OTOBIOGRAFI: Rambut Ikal


SUSAHNYA PERJUANGAN MENJADI GANTENG

Hejis

kuncing-pun1 Di suatu masa pada suatu hari, saya juga ingin berpenampilan keren dan menarik perhatian teman-teman. Segala upaya dapat dilakukan untuk mencapai keinginan itu. Dalam ilmu komunikasi upaya untuk meningkatkan penampilan diri agar menarik ketika berkomunikasi disebut impression management. Kita mengelola diri kita agar dapat menimbulkan kesan yang menarik bagi mitra komunikasi kita. Berikut ini salah satu contohnya.

Perjalanan hidup saya biasa-biasa saja. Tidak ada prestasi yang menonjol layaknya anak-anak spesial dengan prestasi ini-itu. Saya juga tidak pernah mendapatkan penghargaan ini-itu. Fisik biasa pula (tentu ada yang menonjol dong, misalnya hidung). Malah semasa SD ada teman yang iseng membandingkan kemancungan hidung saya dan hidung Mul, yang rumahnya di belakang rumah saya. “Lebih mancung hidung Mul”, kata seorang teman. Nyali saya jadi ciut. Sudah rambut srodok dan jabrik, disebut hidung pesek lagi. Lengkap sudah kemalangan ini. Hal yang menyakitkan adalah saya kalah mancung daripada teman yang rumahnya ”hanya” di belakang rumah saya.

Cerita rambut srodok dan jabrik juga tak kalah mengenaskan. Saat itu ukuran ketampanan diukur dari tubuh yang kekar, hidung yang mancung, dan rambut yang ikal. Di situlah celakanya. Sebetulnya saya merasa itu tidak adil, syaratnya kurang satu: tubuh yang tinggi. Tetapi tubuh saya yang tinggi tidak masuk hitungan. Bahkan tubuh yang tinggi membawa beban tersendiri karena menjadi bahan ledekan teman-teman. Plencung (tinggi tapi jelek) atau genter (galah panjang untuk memetik buah) atau petruk (tokoh punakawan yang paling tinggi). Jadinya memiliki tubuh tinggi malah tidak bangga, cenderung membuat minder.

Mulailah saya berpikir bagaimana memperbaiki kekurangan fisik agar terlihat tampan. Pagi-pagi bermain ke kali untuk mengangkat-angkat batu di kali. Membuat candi-candian dengan menyusun batu kali. Kali di kampung saya selain isinya air yang sejernih aqua juga banyak batunya. Kalau hanya untuk menguruk lubang semburan lumpur Lapindo dijamin batu di kali kampung saya tak akan habis, saking banyaknya. Sesudah kecapekan lalu byuur… melompat ke air bak peloncat indah. Hampir setiap hari seperti itu. Hasilnya? Tubuh masih saja kurus kerempeng. Lha ini mungkin kurang vitamin.

Urusan rambut juga begitu. Zaman sekarang mah gampang, tinggal pergi ke salon untuk mengikalkan rambut. Zaman saya ada salon yang bisa mengikalkan rambut tetapi ongkosnya super mahal. Kalau membuat kepala gundul, murah. Di situlah saya memutar otak dengan keras bagaimana supaya rambut yang srodok ini menjadi ikal. Blink! Tiba-tiba ada ide muncul lewat aha erlebnis itu, blink. Saya mencari potongan besi lalu saya bakar di tungku dapur dengan sembunyi-sembunyi karena malu ketahuan kakak-kakak saya yang semuanya perempuan. Sesudah merah membara, besi itu saya tempelkan di rambut kemudian rambut saya belit-belitkan di besi panas itu beberapa saat. Kronyos… kronyos… begitu bunyi besi panas bertemu dengan rambut saya. Auw! Saya menjerit karena ujung besi panas mengenai jidat. Tanpa dikomando jidat saya langsung melepuh. Tiba-tiba kelima kakak saya berdatangan karena mendengar jeritan saya tadi. Blaaar! Meledaklah tertawa mereka melihat tingkah adik bungsunya bersusah payah mengikalkan rambut dengan cara membrongos rambutnya.

Harapan saya bahwa rambut akan menggeliat yang pada akhirnya menjadi ikal masih membara. Bagaimana hasilnya? Lumayan, rambut tidak srodok lagi. Cuma agak kurang memuaskan, sejumput rambut ngacung ke kiri, yang lain ngacung ke kanan. Ah masa bodoh, yang penting rambut tidak lurus dan berdiri lagi. Jadi saya bisa memenuhi salah satu syarat ganteng, yaitu rambut ikal.

Setelah mandi dengan semangat baru yang tak pernah ada dalam sejarah manusia, saya mematut-matut diri kemudian berangkat sekolah. Sejauh ini sang rambut baik-baik saja (dalam arti seperti rambut kaum punk tetapi tanpa konsep). Menjelang sampai gedung sekolah rasa yakin seyakin-yakinnya bahwa penampilan saya sangat metroseksual masih ada. Saya rasa di sekolah nanti saya bisa menyaingi Teguh yang rambut ikalnya paling yahud di antara teman-teman satu sekolah. Saya juga bisa mengimbangi Mul. Meskipun hidung Mul lebih mancung, saya menang di rambut.

Tiba di sekolah orang pertama yang melihat penampilan saya adalah Asih. Ia senyum-senyum saja. Sementara batin saya mengatakan, rasain lu sekarang kamu bertekuk lutut memuja ketampananku… Tak berapa lama saya bertemu gerombolan pembuat onar di kelas. Tidak seperti Asih yang memang kalem, mereka justru cengengesan, bertepuk tangan dan membopong saya mirip pahlawan pulang dari perang, namun yang enggak enak adalah tanpa pujian secuil pun. Mereka mulai memegang-megang rambut saya sambil terbahak-bahak. Jadilah saya mati kutu. Saya menjadi tidak sabar karena saya punya semboyan, ”daripada mati kutu lebih baik menjadi kutu buku” (gak nyambung deh). Begitulah, niat menjadi ganteng yang didapat cuma cengengesan teman-teman. Belum lagi rasa kecewa akibat usaha memenuhi salah satu syarat ganteng tidak terpenuhi, rambut ikal. Namun ada pelajaran yang bisa dipetik yaitu: orang yang rambutnya ikal pasti dahinya pernah melepuh!

Demikianlah otobiografi singkat. Padahal awalnya saya berniat membuat postingan ”Mengelola Pujian”, tetapi yang jadi postingan ini. Apa boleh buat, daripada keluyuran yang enggak-enggak lebih baik enggak keluyuran dan membuat otobiografi. Siapa tahu ini otobiografi yang hebat dan indah. Begitu bukan?

29 responses to “OTOBIOGRAFI: Rambut Ikal

  1. be yourself……………………..

    Hejis: Betul, mas. Cuma waktu kecil saya tidak punya prinsip itu. Salam hangat😀

  2. Orang ngganteng kog merendah melulu … bukan komunikasi yang baik Pak he he

    Hejis: Alhamdulillah. Tapi baru kali ini saya dengarnya. Sumpah saya gak merasa:mrgreen:

  3. aduuuuh…ngakak d gw…..lutuuuuu….konyol yaaah saat kecilnya….trus sekarang nasib rambut jabriknya gimana tu? dah sempet ke salon kaaan….. tapi buat diiklanin ati dibuat ngepunk niiii?

  4. ooops….sorry salah ketik…’buat diikalin ato dibuat ngepunk…’ huhuhuhu saking nahan ngakak nya nii

    Hejis: he..he.. Sekarang rambut yang jabrik gak saya masalahkan lagi, mas. Yang menjadi masalah saat ini adalah rambut tidak hitam legam seperti yang sedang tren. Saya sedang mencoba metode baru, pake pantat panci yang baru turun dari kompor!:mrgreen:

  5. hehe..ganteng wajah tanpa ganteng hati percuma bang🙂
    yang penting jaga hati aja, nanti Insya Allah cahayanya akan muncul ke wajah juga😉
    oke?

    Hejis: Betul mbak, makanya saya kini bertobat, tidak mau membrongos rambut lagi😀

  6. wakakakakakakaka pak kajian in ada2 aja…lucuuuuu

    Hejis: Syukurlah masih bisa tertawa, mumpung belum dipajekin. Saya aja setelah membaca kembali menjadi tertawa sendiri he..he..

  7. Hihihi..
    Perjuangan untuk menjadi cakep itu ternyata berat sekali yaa…
    Untung saya nggak pernah harus berjuang sedahsyat itu karena emang dari dulu selalu cakep!

    wakakaka…

    (boong.. saya boong kok.. saya baru aja cakepnya… baru nyadar, maksudnya.. hihihi)

    Hejis: Benar, Jeung. Memang berat usahanya, tapi sepadan dengan hasilnya… dahi menjadi melepuh😀 Saya kira perempuan cantik seperti Jeung Lala pasti dahinya melepuh juga kan?

  8. selain blognya yang indah ternyata sang pemiliknya juga…………ganteng? hehe…….
    semoga kegantengannya sesuai dengan isi jiwa nya.
    salam hangat selalu

    Hejis: Terima kasih mas Blue. Cuma, ganteng kan perlu disertifikasi. Saya belum. Ya, semoga jiwa saya baik ya.😀 </em?

  9. ha..ha…ha…

    lucu ..banget…

    Percaya diri yang penting!

    setiap kita memiliki kelebihan dan kekurangan jika dibanding-bandingkan.

    makanya jangan membanding-bandingkan,,,jadilah diri sendiri.

    Hejis: Ya, percaya diri ya mbak Lina? LHa itu, manusia sering tidak puas dengan yang sudah dianugerahkan Tuhan kepada kita.

  10. bagus banget otobiografinya jadi terbahak-bahak jika mendengar masa kecil bapak heee…. banyak pengalaman menarik yang selalu dapat menjadi inspirasi generasi berikutnya.. pengalaman yang menjadi cerita menarik

    Hejis: Ya, setahu saya tidak ada otobiografi sebagus ini ya, mas Andre. He… he…😀

  11. Ping-balik: ibsn: kopdar plus pesta lele « to live to love to leave legacy

  12. laporan kopdarnya dah dibuat Bos:mrgreen:

    Hejis: Mas Heri ini kalau urusan membuat orang senang memang jagonya.

  13. ahahahhahahahhahhhhahaaaaaa…
    ….

    mas, dulu ndak tanya saya dulu resep bwt ngikalin rambut😀 *tp kayaknya dulu waktu mas masih sekolah saya masih bayi ya?? ehehe*
    saya punya tips bwt ngritingin rambut. hemat biaya lho mas!
    begini ceritanya…
    ambil beberapa tangkai daun singkong. ambil tangkainya aja yang merah itu, bukan batangnya loh😀 . lalu ambil sejumput rambut kita, dibelitin di tangkai singkong itu. diamkan beberapa lama, yg penting ga sampe 24 jam, cukup 30 menit saja…dijamin rambutnya langsung ikal…
    tp..ada efeksampingnya mas, gatel2 dikit ehehehe…

    Hejis: Jelas waktu itu mbak Indah belum ada. Kira2 saya seangkatan dengan eyangnya mbak Indah😀 Sekarang masalah rambut lurus sudah gak jadi masalah soalnya sudah diborong oleh pengusaha wig

  14. Wuahhh…gantengnya Pakkk……
    Ngikalin rambut pake daun waru nggih Pak….
    Makasih kunjungannya…

    Hejis: he.. he.. Iya mbak, nanti resepnya saya coba😀

  15. Baca judulnya Narsis Abizzzz 😀
    Tp saya termasuk orang yg berani merubah penampilan apalagi jika bisa terliha lebih muda lagi😀

    Hejis: Judul itu maksudnya usaha seorang manusia untuk menjadi ganteng ternyata susah.. he.. he.. Mungkin kalau mas Koko membaca isinya bisa tersenyum (mudah2an, sesuai dengan tujuan saya membuat artikel ini).

  16. asli baca ini saya mengmpet:mrgreen:

    Hejis: Yo, mas Heri. Saya juga:mrgreen:

  17. Diakui atau tidak, Pak Dosen ini selalu tampil keren. Kalau yang belum pernah lihat, tak kasih bocoran. beliau orangnya jangkung dan selalu tampil rapi, apalagi kalau tampil di depan audience…wah flamboyan banget. kalau ada pemilihan Dosen Idol, mungkin beliau pemenangnya.

    Hejis: enggak, ding. Lebih keren Cak Nun. Tapi terima kasih telah dipromosikan dengan gratis, he..he.. Apalagi baru kemarin saya dan Mas Heri dijamu pecel lele oleh Cak Nun dengan masakan yang top banget sampai2 nambah, tapi rebutan sama mas Heri.. *piss, mas Heri, piss*😆

  18. Wow ternyata berat juga yah, saya ngebayangin gimana kalo perempuan yang bela2in ngurusin badan n mahal2 keluarin duit buat beli pemutih kulit biar keliatan cakep❓

    Hejis: Mungkin hasilnya sama mas, sama2 melepuh dahinya…he..he..

  19. ….^_^….
    kaya’nya kemaRen ada yan9 nun99u comment daRi caya yah…
    he he he
    tapi cebeLumnya toLong discheduLe kalo caya nda’ maw lele maunya kakap meRah but I ReaLLy pRefeR Lo8steR oR mussLe oR cLam oR oysteR…by the way cumi2 ju9a suka…hwekekeke
    mumpun9 ditRaktiR jadi minta y9 mahaL2….
    huahhhaaahhaaa *pahLawan beRtopen9 mode on*

    kaLo buat caya keindahan manusia haRus diLihat dR kekuRan9annya, kaLo semua peRfect Lhak mboseni..? contohnya caya waLo babe caya Londo tp kok caya ceboL gini? Lha untun9 waLo caya ceboL tapi cuka teRcenyum thoo… (hehe 9a n9aruh ya boz?)
    kaLo aban9 caya tin99i2 cekaLi tapi 9a bisa n9-in99Ris, pRasaan tambah n9isin-n9isini.

    so, whateveR, wheneveR, wheReveR, the most impoRtant foR bein9 human is neveR huRt ouR own kind. poko e 9tuLah kamsud caya….
    9anten9-pinteR-keRen-kaya tapi 9a punya temen ya 9a layak disebut manu9sa!

    make peace not waR, tapi nek mokon92 yo di-ta-bok-i wae….hehe jan9an paten2nan yo….

  20. …^_^…

    Hejis: Hayyah londo. Apa resepnya biar begitu percaya diri tapi ngisin-ngisini ya, Ndo? *he..hee..*:mrgreen:

  21. waaaahhhh…bukannnnnn!!!!!
    resepnya…mau model ba9aimana pun tu muka yan9 pentin9 jan9an nyakitin oran9 dan mahluk hidup lainnya termasuk mahluk haluzzz……
    hyakakakaka
    ini oto caya…

    boz, ada la9i…mending keluyuran yan9 n99ak2 sambil browsin9….hehehe
    (maksudnya n9enet)

    auf wiederschen…pissss

  22. oalah pak,pak….saya sampai kepingkel2 dalam hati (lhah….piye itu ?). ralat saya kepingkel2 beneran. lucu banget. sungguh ! njenengan ini kok aneh2 saja.
    mungkin cara njenengan memperlakukan rambut itu yg diadopsi salon2 sekarang buat meluruskan yg ikal. disetrika, bukan di bakar pake besi, hahaha…..
    sekedar info, pak. saya merasa ganteng, rambut lurus, dan dahi nggak melepuh.😀

    Hejis: he..he.. saya juga kepingkel2, mas Goen. Lha wong begitu saja banyak salon-salon top yang ngantri minta franchise:mrgreen:

  23. Mas Hejis ini ada-ada aja……namanya juga masa anak-anak…masa meniru…masa ingin jadi pusat perhatian…ha ha ha…jadi inget kelakuan diri sendiri

    Hejis: Betul kang Atwar. Anak-anak memang suka brongos-brongosan dahinya ha..ha..😀

  24. Jgn sering keluyuran,nanti di garuk Trantib,hehehe….

    Hejis: He..he.. gak mas, sekarang sudah tobat (Trantibnya). Lha kalau keluyuran dan digaruk dibuat puisi kayak apa ya mas. Sampeyan ahlinya bikin sajak lho! Harus tanggung jawab.:mrgreen:

  25. Wah, beda2 tipis lah makna ganteng mas…he

    Salam kenal dari Banjarmasin… Link back yaa..

    Hejis: Iya mas, selain maknanya juga rambutnya jadi tipis… Salam kenal kembali ya. Terima kasih telah datang di ruang slengekan he..he.. Nanti kita tukaran link.😀

  26. waddduuuhh pak…. ampir tengah malem ini..
    tanggung jawab loh pakk.. saya ketawa2 gini…😀

    benar2… perjuangan yang berat…! (duhh.. g bisa brenti ketawa deh…)

    Hejis: he..he.. Ya boleh tertawa, tapi jangan bunyi cekikik… cekikik begitu. Tuh tetangga pada bawa pentungan kentongan he..he..😀

  27. wakakak! ini sih bener-bener otobiografi yang kocak hebat dan konyol indah, mas hejis!
    aseli, saya kagum akan perjuangannya.
    terusin dong dengan kisah-kisah indah lainnya.

    Hejis: Wah, saya jadi wakakak lagi membaca otobiografi itu. Begitulah mbak Mars, perjuangan yang berdarah-darah ya..hihiy…😀 . Insya Allah kalau gak boseni

  28. Weww..
    Setelah sie amati,cermati,teliti..ternyata mas hejis memang ganteng..
    Minta fotonya doooongg..
    Traktiiir dooongg..😀

    Hejis: oo..jadi setiap malam gak tidur itu hanya cuma nglihatin foto itu to? Terima kasih, walau itu fitnah. Jelas ini akan membuat saya tidak tidur nyenyak…:mrgreen: Menurut KUHP: “Barang siapa memfitnah atau membuat kabar bohong dihukum selama-lamanya 3 bulan penjara..”
    *Pak Hakim, tolong dipenjaranya di tempat saya aja yah…*

  29. wkwk, koplak banget otobiografinya . Niat mau nyari contoh malah dapat ini. Masa gue mesti ceritain aib juga ntar di otobiografi gue.
    Saluuut sama loe bang, koplak bahasanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s