REFLEKSI: Menangani Gosip

GOSIP DI MANA-MANA

Oleh Hejis

Hidup yang penuh warna sehingga indah dijalani oleh pribadi yang menghargai kekonyolan pada suatu saat dan menghargai keseriusan pada saat yang lain secara proporsional”.

PENGANTAR
Saat saya memposting artikel yang banyak mengandung zat konyol, misalnya CERBUNG, saya merasa nyaman-nyaman saja. Saya bahagia bisa tersenyum sendiri melihat tulisan saya itu. Saya juga bahagia lebih banyak lagi saat orang lain juga tersenyum, bahkan terbahak. Mengapa menulis sendiri jadi tersenyum sendiri? Tak lain karena kalau saya menulis seperti orang kesurupan tak tahu apa itu lucu apa tidak. Setelah selesai lalu saya membaca ulang. Saya jadi tersenyum, lho koq saya menulis seperti ini? Gendheng, gendheng, begitu kata saya sendiri…he..he..

Tetapi jangan khawatir, saya masih mengingat niat awal membuat blog dengan nama KAJIAN KOMUNIKASI ini, yakni mengkaji fenomena komunikasi manusia dari berbagai konteks. Kita dapat memelajari komunikasi lewat blog ini secara bersama-sama. Oleh karena itu, postingan-postingan saya selang-seling. Serius-Guyon, Serius-Guyon, Guyon-Gendheng… ha…ha…

Lalu bagaimana tentang CERBUNG? Jangan khawatir, saya masih ingin menjadi pribadi yang colorful. Jadi masih akan ada, insya Allah, artikel-artikel yang banyol-banyol dan konyol-konyol.

Kini saatnya agak serius. Kini saatnya saya menulis ilmu komunikasi. Kini giliran menulis tentang gosip. Ya, tentang gosip dan penanganannya dari perspektif Komunikasi Organisasi.

Mengapa orang menggosip, misalnya di kantor? Banyak sekali orang suka menggosip sampai-sampai gosip menjadi komoditas di media massa (seperti barang atau jasa yang dapat diperjual-belikan). Hal ini karena:

  1. orang-orang perlu berbicara dengan orang dewasa lainnya, dan banyak di antaranya yang memang suka menggunjing (menggosip)
  2. beberapa orang tidak seperti orang pada umumnya. Mereka memiliki sedikit kesamaan dengan orang lainnya sehingga menggunjing tentang hal kehidupan keluarga, anak-anak, kebijakan perusahaan, dan sebagainya.
  3. orang berusaha untuk cocok dengan orang lain
  4. menyampaikan informasi menimbulkan perasaan meningkatnya harga diri
  5. orang memiliki perasaan frustrasi yang kuat dan mereka mencari cara untuk melampiaskan kemarahannya
  6. orang mencari dukungan

Begitu kata bu lik Margaret Leitch Copeland dan bu lik Holly Elissa Bruno (2008) tentang penyebab orang menggosip atau menggunjing. Demi Anda, maka saya menambahkan:

  • orang iri terhadap kelebihan orang lain
  • orang cenderung memberikan informasi yang utuh, sehingga jika ada informasi yang kurang lengkap maka ia akan menambahkan informasi yang tidak ada dengan persepsinya sendiri.

Lalu, bagaimana menangani gosip? Jika Anda seorang pemimpin, maka Anda perlu mengambil langkah segera, misalnya memelajari pedoman dari The NAEYC Code of Ethical Conduct (1998) tentang penanganan gosip:

  • Tanggung jawab etis kepada keluarga: mengembangkan hubungan saling percaya dengan keluarga teman-teman kita dengan cara memelihara kerahasiaan dan saling menghargai hak-hak keluarga orang lain
  • Tanggung jawab etis kepada para kolega: mengembangkan hubungan yang menghormati, memercayai, dan bekerja sama dengan para kolega

Menurut bu lik Margaret Leitch Copeland dan bu lik Holly Elissa Bruno (kedua pakar ini sudah saya anggap seperti bu lik saya sendiri meskipun mereka tidak kenal saya. Biarin aja ya…), seorang pemimpin perlu memiliki cara untuk mengonfrontasikan dua pihak yang bermasalah dengan gosip. Orang-orang perlu melakukan pelatihan tentang cara mempertemukan pihak-pihak untuk menuntaskan masalah gosip tanpa terjebak saling menyalahkan. Ada empat prinsip untuk mempertemukan orang-orang yang bermasalah dengan gosip:

  1. Masing-masing pihak mendapatkan lamanya waktu yang sama untuk mengungkapkan masalahnya (mungkin perlu menggunakan timer) tanpa disela atau diinterupsi oleh pihak lainnya.
  2. Mendengarkan secara aktif diperlukan. Pihak-pihak itu disarankan untuk melakukan paraphrasing (salah satu teknik mendengarkan secara aktif). Masih ingatkah postingan saya yang berjudul “Kiat Komunikasi: Mendengar(KAN)”?
  3. Ungkapan-ungkapan seperti “Anda seharusnya tidak…” atau “Anda seharusnya…” bukan ungkapan yang tepat. Akan lebih baik jika ungkapannya “Apakah ini bersifat rahasia…?”, “Mengapa saya perlu mengetahui hal ini…?”, “Jika Anda… maukah hal ini kita diskusikan?”
  4. Buatlah diskusi itu bergeser dari masalah pribadi ke masalah yang lebih umum.

Demikianlah pembahasan tentang gosip yang sepintas kilas saja. Untuk pembahasan yang lebih lengkap Anda perlu bertemu saya untuk menggosip tentang gosip…ha..ha..

Semoga ada manfaatnya ya. Dadah…dadah…:mrgreen:

**********

CATATAN:
Artikel ini kudedikasikan untuk seluruh sahabat sekalian, secara khusus mbak Indah Rephi yang dalam hidup yang cuma sekali ini gak doyan jengkol…he…he… serta sahabat yang sedang kena gosip lainnya

63 responses to “REFLEKSI: Menangani Gosip

  1. untuk sebagian kalangan malah pingin di gosipin..yang pingin jadi artis misalnya..hee

    Hejis: Betul, mas Indra. Sebagian kecil artis menganggap apa pun beritanya yang penting disebut namanya..he..he..

  2. fenomena gosip memang membentuk manusia untuk saling perhatian dgn sesamanya baik gosip itu baik dan buruk toh semuanya bermanfaat yang intinya manusia adalah makluk sosial yang cenderung pingin mengerti orang lain di luar dirinya he…. sok tau … pernah baca sich !!! namun kesalahan besar dimana gosip ditempatkan pada tataran HAM dan runtut pribadi orang lain sehingga banyak merugikan dan pencemaran nama baik. dan sampai sekarang belum tau efek apakah yang akan muncul dengan fenomena gosip bagi hubungan antar manusia …..

    Hejis: siip lah!

  3. pak butuh kajiankomunikasi, bukan laswellian. buat bahan skripsi teori terbaru he….

  4. manfaatnya banyak banget bang untuk yang suka bergosip dan yang ingin digosipin..hehehe……….teyus blue kapan digosipin sama abang……….lari menjauh dari sepatu tentara abang..hehehe
    salam hangat selalu

    Hejis: iya, mas Blue. Bisa banyak manfaatnya juga. Mau digosipin? Ya deh…ha..ha..

  5. saya suka gosip tentang teknologi di bidang kesehatan.. dan family issue.. hehe.. klo yang begini.. kategorinya gosip bukan yah?? kan ngomongin barang yang dipake..😀

    Hejis: bisa, bisa…he..he.. sing waras ngalah..he..he..

  6. wah, bagus artikelnya pak, semoga saja bermanfaat bagi yang membaca🙂

    Hejis: terima kasih. Ya, semoga bermanfaat.

  7. mas hejis, ikutan IBSN blog award yuk….
    *ini bukan gosip lho…* hehehehe😀

    Hejis: wah, pasti kalah mas Agung…ha..ha.. Iya deh nanti. Makasih ya..😀

  8. Saya suka dengar gosip tentang Mas Hejis😆

    ada ngak yang mau bergosip ria tentang Mas hejis dengan saya…pasti seru? *ditantang nih*:mrgreen:

    selamat menikmati akhir pekan yang membahagiakanmu dan keluarga! :

    Hejis: teman-teman, tuh ditantang mbak Lina. Mau?
    Ya, mbak. Terima kasih. Salam kembali dari saya untuk keluarga mbak Lina.😀

  9. Sssttt….ini bukan gosip kan?

    Hejis: ha..ha.. mudahan bukan gosip. Selamat datang pak Suhadi. Terima kasih.😀

  10. biasanya sih akhir pekan gini ngumpul bareng teman2 dan ngegosip, hehhehe.

    Hejis: wah asyik dong ngumpul2, mas Soerdjak. Ikutan dong…😀

  11. saya malah jadi bingung membaca postingan yang (katanya) serius ini.
    sebentar,…..mungkin karena saya baru 2 kali membacanya.
    akan saya coba ulang lagi beberapa kali …..

    tapi ngomong2 tentang mbak Indah Rephi itu ya pak….ternyata dia itu…..nganu…psst…ppss.tt……jangan bilang2 lho ya…….jangan bilang siapa2…..rhs pak, rhs….

    Hejis: Huahaha..ha.. Itu sudah disetel super serius lho!
    Awas lho, nanti tak wadulke mba’e…he..he..

  12. Inilah gosip tentang pergosipan…
    Bukankah gosip makin digosok makin sip. Hehe.

    Tapi ulasannya sangat bermanfaat, Pak Hejis.

    Hejis: ya, beberapa orang malah menggosok2 supaya makin sip. Terima kasih mas Daniel.🙂

  13. Gosipnya sih, blog Pak Hejis ini penuh gosip ….

    Hejis: kayaknya… betul ya…he..he.. Matur nuwun rawuhipun, mbak Tuti.

  14. dlm Islam menggosip alias menggibah itu dosa.
    smoga ya kita gak suka ngegosipin aib orang.

    Hejis: akur, mas. Sip!

  15. Ada yg sengaja mencari wartawan, suruh tulis gosipnya– Nah biar ngetop gitu…

    Wih, gosip itu dosa loh..
    Jadi sebaiknya dihindari aja..

    Hejis: Betul, mas. Banyak buruknya daripada baiknya.

  16. perlu ditambahkan manajemen gosip dalam kurikulum kampus kayaknya, Pak. Daripada ngegosipnya harus ke belakang kampus (warung mbak An) hehe..

    Hejis: kayake begitu, yo mas. Lha warung mbak An kan semacam kantor berita ya..he..he..

  17. missi, numpang lewat doang.
    kesian dah guwe.
    malem minggu malah blogwalking…
    bukannya walking walking ajah ama temen temen :((

    http://nyurian.wordpress.com:mrgreen:

    Hejis: ya gak papa. Sini deket2 biar kita bisa malem mingguan di sini. Salam hangat.😀

  18. masyarakat kita,terutama kaum hawa itu nggak lepas dari yang namanya gosip, kadang jika nggak ada gosip mereka(aku nggak termasuk) suka cari-cari gosip..hehehe

    btw, bagus Pak, bisa bermanfaat

    Hejis: berarti untuk mengatasi supaya gak nggosip, kaum hawa harus operasi ganti kelamin ya, mbak Re? He..he..
    Ya, terima kasih ya. Salam hangat.😀

  19. Kata guru mengaji saya bergunjing itu jika benar beritanya maka hukumnya gibah dan itu haram dan jika berita itu salah maka akan bernama fitnah yang lebih kejam dari pembunuhan ….

    artinya JANGAN bergosip kali yah🙂

    Hejis: betul mbak Rin. Menggosipkan orang lain ujung2nya menjelek2kan ya. Salam hangat.😀

  20. cuman konotasi gossip lebih banyak ke negatif, itulah yang terjadi sekarang….jarang orang ngegosip karena termotivasi untuk menjadi yang lebih baik..

    Hejis: menggosip memang bersifat negatif ya mas. Lebih baik waktunya dipergunakan untuk hal yang bermanfaat.

  21. gosip thu merugikan…

    tulisanny bagus pak dosen🙂

    Hejis: ya, semoga kita gak akan menggosip ya mbak… Terima kasih. Salam hangat.😀

  22. Denger2 dunia gosip menggosip ini melekat dengan kaum perempuan. Memang sih tidak sedikit kaum lelakipun ada yang suka bergosip, tapi gosipnya gosip yang lebih dewasa tentang profesilah, kenaikan pangkatlag, pen caleg an lah. Bukan gosip yang semata2 menjatuhkan harkat martabat orang ketiga yang digosipkan.

    Anehnya tingkat emosi pada saat menggosip entah laki laki atau perempuan selalu dilandasi dengan sikapo penuh emosional.

    Dunia infotainment pun sama…semua isinya blak-blakan lebih berbau gosip…..sekarang tugas kita nih mas untuk mengarahkan diri kita mau dibawa kemana? suka bergosip silahkan…nggak juga silahkan….Deal??

    Hejis: deal, Pakde… tos dulu. Sangat menarik lho, karena Pakde kalau gak salah orang media juga. Jadi saya dapat banyak berharap bahwa media juga mengedepankan unsur edukatifnya ya Pakde?

  23. lah gimana
    puassss membahas dg org yg sama pandangannya wkekkekekeke

    Hejis: yo wis dipuas-puasin. Sudah? Puass, Puass? huaha…ha… Nek ono mbak Cebong dadi rame dunia persilatan…:mrgreen:

  24. senang rasanya jika abang selalu bersemangat dalam menjalankan kehidupan ini.
    semaoga menyenangkan
    salam hangat selalu

    Hejis: Saya juga senang kawan, kamu menyemangatiku. Salam hangat😀

  25. Semakin tajam, dan mendebarkan he he. Mas, saya ini orang khatulistiwa, tulung pang kenikmatan di blog ini jangan diulu-ulu dengan jatuhan iceberg he he. Salam. Semangat.

    Hejis: terima kasih, bos. Salju itu dikasih bonus Om WordPress, bos ai. Salam semangat juga ya..he..he..

  26. batangnya udh di babat abis! hehe…

    Hejis: Huahuaha..ha..ha.. batang pisang! ha..ha..

  27. Menggosip itu bikin ketagihan pak…
    Makanya sekali bergosip biasanya keterusan
    Kalo gak mau keterusan, makanya jangan mulai menggosip..

    Hejis: ya, ya. Semacam candu ya mbak…😀

  28. Untung saya bukan tipe penggosip bang.
    Eh bang…tau gak??? Si A sekarang lg deket ma si B. Padahal si A dah punya suami dan si B dan beristri. Duh, kok bisa mereka pacaran ya?
    (ups..ini gosip ya? hehehe)
    Bagus artikelnya bang….

    Hejis: ngakunya gak suka gosip? Hwakkak..kak…😀
    Terima kasih mas Bendol.

  29. Pak, saya suka caranya Bu lik Margaret Leitch Copeland dan bu lik Holly Elissa Bruno, habis ditengahi, sok kek orang tua gitu, habis gitu ditinggal, biar “berantem sendiri”:mrgreen:

    Hejis: hwakkak..kak…:mrgreen:

  30. wah kalo ane … biarain aja…
    hehehe

    Hejis: kadang2 cara itu manjur, mas..

  31. jadi gosip itu baik apa buruk?

    Hejis: menurut petunjuk Bapak Presiden, gosip itu…

  32. Iya… menggosip itu seperti memakan bangkai saudaranya sendiri.. 😦

    Hejis: nah! Ini analogi baru yang bagus!

  33. mengapa org² suka nggosipin org lain??? krn itu sudah jd sifat dasar manusia (merasa dirinya paling baik), makanya media yg menyajikan aib & hal² lain ttg kehidupan org lain sangat di gandrungi masyarakat….🙄

    Hejis: jadi gosip gak bisa ilang, ya mas…😀

  34. Saya untungnya ga suka gosip.😛

    Hejis: Alhamdulillah kalau mas Rian gak suka gosip. Itu tanda orang baek, mas!

  35. Karena kita lebih suka ngomong daripada menulis. Ngomong bisa berjam-jam, tapi kalau menulis baru satu alinea saja sudah pusing. Gosip jadi santapan sehari-hari karena budaya ngomong lebih besar dibanding menulis. Banyak ngomong banyak bohong ? Bener kadit ?

    Hejis: Bener banget, Cak Nun. *salaman… rangkulan…*

  36. ada alasanya gak yah, kalau Ibu-ibu lebih suka ngegosib daripada bapak-bapak ^^

    apakah masyarakat kita lebih mementingkan norma di banding nilai, hingga hobinya ngegosib.

    SENYUM-SENYUM🙂

    Hejis: ada alasannya! *senyum-senyum juga…*

  37. daripada ikutan nggosip… saya tidur aja deh yah pak…

    (tidur dan mimpi nggosip.. heheh…)

    Hejis: kalau begitu, tunggu ya. Saya nyusul tidur, ada info baru nih buat gosip di alam tidur…hihiy…😀

  38. mungkin ada baiknya bergosip di dalam hati saja ya bang…..:mrgreen: atau dengan telepati…..

    Hejis: haha..ha.. atau nggosip tapi mulutnya diplester…he..he..

  39. gosip: kabar yang makin digosok makin siph…🙂
    positifnya kalo kita digosipin berarti ada yang perhatian sama kita… he..😉

    Hejis: jadi begitu ya, mbak Ayu? Pantesan kalo pada gosip seminggu gak kelar-kelar…he..he..

  40. Lagi digosipin nih…
    Katanya saya cantik dan menawan hati…
    Padahal kan saya nggak seperti itu.
    Saya cuman SANGAT cantik dan SANGAT menawan hati..
    hehehehe…

    Makasih buat tips-tipsnya.
    Lagi perlu juga buat ngatasin gosip2 temen satu kantor.. hhuhuhu… *nangis.com*

    Hejis: huaha..ha.. walaupun orang sedunia mengatakan Jeung itu cantik dan menawan hati, saya tetep gak percaya. Yang saya tahu Jeung itu cantik+manis+memenjara hati+baek… tapi nangisan…he..he..
    *lumayan dapet persenan*
    Ngomong2, foto dirimu yang terbaru lebih oke!
    *lumayan dapet persenan lagi!*:mrgreen:

  41. gosip, org bilang sich fakta yg tertunda…well, klo aQ pribadi, gosip apapun itu dan di mnpun tidak harus ditanggapi serius, sampai benar2 ada faktanya…
    ambil hikmahnya saja🙂 Tul g?😀

    Hejis: betul, mbak Sarah. Masa tidak? Nanti saya dijewer, kalo gak setuju..ha..ha..

  42. Asslm Mas Hejis, Artikel yang luar biasa menarik. saya tahu gosip itu jelek, tapi gak tahu ya Mas, saya kalo tahu sebuah rahasia, sebuah berita yang belum pasti kebenarannya, rasanya mulut ini gatal pengen ngomong ke temen. syukurnya, sejak menikah suami saya yang sering mengingatkan saya untuk tidak ngobrolin orang. dia suka nyindir saya “ayo,ibu kan orang komunikasi, harusnya tahu cara mengendalikan diri dalam bicara” hehe
    makasi artikelnya ya Mas.

    Hejis: huahaha.. kalau pas gatal mau ngengosip, langsung diolesi minyak angin, mbak Ira…ha..ha.. biar gak jadi gosip.
    Btw, salut buat suami mbak Ira. Contoh suami yang baik, yang mengingatkan istrinya. Kalau begitu sampaikan salam kepada suami mbak Ira ya.😀

  43. pak.. pak..
    saya mau nggosipin disini boleh ndak?
    kalo ndak boleh saya nitip salam aja buat bu Lik ajah.
    hahahaha… postingan keyen lagi, pak.
    mantaph.🙂

    Hejis: silahken, silahken kalo mau nggosip di sini, nanti kusediakan ruangan khusus ya mbak Fannie. Terima kasih keyennya. Salam diteruskan ke bulik..😀

  44. hah?? mas Heru kesurupaannn?? waaa..

    *kabuuurrr!!*

    Hejis: Hwakak..kak… *ngejar sambil bawa guling eh sapu*

  45. –tok–tok tokk..—
    kulonuwun…
    *balik lagi😀 *
    ada suatu perusahaan di amerika *saya lupa namanya apa ya?? * yang menerapkan peraturan yang sedikit unik. jadi begini, mereka memberi sangsi keras bagi apra karyawannya kalo kedapetan bergunjing ato bergosip *sama aja ya?*. jadi, bergunjing dan sodaranya itu, yaitu bergosip, benar2 dilarang di perusahaan itu. bahkan, perusahaan ga segan2 utk memecat karyawan yang hobi bergosip itu.
    karena, menurut management, begosip tiada gunanya, menurunkan kinjerja, dan mengganggu aktivitas hehe..
    sekian informasi dari saya ^__^

    Hejis: lah kalo diterapkan di sini, setiap hari perusahaan memecat karyawan..he..he…

  46. saya paling ngga mau digosipin yang engga engga.
    ngegosip koq yang engga engga sih
    padahal kita kan iya iya…

    gosip adalah penyakit menular dan menjalar yang belum diketemukan obatnya. indikasi penyakit ini biasanya dimulai dengan penderita merasakan gatal-gatal pada bibir untuk nyerocos.

    baru kemudian gangguan itu berulang dan menjadi semakin akut akibat informasi tambahan yang sedikit dan dugaan2 yang overdosis.

    pengobatan dan penanganannya cukup mudah. cukup disatukandangkan dengan beruang selama satu jam. dijamin berhenti ngegosip karena jadi teriak-teriak dan menjeri-jerit.

    bila keinginan gosip berlanjut hubungi dokter. tentu saja dokter yang biasa ngegosip. kunjungi dokter diluar jam praktek, dan sanah ngegosip…
    hehehe…

    Hejis: huaha..ha.. Iya deh mas Andri, nanti kita gosipkan yang iya-iya. hee..he… *komennya lucu abis*

  47. borneojarjua2008

    Nah, gosip aja bisa menjadi tulisan yang menarik, tapi nggak bikin kembung sih.

    Ada tambahan cara dalam menghadapi gosip, siapa tahu nanti terkenal, atau sebenarnya sudah digosipkan tapi tidak tahu sudah digosipkan.

    Paling tidak ada bahan, jika ada teman yang mau curhat tentang gosip. Gosip kan termasuk hal penting dalam komunikasi, yang bisa mencairkan dan juga bisa membekukan.

    Hejis: ya, benar. Mencairkan dan sekaligus membekukan. Jadi kaya lemari es panas-dingin..he..he..

  48. gosip??bukannya di gosok makin sip..dari bahan gosip dari satu bibir ke bibir lain yang tadinya biasa2 saja yang tadinya hambar jadi makin menarik manakala banyak bibir yang bicara…

    hohohoh…

    gosip…gisop…
    biar kata2nya di bolak balik tetp aja di baca nda enak😀

    mendingnyan makan bakso ajah deh dari pada bibir pait ngoosipin orang😀 hehehehe

    Hejis: jadi biar gak nggosip, bibirnya digembok ajah yah😀

  49. eh..pak heru setanne wes keluar ta??

    jangan lama2 kesurupannya yah😀 ntar ga bisa sampaikan salamku ke kakanda😀

    Hejis: setannya cewek jadi lamaa keluarnya…😀

  50. Pak Hejis, baru sibuk bergosip ta ? kok, belum muncul gosip lainnya.
    wah, habis lari pagi seger tenan pak 🙂

    Hejis: ya mas, lagi ngerjain PR..he..he… Wah mas Goen hobi lari pagi to? Bagus itu, jadi sehat! Salam anget, mas.

  51. Wah, mau donk digosipin,,,,,hahaha

    Salam kenal mas…..

    Hejis: iya, nanti saya manggil orang sekampung untuk nggosipin mas Rizky..he..he..
    Lho, kan kita udah kenalan? Linknya aja sudah kupasang.😀

  52. gosip = digosok makin siiiiipppppp….. xixixixi……..

    Hejis: begitu ya, mbak Ika? Lha yang digosok apanya dong…:mrgreen:

  53. Makanya jangan percaya sama gosip….

    Hejis: celakanya banyak yang percaya ya mas. Oya linknya boleh saya pasang kan mas Tuyi?😀

  54. wah mas heru kok bagus banget, tumben. aku jadi naksir

    Hejis: wah Plendut, bisa aja!

  55. alhamdulillah masih ingat niat awalnya buat blog:mrgreen: kiraain sudah kesasar ke jember atawa ke banyuwangi sana:mrgreen:

    Hejis: ya mas masih inget. Jadi gak nyasar ke Banyuwangi. Kadohan…he..he..

  56. Saya bukan artis ato politisi lho pak, gak usa digosip2in segala ya.. Hehehe..

    Salam kenal..

    Hejis: justru bukan artis itu, nanti kalo kugosipin mbak Is berubah jadi artis. Mau? Ha..ha.. Salam kenal sudah ditandatangani mbak. Terima kasih kunjungannya.😀

  57. gosip adalah penyakit yang menular.
    wabah kritis yang menyerang bagian organ tubuh manusia yaitu otak dan hati.
    terus…
    terus..
    ung…
    dan..
    begini…
    oh..
    gini nih..
    jadi..
    gosip itu tidak baik untuk kesehatan jasmani dan rohani anda!!!😀

    Hejis: sabar..sabar…mba’e. Kok malah jadi kesurupan? Ha..ha..

  58. saya sudah merasakan nggak enaknya digosipin…masa saya digosipin sama pacaran sama dian sastro…kan jadi nggak enak saya sama dia. apalgi nanti kalo dian sastronya mau beneran….kan berabe…

    Hejis: huaha..ha.. Dian Sastro? Itu mantan aku. Maksudnya, mantan majikan…

  59. Keknya Pak Heru sering digosipkan yah…wikikikik….kayak artis ajah nih Pak….

    Soal konyol-serius, sama deh Pak. Cuman saya banyak post konyolnya kali ya… padahal wajahnya serius banget gitu loh Pak….makanya dibilang wajah menipu..hi..hi..hi..

    Soal konyol itu mungkin karena keturunan ajah, keluarga besar nih kalo nggak konyol sebentar aja pada kena sariawan hi..hi..hi..

    Hejis: he..he.. digosipin gak papa mbak asal saya gak denger. Kayaknya begitu ya. Soalnya bayangan saya sosok mbak Is adalah orang yang pake jarik, gelung, konde, harnet. ANgguun! Sekalinya…ha..ha.. Gak papa kok mbak itu menyenangkan bagi saya. Jadi colorful! Hi..hihi..

  60. Salam hangat…bagi para gosiper (orang yang hobi nggosip) mungkin gosip adalah alat melepaskan kecemasan personal, kecemasan (atau juga iri) pada orang yang digosipkan. Saya jadi inget teori motif berkomunikasi dari Dominick bahwa dalam hal tertentu hubungan sosial/komunikasi adalah alat pelampiasan diri dari ketakutan atau cemas, dan mungkin menggosip adalah salah bentuknya. Dengan menggosip maka seseorang menjadi lebih nyaman karena kecemasannya terlampiaskan (menurut dirinya).
    Andaikan gosip itu tidak dilarang agama, kayaknya akan laku profesi sebagai pembimbing gosip yang efektif. He he he,
    kok ngak karuan ya komennya? Ya namanya juga komen ya Mas.

    Hejis: semacam eskapisme kira-kira ya Kang. Jangan cemas, komen anjeun masih karuan bukan gak karuan. ya, namanya juga komeng jadi boleh aja uhhuyyy…he..he..

  61. emang pak, kantor itu selain buat kerja, kadang jadi tempat buat nge-gosip juga,, hehe..😀

    Hejis: di kantor mbak Yun yang jago gosip siapa? Bukan mbak Yun kan? He..he.. selamet libur ya, semoga suegerrr…😀

  62. heheehe….. gosip terus, nice articel.keep sharing ya..

  63. Pak Hejis, yang ngegosip sih biasanya keki abis sama yang digosipin hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s