CERBUNG (Cerita Bikin Kembung) Ver. 1.0

SAAT RINDU MENGGAMIT


Oleh Hejis

Pengantar
Kisah ini merupakan kisah seorang anak manusia *bukan kambing, apalagi sapi* yang sedang kangeeennn bangets sama anunya di seberang sungai lautan. Kisah ini juga merupakan kisah yang tidak nyata yang diputar-balikkan sehingga menjadi tidak nyata banget. Believe it or not. Satu hal yang penting adalah bahwa ini cerbung *cerita yang bikin kembung, saking ngawurnya…hihihiy*:mrgreen: , bukan cerita bersambung. Tetapi kalau para pembaca yang budiman (pak diman tidak termasuk) menginginkan bersambung, nanti bisa dinego.

SAYA cari Kakanda sebulan ini, tidak ketemu. Tiba-tiba muncul sMs, “tolong segera datang ke Lawang”. Bergegas saya ke sana. Setelah basa-basi, teman yang mengesms tadi angkat bicara, “kambing ini sudah ditawar 750 rb, tapi saya nunggu sampeyan”. Walah tak kirain mau kasih kabar tentang Kakanda. Sekalinya nawarin kambing! Memang sih mau lebaran haji, tapi mbok ya ngerti. Lagi sibuk cari-cari Kakanda, alih-alih membantu malah ngajak bisnis.

Dua hari setelah itu, tak sengaja saya bertemu Kakanda di pasar Comboran. Ngomong sana, ngomong sini. Ia mengatakan bahwa ia telah boyongan pindah rumah ke Purwosari. Di situ dia buka salon. Ada dua pekerja di salonnya. Badannya cukup kekar, tapi suaranya kemayu. Biasalah… kalau menjelang akhir tahun orang pada kemayu, kalee.

Lima hari setelah itu, saya datangi rumahnya. Saya ceritakan ia dicari Adinda. Saya lihat matanya berkaca-kaca meskipun tak terdengar suara apa pun dari mulutnya. Saya bilang, “sabar-sabar. Orang sabar kekasih Tuhan. Orang sangar kekasih setan. Tidak usah menangis seperti itu. Nanti akan datang saat Adinda pulang ke Bangil. Saya antar ke sana. Kita nyewa angkot. Bikin spanduk penyambutan. Kita siapkan hidangan bakso kota, bakso presiden, bakso solo. Pokoknya bakso yang paling enak kita borong. Di Rostov on Don ia kan tidak pernah merasakan gurihnya bakso-bakso itu. Paling-paling ia cuma makan mi instan yang sebungkus dimakan dua kali, soalnya ia diet ketat ala anak kos. Cup… cup…Jangan sedih”. Tiba-tiba ia bangkit dari duduknya. Saya mbatin, wah makhluk ini pasti mau memeluk saya karena terharu. Ternyata tidak. “Sedih bagaimana. Mas, aku tidak nangis. Aku kelilipen”. O, jadi begitu.

Tapi kenapa kelilipen koq sampai air matanya meleleh seperti tumpukan salju mencair yang hendak berakhir dan berganti musim? Benar saja. Kian lama air matanya kian deras. Masih saja Kakanda tidak bersuara. Tak berapa lama seperti ada suara mendadak yang memecah kesunyian. Suara sesenggukan Kakanda!

“Mas…” katanya seperti berbisik. “Aku kangennn…”. Ya, ya sekian lama tidak berjumpa dengan seseorang yang senyumnya mampu meniup awan mendung memang selayaknya seperti itu. Tentunya orang yang istimewa, sudah anggun hobi makan bakso lagi. Suasana hening sengaja kami ciptakan untuk memberikan peluang kepada perasaan-perasaan yang sedang galau. Biarlah sesekali kami memanjakan hati yang ingin mengembara. Asap mengepul, saya sendiri telah menyeruput beberapa kali kopi yang dibuatkan seorang pegawai salon Kakanda yang kemayu itu.

Selang sepuluh menit kami membisu, Kakanda menggapai gitar yang tersandar di sebelah pot bunga. Wow, ia mau bernyanyi rupanya. “Aku teringat waktu dulu pertama kali mengungkapkan perasaan ini, mas”.

…………………….

Suuurat pertaamaa kukirim suudah
ungkapan rasaaa terpesonaa
tatapan teduh mengelus sukmaaa
asa melambungggg curahkanlah ciiinta….

Kemarau yang panjanggg segera pergiii
cemara yanggg kering bersemii kiinii
bungaa berserii buurung bernyaanyi
engkaulah embun penyejukk terik…

Ref. :
Bahagiaaaku kiannn sempurnaaa
Pintuu hatimu telahh terbuka
dan kugenggam eraat-eraat jemari rindumuu

Semogaa kuatt jalinan kita
tak ‘kan terlepas di tengah jalaaan
dan mendung pun kan memudar tertiup angiin…

Ooo, ternyata Kakanda menyanyikan sebuah lagu. Merduuuu banget. Sulit dilukiskan dengan kata-kata betapa merdu dan penuh penghayatan suara Kakanda. Kalau aku cewek, maka sudah kulamar Kakanda ini. Ah! jadi ngelantur. Saking merdu dan mendayu-dayu suara Kakanda bernyanyi, saya sungguh nikmat mengkhayalkan cerita Kakanda dan anunya itu. Saya seperti tersihir. Kemerduan lagu dan suara Kakanda itu melebihi merdunya suara Richard Marx ketika melantunkan lagu “Now and Forever”nya. Sudah pantas kiranya Kakanda dapat anwar award atas kemerduan suaranya itu. Blogger aja dapat award.

Baiklah Kakanda, kata saya mulai menyimpulkan. Nanti suaramu ini kita rekam yang bagus. Lalu, kita kirimkan ke Adinda. Memang untuk sementara kita buat Indie label. Kita minta pendapat Adinda. Jika lagu ini bagus kita jual di pasar Porong untuk launchingnya. Jika di sana sukses kita ke Tuban untuk pertunjukan di sana. Saya dengar bupati Tuban suka musik. Begitu kita mendapatkan respon positif dari pasar, kita akan grand launching di terminal Tawangalun, Jember. Bagaimana menurut pendapatmu, Kakanda?

Kakanda diam saja. Mungkin dia mbatin, makhluk ini gak punya perasaan… kejam bin keji. Masak saya lagi kangen berat sama Adinda nun jauh di sana, malah bicara tentang bisnis lagu. Terlalu, terlalu…! katanya, mirip Rhoma Irama. Kamu gak tahu kalau Adinda itu perempuan tiada duanya *lha kalau ada duanya, nanti kembar siem * . Adinda.. Adinda, kenapa engkau tak pulang-pulang. Sudah tiga kali lebaran * Lhah, syair dangdut lagi * engkau gak pulang. Padahal emak selalu menyisakan ketupat, sayur lodeh, opor ayam. Gurih dan top markotop. Tapi sia-sialah makanan bikinan emak itu. Lebaran haji ini emak juga rencananya menyisakan daging kurban bagian cingurnya. Buat siapa lagi kalau bukan untukmu Adinda. Duh… sakit rindu tiada obatnya. Diobati cingur juga gak manjur, begitu pikiran Kakanda melayang gantung.

*****

BEGITULAH sekelumit kisah kangennya seorang anak manusia yang merindukan anak manusia lainnya.
Pelajaran yang dapat dipetik:

  1. Kalau kangen dengan kekasih, petiklah gitar. Jangan memetik mangga tetangga. Bisa benjol-benjol kepala digebug sapu tetangga.
  2. Kalau pilih pacar, pilihlah yang hobinya makan bakso supaya kalau nangis gampang diem. Bakso ada di mana-mana, selain itu juga ngirit dan tidak neko-neko. Zaman sekarang makan bakso merupakan aktivitas yang prestisius dan high class ha..ha…

49 responses to “CERBUNG (Cerita Bikin Kembung) Ver. 1.0

  1. Kalo gak bisa petik gitar, pukul bedug aja
    hehehe…..πŸ™‚

    Eh..kok nyebut-2 Pasar Porong? Waduh…tetangga dong?

    Hejis: kasihan mas, bedug gak salah koq dipukuli… hihiy..
    Benul, kita tetangga. Sampeyan di mana? Kalau saya di Porong ke sana dikit, Purwosari ke sana dikit lagi, Lawang ke sana lagi… sampe deh di Malang. Ke sini tha, mau?πŸ˜€

  2. satu lagi pak.. pelajarannya…
    jangan punya “anu” jauh2.. lah kok di Rostov on Don (ehm.. eh salah ya…? ntar deh baca ulang..:mrgreen: )

    Hejis: benul, jangan jauh2. Hati bisa jatuh. Iya, perlu dibaca ulang soalnya minggu depan diadakan ulangan harian…hihiy…:mrgreen:

  3. Wah ceritanya bagus pak..
    Thx ya pak, buat aku senyum pas baca, padahal lagi sedih..

    Hejis: Aduh, kenapa bidadari koq sedih? Bagaimana lukanya, sudah sembuh? Kalau lagi sedih bikin puisi ya. Bagus koq puisi-puisi mbak Re. Jangan pulisi ya. Thx juga buat senyumnya.πŸ˜€

  4. hahahahha…lucu neh…nama panggilannya kakanda tapi melow dan sensi bangettttt…

    Hejis: Iya, gak tahu tuh kenapa Kakanda melow (melotot wow) dan sensi (senang sikut2an):mrgreen:

  5. mas, gambarnya eksotis banget hihihi….
    mas mas, ini cerita pengalaman pribadi ya? hahaha…seru mas seru hihihi… aku suka bakso tp kalo ngambek ga dibeliin bakso, katanya “ati2 ndut kalo makan bakso sekarang banyak yg pake formalin sm daging tikus…”πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

    Hejis: Iya, mba’e erotis eksotis. Kan lagi kangen? Memang, itu pengalaman pribadi sama anu saya yang lagi kerja di Metropolitan televisyen di seberang meja…
    Kalau begitu, makan formalin sama tikus ya, siapa tahu mengandung bakso.. hihiy… πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ (Hwek! banyak punya saya)

  6. Mas,
    kalau saya suka ayam goreng…
    Kayaknya KFC juga banyak di mana-mana kan…
    hihihi..

    (sumprit, ini bener-bener bikin kembung! hahaha)

    Hejis: Itu kan saran untuk orang lain, Jeung. Kalau saya pribadi suka perempuan yang suka ayam. Jadi kalau pas lagi bokek, ayamnya bisa dijuwal.. hiihiy…:mrgreen:

  7. Wikikikik mas hejis ada ada idenya dari kambing,bakso,rhoma irama sampe bang toyib bisa jadi cerita ahak ahak ahak sumpe deh sie sampe ngakak..
    Mau doong ndaftar jadi pemeran utama dicerita berikutnya hik hik..πŸ˜€

    Kereen mas,ditunggu lanjutannya!

    Hejis: Lha itu semua lingkungan pergaulan saya, kecuali Rhoma Irama dan Bang Toyib.
    Mau thah? Tapi, biasanya pemeran utama lebih dulu harus diadusi eh.. apa itu namanya, diaudisi ya. Ya, kapan2. Apa sih yang enggak buat mbak SieπŸ˜€

  8. Saya mah sukanya nie ayam bakso….
    Minumnya Cappucino float…he….
    SLam kenaL…Ditunggu kalo mau traktir…waakaakkkkakkkkkkkkkkk……….

    Hejis: Lhah, sukanya koq banyak bangetz: mi, ayam, bakso? Ya ya, beres kalo mau ditraktir. Entar kalo pulang ke jogjack, mau ke samirono, kadipiro, atau mana neh? Salam kenal jugaπŸ˜€

  9. Jadi kepengen makan bakso sapi PSP Pontianak…………ngiler…hanya bisa membayangkan aza..

    Rindu…untuk seseorang diseberang sana
    Menyiksa …tapi mampu membuat aku ingin selalu berharap
    Berharap mendengar suaranya…melihatnya dan mendekapnya
    Rindu…entah berapa lama rasa ini akan terus mengangguku
    Entah berapa lama rindu ini akan mendapat jawaban darimu
    terobati oleh….. kehadiranmu

    Ditunggu sambungannya ya mas Hejis!

    Hejis: Lhah, rindu sama tukang bakso ya mbak Lina? Hihiy…:mrgreen:

  10. Sudah nyiapkan duit untuk beli hewan kurban ?

    Hejis: Ya cak Nun. Ini lagi ngumpulin duit. Siapa tahu cerita laku dijuwal… hihiy…:mrgreen:

  11. ngebayangin gimana ya mas Heru dulu ngerayu pacarnya yg lagi ngambek terus nyanyi2 smbl maen gitar di warung bakso
    hahahahahahahaha….

    Hejis: yang pertama saya rayu tukang baksonya…πŸ˜€

  12. 1. Kalau kangen dengan kekasih, petiklah gitar. Jangan memetik mangga tetangga. Bisa benjol-benjol kepala digebug sapu tetangga.>> heu… hoho
    2. Kalau pilih pacar, pilihlah yang hobinya makan bakso supaya kalau nangis gampang diem. Bakso ada di mana-mana, selain itu juga ngirit dan tidak neko-neko. Zaman sekarang makan bakso merupakan aktivitas yang prestisius dan high class ha..ha… >> yuu ^^

    Hejis: yuuuuuu ^^

  13. Wah wah wah … luar biasa. Kagum deh.

    Hejis: wah..wah..wuah.. *kepedesan*:mrgreen:

  14. Kirain critanya bakal bersambung hehe…:D

    kikikikikk pak dimannya itu loh bang ;;;;;;

    Anggun ma bakso ada hubangan apaya ???

    Hiahahahaha…….. adaaaaa ajaaaa………
    jangan metik gitar diwarung bakso, ntar dikasi recehhh
    ooo kalo lagi nangis lalu disumpal mulutnya make bakso yaaa.. keselleg dwong ntarrrr

    Hejis: anggun dan bakso hubungannya akraaaab banget. Enak lho disumpal bakso…πŸ˜€

  15. aku suka baso,mas. basonya mas Kabul.hehe…

    Hejis: asal jangan baksonya Tesy (Kabul) ya mas…πŸ˜€

  16. Uh, ini rawian kekangenan yang membludak!

    Tapi point nomot 2 dari pejaran yang bisa dipetik cukup menakjubkan juga. Bahwa zaman sekarang makan bakso merupakan aktivitas yang prestisius dan high class.

    Haha!

    Hejis: iya, mas. High class low price he..he..

  17. saya suka pelajarannya..:mrgreen:
    eh, tapi kalo wanita2 itu ngambek pengen kompensasi lebih ntar repot loooh.. hhh.. women… gara2 mas heru jadi kangen nih. ikut teriak bentar, aaarrrgghhh… udah..:mrgreen:

    Hejis: kangen anunya, ya mas? Ntar malah ngibrit kalau diteriaki… hihiy..πŸ˜€

  18. anggota ABRI jg ya, Pak!? Anak Buah Roma Irama.:mrgreen:

    Hejis:… hihiy…

  19. Hahahahha…..Pak hejiiiiiissss….Makasih sudah bikin Yaya terpingkal-pingkal pagi ini, karena Yaya lagi sedih…..semuanya tumplek bleg disiniπŸ˜€ hahahahaha…..ngakak gak berhenti-berhenti ini. Hop….takut disumpel bakso ama pak Hejis…

    Hejis: …hihiy… sampai terpental-pental. Kenapa sedih sampai terpuruk bagitu? Cup…cup… jangan nangis ya.πŸ˜€

  20. lha kok komen saya gak masuk yang kemarin😦

  21. alhamdulillah sekarang dah masuk…memang emmabca cerita itu kalo di warnet bisa bikin kembung apalagi lemot sekali koneksinya:mrgreen:

    Hejis: apa yang masuk, mas Heri,..hihiy.. Jangan di warnet yang lemot, mas. Pindah aja ke warteg, dijamin wareg.:mrgreen:

  22. Nah, ini dia pelajaran yang dapat dipetik dari cerita ini :
    Hihihi, saya sampai cekikikan sendiri nich mas HeruπŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

    Oyach mas Heru saya kasih info nich, nama mas Heru juga tercantum di blog saya lho sebagai penerima award Istimewa versi Bintang 2008. Ayo buruan mampir biar langsung saya kasih apreasinya πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

    Best regard,
    Bintang
    http://elindasari.wordpress.com

    Hejis: boleh tertawa, tapi jangan sampe orang sekampung bangun semua… hihiy..
    Iya, mbak nanti saya mampir.πŸ˜€

  23. doh! salah masuk blog kayaknya, malah jadi sakit perut!!!πŸ˜†

    Hejis: Gak papa, asal jangan salah keluarnya, ya mbak nanti malah kesasar.πŸ˜†

  24. πŸ˜†
    cerita bikin saia kentut2..karena ketawa..πŸ˜†

    Hejis: ah mbak namada bisa aja smp bisa kentut berkali2 sambil tertawa:mrgreen:

  25. jadi kalo wanita ngambek gak dikasi bunga lagi sekarang?

    Hejis: wanita masih terima bunga, mas Boyin. Cuma kalau yang mengasih telah pulang, bunga itu dijuwal untuk beli… bakso!

  26. bang……..salut. menyenangkan.menyegarkan dan tentu saja keren bang tulisannya ini.
    salam hangat selalu
    aku senang abang slalu hadir di tulisanku bang. terima kasih banyak atas persahabatan ini. I miss U………..halah! bisa bisanya si blue aza tuh bang hehehe.

    Hejis: Syukurlah kalau cerita ini bikin senang. Jadi mereka gak nangis lagi. I miss U juga… Walah, ikut2an ya.:mrgreen:

  27. wakakak!
    duh, ceritanya ngaco banget deh. untung udah diantisipasi sejak awal.
    kalau gitu, saya jadi wanita penggemar bakso aja deh, biar kepulangan saya ntar disambut meriah.

    Hejis: Benul, mbak Mars cerita ini ngaco (nganggo tauco). Untung mbak sudah pake antiseptik sejak awal. Tentu, nanti kalau mbak Mars pulang kami sambut dengan tari2an, spanduk, dan dinaikkan kuda lalu diarak… hihihiy:mrgreen:

  28. salam kenal juga, pak/mas/bang *binun musti manggil apa*
    hehe..
    critanya mantaph, saya paling suka bagian ini :
    “Kalau pilih pacar, pilihlah yang hobinya makan bakso supaya kalau nangis gampang diem. Bakso ada di mana-mana”

    ^^
    kocak abis

    Hejis: Terima kasih. Panggil aja mas, biar agak mahalan dikit harganya. Lagian saya kakak kelas mbak Mei koq di Unpad… Salam hangat ya.πŸ˜€

  29. hahaha…bener2 bkn kembung…
    blup..blup..blupp…
    hehe

    Hejis: Habis ini jangan lupa kerokan ya biar gak kembung lagi, mbak Sarah… hihihiy..πŸ˜€

  30. keren deh bang tulisannya. jd terharu….

    Hejis: terima kasih, mbak. Saya juga terharu mbak mau ke sini. Salam kenal yaπŸ™‚

  31. Pak Hejis, cerita yang dituangkan dengan bahasa yang sangat menarik. Aku jadi ingat bakso presiden dibelakan Mitra Plaza malang atau Stasiun kereta api. Masih ada ga ya??? … Dari semua cerita yang membuat saya rindu adalah bakso presiden.. 😦 Thanks

    Hejis: Terima kasih telah tertarik, mbak Yulis. Bakso itu masih ada, nanti kalau mbak ke Malang jalan2 ke sana, siapa tahu saya bisa menemani dan mentraktir… hihiy..πŸ˜€

  32. duhh ngantuk nih bang, nulis komen jam 12.58AM. komen dulu br baca ya bang.
    huaaaahemmmm….

    Hejis: iya, gak papa. Istirahat dulu nanti disambung lagi. Terima kasih yaπŸ˜€

  33. wa..kak..kakk..
    lucu sekali ceritanya. saya usul dilanjutkan bab berikutnya. biar bisa jadi buku kayak laskar pelangi. karena dari malang saya usul judulnya laskar apel…apelangi..pelangi..alangkah indahmu…..kalo dah dapat royalti, tolong saya dikirimi kambing qurbannya….

    Hejis: wakak..kak..kak.. laskar apelangi! Ide yang bagus, mas. Cuma saya belum pernah nulis cerita fiksi. Paling2 tulisan saya nonfiksi. Itupun masih gathul-grathul. Saya diwuruki ya mas, biar tambah pede. Salam hangatπŸ˜€

  34. Salam satu jiwa, arema, aremba. Kumpul2 bareng? bolehlah. Syukur2 kalo bisa naik ke panderman. minimal di lembahnya…

  35. Woe cerpret (cerita cepret alias pendek)..

    Pak hejis disini sabagai tokoh yang mana? sebagai pekerja di salon yang badannya cukup kekar, tapi suaranya kemayu yah..?wakaka..cerem.

    btw nice strory Pak.

    Hejis: ceprat-cepret… hihiy… Wah, bagus. Milihnya yang kemayu ya? wkakaak…πŸ˜€

  36. saya jadi ikut klilipen baksone *halah*

    ooo dirimu di malang yho
    daku juga di malang loh
    deket sama brawijaya
    trus naek angkot ke arjosari, naek bis jurusan surabaya, dari terminal bungurasih gnti naek angkot bis kota ke terminal bratang, abis itu naek angkot ke stasiun gubeng, trus beli tiket jurusan jakarta, tak enteni ndek gambir

    Hejis: Lho dirimu koq sampe bratang segala. Hati2 nanti kena garukan…:mrgreen:

  37. selamat malam……..
    semangat bikin yang segar segar lagi dong bang………..halah! si blue emang keganjenan sama abang hehehe ………di kasih uang tuk beli makanan nich halah!
    salam hangat selalu

    Hejis: Ya deh, nanti bikin yang segar2 lagi ya. Jangan nangis. Jika kurang segar ditambahi es, biar nyesss…

  38. wakakaka……
    pelajaran yang bisa dipetik kok aneh. Gimana gak aneh lah wong beli bakso kalo di Jakarta gak enak. Rasanya beda sama yang di Malang. Hiks….

    kapan2 kalo ke malang cari bakso ah…

    Hejis: bakso enak di Jakarta itu lho di Cendana, sebelah kiri warnet❓

  39. lha kalo ndak bisa main gitar piye ?
    bakso ? kok bakso…….πŸ˜€

    Hejis: … hihiy… Mas Goen, partai2 yg sekarang bersaing diam2 memiliki kiat untuk memerintah tanpa demo2. Caranya? Mereka akan membuat UU bahwa setiap warga harus bisa main gitar. Tujuannya agar mereka tidak banyak mengkritik kebijakan pemerintah karena sibuk ngapalin krip2 gitar, C… F… Dm… G. Jadi gak banyak lagi demo.. hehehe..
    Bakso? au ahh gelap…:mrgreen:

  40. kenapa bakso? mending gorengan ajah… kepepetnya bisa dibikinin sendiri hehehe…πŸ˜€

    Hejis: iya ya, mbak. Gorengan! Kalau anunya nangis… digoreng ajah… hihiy.:mrgreen:

  41. Kalau pilih pacar, pilihlah yang hobinya makan bakso supaya kalau nangis gampang diem. Bakso ada di mana-mana, selain itu juga ngirit dan tidak neko-neko. Zaman sekarang makan bakso merupakan aktivitas yang prestisius dan high class ha..ha…

    # kalo gw pilih pacar anaknya tukang bakso tetangga sebelah soalnya anaknya cukep dan seksi……
    hwahahaha… πŸ™‚

    Hejis: lho jangan yang itu, mas Tuyi. Dia sudah lama saya taksir….:mrgreen:

  42. wakakakaakakakaka….addddduh bapak hejis ini lhooo….aku -berentri…ngena banget ceritanya….sampe ketawa sampe ngakak ga berenti wakakakaakakaka…hihihi terus terus..ada kabar apa lagi dengan kakanda???

  43. di Cendana? serius? yang mana ya?…
    *air liur menetes..

    Hejis: kalau sekarg tidak ada ya berarti sudah pindah ke Malang… hihihiy… *ngelap iler*

  44. wadoh2.
    saya jadi senyum2 sendiri nih, pak.
    haiyoh, tanggung jawab. berhentinya kalo dibeliin bakso sama pak hejis.

    hahahaha, makasih bikin saya ketawa.πŸ˜†

    Hejis: nah begitu lebih baik daripada nangis ya, mbak Fannie. Boleh, boleh nanti saya traktir bakso biar diem ya.πŸ˜€
    hahahaha, makasih bikin saya seneng.πŸ˜†

  45. hahahahha …. lucu ! … aku suka ttg 2 pelajaran yg bisa dipetik …. aku suka banget tulisan2 yg bisa bikin ngakak terbahak-bahakπŸ˜› thank you !

    Hejis: masak sih lucu? Huaha..ha… iya baru nyadar. Syukurlah mbak masih seneng ketawa. Kapan2 ke sini lagi ya?πŸ˜€

  46. Yang bikin penasaran itu, itu lagunya sapa ya..kok nggak pernah denger rilisannya….
    Nah trus yang nawari kambing itu sapa? (Nggak penting yah)

    Hejis: Mbak, lagu itu memang ada baik syairnya maupun liriknya. Cuma bikinan sendiri. Merduuuu bangetz koq. Trus yang nawari kambing itu ya penjual kambing… hihiy…πŸ˜€

  47. aduh mas hejis, lucu banget cerita yang bikin kembung ini, aq jadi tertawa ni… pas dengan kondisi saat ini, …. heeeee

    Hejis: he..he.. emangnya kondisi mbak sedang kenapa?:mrgreen:

  48. Salut mas heru, bener2 keren. Sungguh ngebuat cair hati yang galau. Komunikasi kalau dikaji memang menarik. Terus berkarya sobat..πŸ˜‰

    Hejis: mas Agung ini kalau memberikan komen di blog mana pun saya perhatikan, menyejukkan lho. Terima kasih yaπŸ˜€

  49. Ping-balik: REFLEKSI: Menangani Gosip «

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s