Lagi, PUISI


ADINDA DAN KAKANDA

 

Adinda
menelusuri arus Don dari Novomoskovsk hingga Voronezh
sungguh letih dan getir
purnama sudah menyapa tiga kali
sekelebat pun bayangmu tak jua ada
kabar dari Pravda yang mulai kusam pemberian Dimitri
tak mampu mengarahkan langkah ke muara bidikan

manakala kelak kita bersua di sisa-sisa harapan
kakanda akan membisikkan
”kemarilah Adinda, duduk merapat
agar hembusan angin perestroika jangan terlalu kencang
itu membuatmu hilang di belantara kegaduhan
yang tak pernah kita pelajari di surau kampung kita
di setiap senja ketika ia beringsut ke peraduan”

”kemarilah Adinda, kemarilah duduk merapat
meski di bibir cadas pinggiran Don
kita akan lama menjajar cerita perjalanan kerinduan
yang air matanya tercecer di Tula, di St. Peterberg
dan menciptakan laut Azov”

pencarian kapan berkesudahan
melabuhkan kakanda di Rostov on Don
belum ada tanda harummu, Adinda

ketika mata menyapu sudut kerumunan
tempat orang-orang bermantel bulu memeluk buku-buku
wajah Dimitri merekahkan senyum kepada perempuan di sebelahnya
dibalas senyum terindah yang pernah ada
Adinda!

kini kakanda tahu
mawar putih yang kakanda tanam dan mawar merah yang adinda semaikan
di halaman rumah kita nun jauh di balik cakrawala
harumnya kau bawa ke negeri beruang merah

seketika
tanah pijakan kakanda terban
laut Azov pun murka…
Kakanda berbisik lirih,
Adinda, engkau telah kratkoebremennoe pamyat

TAMAT

45 responses to “Lagi, PUISI

  1. ahahahaah ko belakangnya jelek banget….wahahahaha…btw spasibo balsoe yaaa….za poeta!!tak prekrasnii…mne nrawitsya…

  2. he..he.. Semua itu cuma khayalan saja. Gak pernah ke sana, gak tahu yg ditulis. Apalagi itu, bahasa Rusia. Cuma satu kata itu saja yg tahu. Lha, spasibo balsoe itu apa artinya. Trus za poeta, tak prekrasnii…mne nrawitsya…, apa juga artinya? Ketahuan ya, gak ngerti! Hwek kekekk kek…

  3. kratkoebremennoe pamyat

    artinya apaan sih???

    *bingung mode on*

  4. Itu artinya “pikun” (kata mbak Hidayanti yang punya kata2 itu dan sekarang sedang kuliah di Rusia. Di atas itu beliau berkomentar, pakai bahasa yang saya juga merasa sama bingungnya..he..he..). Salam hangat.

  5. perkawinan indonesia rusia, yang terus terang bikin saya bingung, boss…
    suer…
    english saja blepotan apalagi rusia, hahaha…
    salam sobat🙂

  6. perkawinan indonesia rusia, yang terus terang bikin saya bingung, boss…
    suer…
    english saja saya blepotan apalagi rusia, hahaha…
    salam sobat🙂

  7. Walah gak usah dibingungi, lha wong itu cuman bahan maen2 untuk mbak Hidayanti (itu lho komentarnya ada di atas). Beliau kan di Rusia, ya saya kasih (mirip)puisi Rusia. Begitu ceritanya. Salam hangat, tengkyu. Ngomong2 saya agak bingung mas Goenoeng. Ada dua komentar yang sama persis dg sampeyan, cuma orangnya laen..he..he..apa kembar (srikandi)?

  8. ahahha…. arti yang diatas adalah..(terima kasih banyak atas puisinya…sangat indah dan saya menyukainya.. ^_^)

    perkawinan russia indonesia???(bingung emang ada yang kawin yah??)

    makasih jadi tersanjung neeeh….dibikinin pusisi segala…

    aku bales puisinya mau??tapi pake bahasa rusia yaah

    Я не хотела изменять, так вышло…
    Был кураж от вина, взмах ресниц!
    А в саду красота и пьянящая вишня!
    Запах лета и щебет проснувшихся птиц.
    Ты прости, но проснулась и я в этот вечер.
    И томленье в груди так звало теплоты!
    Мне казалось, пусть радости миг и не вечен,
    Но напьюсь я любви до последней черты!
    И я пила губами…Ловила руками…
    Ну а он так ласкал и к себе прижимал!
    Показалось, что птицы носились кругами…
    А мне было всё мало! И мир был мне мал…
    Это тело проклятое так поступило…
    Будоражило кровь молодое вино…
    Это страсть,это голод. Уже отпустило…
    Знаю, что не простишь.Да и мне всё равно…

  9. Ayo… Pak Dosen… semangat..!!! ngartiin puisinya mba hidayanti tuuhhh…😀

  10. slmt siang,Mas.
    terima kasih sdh berkunjung keblog saya.Dan ini kunjungan balasan dariku di Sidoarjo.
    salam kenal selalu.

  11. @Hidayanti: Puisi dari sampeyan yang bahasa Rusia itu sungguh indah dan luar biasa (bikin mumetnya!). Lha mana saya tahu artinya? Namun puisi itu kubawa ke rumah Kakanda. Ia tidak mau membalas langsung. Katanya, “tolong sampaikan sampeyan saja…” Nah, ini tulisan kakandamu itu, mbak Yanti.

    jawaban kakanda:
    • kamu memang keras kepala, padahal semua bisa berubah
    • ngapain makanan dan minumanmu anggur kaya bule aja?
    • o ternyata kamu di sana berkebun ya. menanam apa, anggur atau cherry?
    • ya di sana sudah mulai kemarau, katamu. tapi, di sini malah mau musim penghujan. lho di situ ada burung juga to… walah ya biarkan, burung bersiul atau bernyanyi lumrah aja.
    • ya ya, aku maklum dan sudah memaafkan. biasanya kamu bangun siang, koq masih malem sudah bangun.
    • apa kamu di sana tertekan, sampai sesak nafas begitu.
    • memang, semua itu seperti kenikmatan sesaat yang mudah datan dan pergi. tidak ada yang abadi. makanya jangan pergi (gak nyambung dah).
    • tidak usah pakai mabuk-mabukan segala. kalau mabuk cinta boleh.
    • kalau kamu merasa dunia ini kecil, minimal tidak sedaun kelor ya.
    • apa? darah muda? kayak lagu dangdut ajah!
    • benar. semuanya sudah berlalu. cara betawinya, bajaj pasti berlalu. begitu maksudmu?
    • sudah…sudah kumaafkan kok. tidak adil kalau kamu menghukum dirimu sendiri.
    • sampai ketemu yah. salam dari bangil.

    @Kidungjingga:Semangat bagaimana, wong mumet gak tau artinya…he..he.. Salam hangat ya. Jangan bosen kesini, nanti tak kasih.

    @Langitjiwa: Ya Mas, saya terima kasih sekali panjenengan ke sini. Tapi di sini guyonan thok. Maklum ya Mas.

  12. aku akan membacanya beberapa kali tuk melihat nyawa dari karya abang yang aku beri bintang pujian. salam hangat selalu

    @Hejis: Aduh, terima kasih mas Blue atas pujiannya. Tapi tolong dipertimbangkan lagi deh. Soalnya saya bukan penyair. Bikin puisi itupun sekadar mencari kesenangan. Jika sudah membuat puisi, rasanya plong tanpa memikirkan bagus apa tidak. Ya, saya juga menyampaikan salam hangat untuk mas Blue dan keluarga.

  13. ahahahahaha….mas kajian ini lucu sekali…ahahaha…aku sampe sakit peruuut!!!ahahahah…

    isooo ae mbalese!!!

    btw ada [uisi buat kakandaku tolong sampein yaa…

    Duhai kakanda tersayang…
    kemanakah dirimu kini…
    mengapakau engkau bersembunyi do balik punggung mas kajian tanpa mau menemuiku..
    disini aku benar merindukanmu…

    katakanlah wahai kakanda…sampaikan pada mas kajian tentang amanah
    amanah yang selalu tersampaikan darimu..
    yang membuatku terus terus terus bertanya…

    siapakah engkau wahai kakanda…
    kemanakah engkau selama ini??
    dimanakah engkau bersembunyi..
    aku terus menantimu..
    menanti kedatanganmu…

    walau bayangmu tak pernah terlintas dalam benakku..
    tanyakanlah kepada mas kajian…mengapa puisi yang engkau kirimkan selalu indah walau aneh…

    dan untuk ku aku selalu menyukainya…
    mungkin benar…aku memang patut untuk bangga …
    menjadi pemudi jawa…
    karena jawa…selalu membuatku terseyum…
    tertawa terpingkal2…terbukti pada mas kajian ini…selalu buat aku tertawa
    walau sudah sampai di kota Rostov…

    **ah udah….udah….stop stooop!!!!
    ahahaha….aku ngakak sendiri…yawes..manur nuwun ya mas kajian…😀

  14. walah, kok tiba2 tamat, mas hejis, mesti nyari2 sequel sebelumnya nih. puisinya bagus, indah, eksitis dan sejaligus refelktif.

  15. @Hidayanti: Sudah, sudah, mbak tertawanya. Nanti bisa ngompol lho!

    @Sawali Tuhusetya: Begitu ya, pak Sawali. Ya, kata tamat itu mestinya menunjukkan serangkaian serial ya pak. Terima kasih untuk saran dan pujian serta kunjungannya, pak. Salam hangat.

  16. Puisi yang Indah
    *saking indahnya, malah ndak ngerti pada bagian2 tertentu*🙂

  17. wah bisa berpuisi juga pak Heru:mrgreen:

  18. @Khay: Jangan mau dirayu puisi, mas. Kalau bikin puyeng tinggalkan lari saja..he..he.. Salam.

    hmcahyo: Ya, tapi mungkin bukan puisi yang bener. Cuma puisi buat rekreasi daripada rekreasi ke luar negeri ongkosnya mahal, mas Heri..:mrgreen: Salam hangat.

  19. denting waktu tlahenunjukkan malamnya dan aku tetapmenyapamu dengan penuh kehangatan tuk semua yang menyayangimu.
    syo tulis lagi biar aku senang membacanya.

  20. puisimu menyudut lagu
    puisimu mengharu biru

  21. “kratkoebremennoe pamyat” itu apa?? *lemot*
    syairnya baguus mas..hehehe…tp saya harus baca berulang2 spy bs ngerti makna yg terkandung didalamnya.. waw, keren!

  22. @dobleh yang malang: Terima kasih, telah mendenting2kan waktu…😆 Salam

    @achoey: mungkin begitu ya?🙂

    @indah rephi: artinya “lupa”. Keren=keri -an (tidak bisa menanhan geli, ya?:mrgreen: Terima kasih, mampir lagi ya..

  23. nah, saya menjawab kebingungan anda, pak
    waktu saya nulis komen, istri saya habis posting di blognya.
    lha saya nggak sadar kalo masih loginnya dia….
    hehe…maap…maap….dan saya bukan srikandi, tapi janaka, haha….

  24. hahahaha…saya baca sampai tertawa hikhikhik

    walah…mas kajian pintar juga buat puisi ,sip!

    Sukses ya…jadi pak comblangnya😆

  25. @Goenoeng: Ya mas, saya minta maaf hanya bergurau tidak bermaksud membebani pikiran mas Goen. Gak papa itu cuma guyon, piss..piss plis.. Tapi oke lho srikandi rukun sama janaka:mrgreen:

    Kweklina: Syukurlah bisa tertawa membaca puisi dan sejarahnya itu..he..he.. Terima kasih pujiannya. Tentang pak comblang, kayaknya kurang berbakat😆 Salam hangat.

  26. adinda,
    kakandamu yg ini teramat dahsyat….

  27. Pesan mas Adams diteruskan ke kakanda yg mungkin tetangga di Bangil ya😆

  28. Ampyuun ni puisi latarnya jauhh bangetz…Gak ikut-ikut akhh

  29. He..he.. Wong itu cuma khayalan untuk melatih imajinasi aja mbak Rita. Lho, jangan gak ikut2an. Harus ikut (maksa ya) soalnya semua warga kampung sudah daftar ikut semua… Kalau mbak Rita gak ikut nanti warga sekampung nitip ke mbak Rita supaya ngasih makan ayam, kambing, sapi piaraan warga. Mau?:mrgreen:

  30. Mawwww …”kalo dikasi” ayam, kambing sapinya, kan bisa jadi bos “pe”ternak (bukan bos ternak loh yaa) hehe gimana bang??…D:

  31. puisinya gambaran cerita diri yach pak?😀

  32. negri beruang merah?
    *mikir*
    🙂

  33. puisi yng baguuus,,

    bleh bwtin taag,,,,

    http://www.nameeman.wordpress.com

  34. @Rita: Boleh2 mbak jadi bos peternak, boleh. Jadi bos peterpan, juga boleh😀

    @hmcahyo: Terima kasih infonya mas Heri.

    @Dewi: Selamat datang mbak Dewi. Ah, itu cuma khayalaaaan aza🙂

    @duniafannie: Ya, beruang yang lagi malu, jadi mukanya merah he..he.. Atau beruang yg baru keluar dari salon. Bibirnya merah:mrgreen:

    @nameeman: Terima kasih, mas. Boleh, silakan…

    Terima kasih semuanya, telah datang di sini. Ditunggu lagi kedatangannya. 😀

  35. meski awalnya sempat g ‘ngeh’ sama endingnya karena g tau bhs Rusia, tp pas Qbc2 koment disini, akhirnya tahu…hehehe..
    well, apa alasannya sy mencari akhir dr ending puisinya? Karena puisinya seperti memberi kehangatan di musim dingin🙂

    Mbak Sarah jeli juga ya… Wah kalo begitu, untuk mengusir dingin di musim hujan ini perlu banyak2 puisi ya, biar anget. Ditunggu deh puisi dari mbak Sarah. Salam hangat ya😀

  36. Hahaha…ternyata mbaca puisinya Mas heru dan sahut-sahutan puisinya dengan hidayanti seru abis. Saya jadi ketawa cekikan. Hahaha, benar-benar seru yach, meskipunpas baca bhs Rusianya saya nggak ngerti, hihihi….

    Sip lanjutkan puisi2nya yang lain mas heru 🙂 🙂 🙂

    Best regard,
    Bintang

    http://elindasari.wordpress.com

    Hejis: Memang ceritanya begitu, sahut-sahutan, kayak burung berkicau di pagi hari..he..he.. Tapi, jangan bilang2 mbak Hidayanti ya? Sini kubisiki, “dia lagi UTS, jadi belum sempat bikin puisi lagi”…. Mungkin. Terima kasih ya, mbak Elindasari atas kunjungannya. Salam hangat banget.😀

  37. pak salam kenall…
    amkasih udah mampir ke ruang saya..!!
    puisinya indah bangett,, bahasanya tinggi…

    saya juga punya blog tersendiri khusus untuk kumpulan puisi saya..
    tapi saya juga masi belajar…
    ini blognya
    achfall.blogspot.com

    senang kenal dengan anda..

    Hejis: Salam kenal kembali. Terima kasih, tapi cuma amatiran koq belum seperti puisi beneran. Ya, nanti saya berkunjung ke ladang puisi sampeyan ya. Terima kasih, kapan2 mampir lagi ya😀

  38. aaakh…kakanda???apakah sudah terlambat jika aku menuliskan puisi tentang kegelisahanku ini???

    apakah akan seperti susu yang tupah??ayam yang gosong di dapur,atau seperti jemuran yang basah karena telat mengambil saat hujan tiba??

    aaah..aku merindukan puisi puisi indah kakanda tercinta,.
    kemana kah dirimu berada??
    janganlah terus bersembunyi di balik rindangnya papan reklame sony di balsaya sadobaya ke arah budeonovski arah pasar sentral di kota rostov..
    sungguh bosan aku terus mencarimu hinnga menelusuri pinggiran sungai don hingga laur azov..

    aaah….kakanda…sepertinya laut taganrog marah…meneriaki hentakan maut kebosanan yang sangat…yang mendera adindamu disini hingga berhayal engkau kembali ke pelukan kremlin moscow…

    yah semoga saja semua terwujud…hingga nanti…di saat salju nan putih jelita menyambut dan angin musim semi tiba menggantikan shif nya..

    kuharap…

    kuharap…..

  39. Howweeei …. Kakanda di mana kamu? Nih, ada yang mencarimu….😦

  40. aaaah…tak terasa saya menitikan air mata ketika membaca ini (bukan karena terharu tapi ngakak tanpa henti sampe air mata keluar)..

    aaaih aaih…kakanda…
    rindu ini tak terbendung lagi…bukan karena tak meiliki dam lagi tapi karena takkuasa derasnya arus rindu ku akan dirimu..
    kau tau…aku merindukan saat2 kita “ngandok bakso bersama” di terminal malang sampe tengah malam..
    aku rindu di saat kita sedang serius berburu bakso paling enak di di seluruh tanah jawa…

    aih aih..kakanda…
    aku merindukanmu…

    untuk pak hejis makasih..spasibo matur nuwun..sie sie..kaerena trelah menyampaikan salam rindu ku untuk kakanda ” T_T”

  41. halah kog membawa bawa namakuh jale ikih hayoooowwwww,lom ada ijin khan????

    Hejis: Lhah, pan sudah minta izin sama paklik mu Jumat kemarin?

  42. Bagus nih puisinya. Salam kenal.

    Hejis: terima kasih. Ya salam kenal juga dan salam hangat, mas Rian

  43. It is indeed possible to lower high blood pressure by only taking herbal medicines and vitamins and eating certain foods that can lower high blood pressure.
    An image will help flesh out exactly what you’re trying to
    announce while adding character, flavor and visual appeal to the document.
    A good personal injury lawyer can save you from making a great deal of mistakes and can shoulder much
    of the hassle of knowing what to do about car repairs,
    car rentals, medical treatment, witness statements and the like.

    Barak occurs for one Social gathering in one these kinds
    of gem stones. o – Strike a equilibrium between viewing 2-4 patients per hour.

  44. Hair that is thin will benefit from lighter oils while
    hair that is coarse will benefit from heavier oils.
    Comb the excess oil through the dampened hair,
    making sure to cover the ends of the hair. Once you have determined what kind of
    texture your hair has, you can then start using one of the techniques described below to improve it.
    When choosing a treatment for your own hair, pick something
    organically grown or natural as opposed to something fabricated.
    * Lavender Oil — prevents further hair loss and improves the health and quality of the hair.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s