Oleh Hejis
Bangga hanya layak sekali untuk satu karya
agar dapat berkarya lagi
Karya berkali-kali untuk satu bangga
hanyalah kurasan keringat sia-sia
Bangga berkali-kali untuk satu karya
adalah kepalsuan yang menyesatkan
Karya hanyalah karya
bila menjunjung kemuliaan
Satu karya untuk satu kemuliaan
agar dapat menciptakan kemuliaan-kemuliaan
karena kemuliaan tak berbatas
Bangga adalah buah dari karya
Karya adalah syarat kemuliaan
Kemuliaan adalah keniscayaan spesies manusia
Kemuliaan hanyalah kemuliaan
manakala sarat nilai ketakwaan
tunduk
rendah hati
kepada ilahi
kepada sesama
Manusia tanpa bangga adalah cuma sekadar mesin
yang menunggu rusak dan tanpa makna
Manusia tanpa karya adalah cuma sekadar bilangan
yang disebut sekali dan selanjutnya dilupakan
Manusia tanpa kemuliaan adalah bernilai nista
lebih dari apa pun kenistaan
Ini bukanlah puisi
Ini bukanlah kata-kata mutirara
Ini adalah satu bangga saja
untuk mendekati puisi
untuk memimpikan mutiara
untuk merindukan kemuliaan
untuk mencoba menjadi manusia
*****















.

99 tanggapan so far ↓
arvernester // Maret 29, 2009 pada 11:40 am
Hejis:
Dalam ajaran agama saya, bangga thd karya kita sendiri yang menjunjung kemuliaan manusia bukanlah sia-sia, melainkan bermartabat. Bagaimana mungkin ada orang yang tidak bangga atas perbuatannya sendiri yang diperintahkan oleh Tuhannya? Orang yang tidak bangga thd perbuatan yang demikian mungkin rendah diri, tak mengenal rasa syukur, atau orang yang selalu kalah (pecundang). Tidak penting orang lain bangga atau tidak thd perbuatan kita yang merupakan wujud ketaqwaan itu.
HE. Benyamine // Maret 29, 2009 pada 12:52 pm
Hejis:
Mungkin perlu dibedakan antara bangga dan sombong. Jika perbuatan kita mulia di mata Tuhan, tidakkah kita perlu berbangga (berbahagia, senang, dan bersyukur)? Rasa bangga ada pada hati setiap manusia. Kalau bukan perbuatan seperti itu yang kita banggakan, lalu perbuatan seperti apa lagi yang kita banggakan?
inge // Maret 29, 2009 pada 12:57 pm
Hejis:
Jika perbuatan kita merupakan cerminan kemuliaan, barang tentu akan membanggakan orang lain.
bodrox // Maret 29, 2009 pada 4:50 pm
Hejis:
Tepat sekali! Saya senang Anda bisa memahami tulisan ini. Agar tidak ada lagi puisi “aku malu menjadi orang Indonesia”, maka perbuatan yang memalukan kita ganti dengan perbuatan yang membanggakan.
geRrilyawan // Maret 29, 2009 pada 7:37 pm
Hejis:
Dengan kata lain, dosisnya tepat. Begitu ya, mas Banyu? Hehehe…
husnun // Maret 29, 2009 pada 8:06 pm
Hejis:
Wadoh, terima kasih Cak atas membanggakan tulisan itu..
tuyi // Maret 30, 2009 pada 8:51 am
Hejis:
Hahahak… bukan puisi tapi pulisi…
sunarnosahlan // Maret 30, 2009 pada 9:42 am
Hejis:
Betul, mas. Bangga=senang dan bersyukur karena mampu dirinya berprestasi. Sombong=senang melebih-lebihkan prestasi sendiri sambil merendahkan prestasi orang lain. Bangga perlu.
yantysa // Maret 30, 2009 pada 11:26 am
Hejis:
Terima kasih ya. Iya, sudah saya kunjungi. Sip!
septarius // Maret 30, 2009 pada 12:14 pm
Hejis:
Wah kebanggaan yang komplet-plet. Salut…
kejujurancinta // Maret 30, 2009 pada 3:35 pm
Hejis:
Terima kasih, mbak Rina…
radesya // Maret 30, 2009 pada 4:22 pm
Hejis:
Jangan keras2, nanti menjadi batu…hehe.. Berkarya yang membanggakan itu, menurutku, tidak harus karya yang luar biasa lho mbak. Karya yang “kecil” sekali pun, bila membuat kita mulia karena tuntunan agama, misalnya, juga membanggakan. Jika kita tak pernah bangga, maka kita tak punya motivasi untuk berbuat mulia…
Mahendra // Maret 30, 2009 pada 4:46 pm
Hejis:
Sebetulnya alineamu itu sejalan dg pendapatku, brot. Cuma menurut saya, manusia juga berhak bangga (bukan jumawa lho). Bangga sifatnya manusiawi. Oleh karena itu, manusia yang tidak punya rasa bangga ibarat mesin, tidak punya afeksi. Gitu, brot…
Rindu // Maret 30, 2009 pada 7:36 pm
Hejis:
Wahai seluruh alam raya, tidakkah kau mendengar pernyataan mbak Rindu itu? Wah terima kasih dan membuat saya bangga…
HumorBendol // Maret 31, 2009 pada 12:41 am
Hejis:
Itu cuma menurutku, mas Bendol… Ah, mas Bendol kan orangnya gak sombong…
Rizal // Maret 31, 2009 pada 8:19 am
Hejis:
Terima kasih, mas Rizal. Saya tak kalah bangga pada dirimu lho…
Itmam // Maret 31, 2009 pada 1:07 pm
Hejis:
Marilah saling membanggakan atas silaturahim kita. Tak perlu berkecil hati mas. Dirimu sudah banyak berkarya yang perlu disyukuri dan dibanggakan…
hmcahyo // Maret 31, 2009 pada 1:13 pm
Hejis:
Kabar baik mas. Semoga sampeyan juga yah. Lelene mati ditutuk… hehe…
Treante // Maret 31, 2009 pada 1:21 pm
Hejis:
Paling tidak, dirimu sudah rendah hati. Ini juga patut kok dibanggakan…
yoan // Maret 31, 2009 pada 4:12 pm
Hejis:
Di sini senang, di sana senang. Hehe… Mutiara laut selatan…
omiyan // Maret 31, 2009 pada 5:05 pm
Hejis:
Begitulah, mas. Sekadar menikmati jerih payah dan bersyukur dapat berkarya. Bukan karena yang lain.
DIAJENG // Maret 31, 2009 pada 5:40 pm
Hejis:
Terlebih-lebih aku… aku bangga dirimu, Jeng
casual cutie // Maret 31, 2009 pada 7:30 pm
Hejis:
saya juga bangga sama Casual yang Cute…he…he…
antown // Maret 31, 2009 pada 7:35 pm
Hejis:
*belajar menangkap senyum…
masnur // Maret 31, 2009 pada 8:28 pm
Hejis:
Tepat sekali, mas. Itulah yang saya maksudkan…
SIge // April 1, 2009 pada 8:05 am
Hejis:
Hehe… tapi kalau mas Sige telah bnyk kok karyanya… Salam hangat, mas.
INDAH REPHI // April 1, 2009 pada 9:47 am
Hejis:
Entahlah… itu mengalir bagaikan air kali. Tapi dirimu jangan garuk2 kepala tetangga ya…
*sama2 bingung*
dobleh yang malang // April 1, 2009 pada 9:49 am
Hejis:
Slmt pagi juga, mas. Arisannya sudah ya? Salam hangat juga,,,
cantigi // April 1, 2009 pada 10:51 am
Hejis:
Saya setuju dengan mas Deni… hehe…
han han // April 1, 2009 pada 11:58 am
Hejis:
Bangga aku dimampiri…hehe… kabarku baik. Moga dirimu baik juga ya mas. Tak ada yang perlu dimaafkan… hehehe…
Chic // April 1, 2009 pada 12:42 pm
Hejis:
Hehe… bisa aja neh… Mutiara Selatan, lewat Bandung… *gak nyambung blas ya*
racheedus // April 1, 2009 pada 1:30 pm
Hejis:
Ya, berbangga tanpa harus melupakan fitrah sebagai manusia cipataanNya.
Daiichi // April 1, 2009 pada 4:15 pm
Hejis:
Hehe..iya. Terima kasih, maaf ini balesnya dah hari Sabtu…
mei // April 1, 2009 pada 7:24 pm
Hejis:
Jangan binun, Binong aja, trus turun di Gedebage… *gak nyambung*
Menurut saya juga begitu. Kita bahkan mesti bangga dong dengan diri yang sudah bisa berkarya. Bayangkan dibandingkan dengan orang lain, yang mungkin malas berkarya… Tos dolo…heheh…
uut // April 1, 2009 pada 8:50 pm
Hejis:
Setuju banget. Sebetulnya saya juga sedang menyindiri diri sendiri yang belum mencapai kemuliaan. Salam hangat!
siwi // April 2, 2009 pada 1:38 pm
Hejis:
Aku bangga bisa mentung pencuri mangga…
*kaboor*
bluethunderheart // April 2, 2009 pada 4:18 pm
Hejis:
Selamat sore juga, mas. Ayoo!
Oef Anantasena // April 3, 2009 pada 1:25 am
Hejis:
Betul, mas. Karena, segala hal yang kebablasan selalu tidak baik.
audy // April 3, 2009 pada 9:39 am
Hejis:
Setuju sekali, mbak. Semoga kita dapat bermanfaat bagi kemuliaan
goncecs // April 3, 2009 pada 11:35 am
Hejis:
Iya, kita semua lagi pada seneng..hehe…
kezedot // April 3, 2009 pada 3:23 pm
Hejis:
Hehe… kambingnya diiket gak dibawa2. Salam hangat juga yang 4 musim
FaLLa // April 3, 2009 pada 7:10 pm
Hejis:
Salam kenal kembali. Terima kasih ya, senang dapat berjumpa denganmu
Catatan Muslim // April 3, 2009 pada 9:22 pm
Hejis:
Terima kasih, sahabat. Semoga terjalin silaturahim ya…
zenteguh // April 4, 2009 pada 1:40 am
Hejis:
Iya, silakan. Saya juga bangga kok…hehe…
Qie // April 4, 2009 pada 7:54 am
Hejis:
Teruslah berkarya, dan dirimu akan senang. Hidup pun menyenangkan…
boyin // April 5, 2009 pada 9:27 am
Hejis:
Hehe… Makasih ya bro
kahfinyster // April 5, 2009 pada 11:07 am
Sip… sip… apalagi kalau pas di luar negeri ya, penting membanggakan negeri sendiri…
1nd1r4 // April 5, 2009 pada 2:53 pm
Hejis:
Tepat sekali! Gak adil kan bila kita membanggakan org lain, tetapi dg diri sendiri tidak bangga… Salam hangat
budisan68 // April 5, 2009 pada 8:19 pm
Hejis:
Mungkin tgantung konteksnya ya mas. Bila dlm konteks membela negara saya bangga, tp bila dlm konteks kultur dan perilaku sebagian masyarakat yang merusak, saya tidak bangga…
hidayanti // April 6, 2009 pada 4:40 pm
Hejis:
HIDUP DINDA!!!
Rossa // April 6, 2009 pada 8:32 pm
Hejis:
Hehe… maksudku, setiap kita menghasilkan karya yg bermanfaat kita layak bangga, tapi jangan terus2an dibanggakan. Lalu, berkarya lagi… dan seterusnya. Merdekaa juga!!! Ahahak…
tanti // April 7, 2009 pada 10:09 am
Hejis:
Betul, mbak Tanti, sekali-sekali kita bangga thd karya kita, terutama yg bermanfaat…
Bahtiar Baihaqi // April 8, 2009 pada 6:03 am
Hejis:
Wkwkwkwk… silakan nikmati karya Tuhan… hehe
yunitasulistya // April 8, 2009 pada 7:44 pm
Hejis:
Aduh mbak Yuni, repot2. Terima kasih ya buah2annya… ahahahak. Tetap bangga juga…
geRrilyawan // April 9, 2009 pada 8:01 am
Hejis:
Saya gak nyontreng, mas. Mas Bayu nyontreng?
Nug // April 11, 2009 pada 8:28 am
Hejis:
Iya, mas Nug. Terima kasih. Saya pun bangga mendapatkan sahabat mas Nug. Semoga selalu sehat dan sejahtera. Amiin…
cantigi™ // April 11, 2009 pada 2:59 pm
Hejis:
Hehe… aku bangga juga kok, sama mas Deni… Salam hangat ya
bluethunderheart // April 11, 2009 pada 7:12 pm
Hejis:
Di malam Jumat ini aku pun bangga terhadapmu, mas Blue… salam dua musimnya mana…ahahahak
Itmam // April 11, 2009 pada 11:38 pm
Hejis:
Wkwkwkwk…. nagih postingan ya. Iya deh bentar ya… hehe
mata hati // April 12, 2009 pada 1:37 am
Hejis:
Komenmu singkat, padat, dan cermat, sist…
ichanx // April 13, 2009 pada 1:44 am
belum ada yang bisa dibanggakan dari hasil karya saya
dindacute // April 13, 2009 pada 11:16 am
suatu kebanggan tersendiri bila kite mampu berkarya untuk diri sendiri dan terlebih lagi berkarya yang berguna buat masyarakat banyak
JAZULI // April 13, 2009 pada 11:54 am
pesan yang bagus, makasih………atas nasihat2-nya, kita memang butuh orang lain, apalagi bila sedang gundah………..
pekalongan, city
fahri // April 16, 2009 pada 6:19 am
kebanggaan atas kebenaran pasti takan sia-sia. kebanggaan atas kelemahan dan penyimpangan tak dpt apa2… salam kangen..!
hmcahyo // April 16, 2009 pada 6:35 am
took-took
Tuyi // April 16, 2009 pada 1:51 pm
Pak…., update lagi dong, jangan di FB terus..
kezedot // April 16, 2009 pada 4:03 pm
sore dalam gerimis
salam hangat selalu
pa cabar?
Didien® // April 16, 2009 pada 4:51 pm
saya bangga bisa mengenal njenengan..
tumben rada serius postingannya..biasanya bikin perut olah raga…
pripun kabare pak ?
kezedot // April 18, 2009 pada 8:45 pm
met berakhir pekan ya bang
i miss u banget banget hehehe…………….
salam hangat dalam dua musimnya blue
Ibsn: Kopdar Part 2 « to live to love to leave legacy // April 19, 2009 pada 10:43 pm
[...] Antara Pesta Lele, Caleg Gak Jadi dan Pak Heru [...]
Itmam // April 20, 2009 pada 2:07 am
hihi.. ada kopdar yah pak.. menunya pecel lele?
alris // April 20, 2009 pada 11:41 am
Bangga atas karya sendiri asal tidak bangga yang memalukan baik buat kesehatan, hahaha..
kezedot // April 20, 2009 pada 2:40 pm
i miss u now…………..more than what can say i miss u now…………………
pa cabar bang
salam hangat dalam dua musimnya blue
wahyu // April 22, 2009 pada 11:03 am
*Sambil berfikir : Apa yang sudah saia lakukan selama ini…
*masih berfikir
mahardhika // April 22, 2009 pada 8:37 pm
hidup bukan untuk bekerja namun hidup untuk berkarya…..
yuukk mari kita berkarya
i’am proud know u mr… hehehe….
ada sesuatu di blog ika untuk pak heru… kunjungi yah? dikerjain okeh pak hehehe…
aden kejawen // April 22, 2009 pada 9:06 pm
Permisi……salam kenal
dan mampir ya Pak
M. Surya Iksanudin // April 22, 2009 pada 9:07 pm
Salam kenal n mampir ya Pak
kezedot // April 22, 2009 pada 11:32 pm
kemana saja nich abang kita
nelpon kagak
berkunjung apa lagi hehehhe……………..maksa
pa cabar bang?
salam hangat dalam persahabatan
zhenki // April 23, 2009 pada 8:07 am
finally…..i found u mas……hehehehehe….salam takzim
iwaka91 // April 23, 2009 pada 9:16 pm
salam kenal, kunjungan pertama nih… blognya rame yah…
zenteguh // April 24, 2009 pada 1:20 am
kebanggan hampir selalu melahirkan antusiasme
dan saat gairah itu muncul, produktivitas pun mengalir…
buJaNG // April 26, 2009 pada 8:51 am
Jadi klo bangga nggak boleh sering-sering ya…….
Nisa // April 26, 2009 pada 12:12 pm
^^ Pak Heru… pa kabar nie… ^^
wiwin9 // April 27, 2009 pada 3:59 pm
bangga..bangga…bangga…
aku bangga…hehehehehe
Aden Kejawen // April 27, 2009 pada 4:39 pm
Sudah lama gak berkunjung ternyata belum di update ya Pak…..
M. Surya Ikhsanudin // April 27, 2009 pada 4:41 pm
Assalamu’alaikum…..salam kenal dan mampir ya pak
ciput mardianto // April 28, 2009 pada 6:53 pm
berkali – kali karya untuk satu kali kebanggaan, kebanggan untuk bangsaku
kezedot // April 28, 2009 pada 7:04 pm
pa cabar bang?
kelamaan nich tak ada cabar dari abang
salam hangat dalam persaudaraan bloger
Edi Psw // April 29, 2009 pada 11:41 am
Selamat berkarya ya?
chimerahead // April 29, 2009 pada 12:31 pm
hwah,
rumitnyaaaa,, hehe..
tp keren,
permainan kata yang bagus dan kreatif..^^
Ika // Mei 2, 2009 pada 11:08 am
mas Hejis, tuuu ada pe-er dan award…….. ambil dunk……… tyuuuzzz jangan lupa dikerjain, biar naek kelas yahhhh………..
just 'azzam // Mei 2, 2009 pada 6:23 pm
dari sini mencoba belajar ttg bangga.
Semoga di akhirat kelak, amal2 dpt qt banggakan. Aamiin.
genthokelir // Mei 2, 2009 pada 10:07 pm
walah ikut bangga dong hahaha
yunitasulistya // Mei 3, 2009 pada 11:26 am
Apa kabar nya ni Mas Hejis… ? Kemana aja..?
agustri // Mei 4, 2009 pada 11:38 am
bangga itu membuat hati tentram ?.
untuk satu karya. apakah berlaku untuk karya yang lain ?.
mahardhika // Mei 5, 2009 pada 8:23 pm
Aku bangga pada anda sir… hehhe….
Aku bangga akhirnya bisa posting dan mampir disini lagi sir…
Aku bangga melihat banyak kawan disini dan disana… Fb…
Aku bangga banyak postingan disini meski belum sempat aku baca semua….
Tapi aku sedih karena baru sekarang bisa posting n mampir lagi
kenangamu // Mei 6, 2009 pada 1:16 pm
Hejis:
Marilah berkarya, Kenangaku… aku pun tak kalah bangga menemanimu…
elindasari // Mei 15, 2009 pada 8:32 am
Betul mas Heru, kita boleh dong bangga…asal kebanggaan kita itu tidak membelok jadi kesombongan, tapi lebih diarahkan agar menjadi hal yang positif dan memotivasi kita.
Boleh dong kita bangga, lha kalau nggak bangga nanti kita jadi nggak pede utk ngapa2in, hihihi…
Saya juga “bangga”, karena lewat dunia perbloggeran ini, saya punya banyak sahabat, salah satunya mas Heru yang punya wawasan luas, selalu rendah hati & selalu membuka persahabatan dgn siapa saja
Ok, mas Heru sukses terus buat mas Heru
best regard,
Bintang
jiwakelana // Juni 1, 2009 pada 5:46 pm
Kemuliaan jadi kebanggaan, aku setuju. Tapi kebanggaan jadi kemuliaan? Aku kurang sependapat.