « Ternak-Online // Agustus 15, 2009 pada 12:15 pm

    [...] Sumber gambar: kajiankomunikasi.wordpress.com [...]

  • sapiku // November 10, 2009 pada 6:02 am

    kambing yang menarik , nyari peranakannya dimana nih? sapa tau bisa di budidayakan disini

Tinggalkan sebuah Komentar