CIAAAAATT… JURUS PENDEKAR MAUT


Oleh Hejis

CIAAATTT….. BLARR… BLARR.. HZZZZZ…. CIAAAATTT… BLARR… BLARRR! Dalam waktu sekedipan mata pohon beringin raksasa di tengah hutan belantara alias alas gung lewang-lewung ini yang jaraknya 27 langkah dari titik tempatku bertapa dan tirakat berbunyi krekk… krekkk… bumm! Pohon yang berusia ratusan tahun itu pun roboh berdebum kena pukulan jurus “Selaksa Puyuh yang Menikah dengan Selaksa Guntur”-ku. Tak perlu menunggu sepenanakan nasi, muncullah berkelebat-kelebat bayangan dari balik pohon yang tumbang itu. Bayangan itu tidak jelas benar makhluk apa, yang jelas lebih dari satu. Sinar rembulan yang masih pucat pasi belum cukup memperjelas penglihatanku untuk dapat mendeteksi mereka. Siapa-siapa yang datang, pakai baju warna apa, lelaki apa perempuan, cantik apa tampan. Pokoknya, auah gelap!

Melihat gerakan ringan dan lincah, aku berpendapat mereka adalah pendekar-pendekar tangguh yang berilmu tinggi. Aku harus ekstra waspada. Siaga I. Siapa tahu mereka adalah para pendekar sesat “Bintang Biru” yang baru saja membantai anak-anak Palestina di gubuk-gubuk tanpa listrik, tanpa air, tanpa secuil roti pun di Jalur Gaza. Mataku yang semula liyer-liyer lalu kupelototkan agar aku dapat mengetahui siapa sejatinya mereka. Selama ini memang mataku selalu liyer-liyer saat bertapa, baik itu tapa ngrame, tapa pati geni, tapa kalong, maupun tapa konvensional. Aku belum juga berhasil. Tak ada jalan lain, maka kukeluarkan ilmu widya iswara, sebuah ilmu canggih untuk menaklukkan publik yang sering dipakai di penataran-penataran pegawai negeri seperti penataran sertifikasi guru, litigasi bencana, profesionalitas birokrasi atau penataran untuk sekadar menghabiskan anggaran, baik di tingkat lokal maupun tingkat nasional. Pokoknya ilmu yang setara dengan public speakinglah.

“Wahai ki sanak, ada gerangan apakah ki sanak berpayah diri menemuiku di tempat yang jauh dari layak untuk para ki sanak ini?”

Belum ada sahutan. Kutunggu hingga sama lamanya jangkrik mengerik berhenti bersenandung. Masih saja sunyi menggigit menambah angkernya hutan Setra Gondomayit yang terkenal angker karena konon sebagai sumber devisa segala makhluk halus yang ganas dan makhluk halus yang imut. Ada wewe, genderuwo, glundung pringis, suster ngesot, kuntilanak, banaspati, sundel bolong, kolor ijo, tuyul, dan pendekar-pendekar aliran hitam yang sengaja datang untuk berguru di rimba raya ini. Jangan tanya apakah para pendekar sesat yang haus darah di Sabra-Satila, Gaza, Tepi Barat, bekas Mesopotamia, Lebanon, atau Afganistan juga berasal dari sini. Aku tidak mengetahui.

Bayang-bayang hitam pengusik tirakatku itu belum juga membuka mulut. Sebagai orang yang pernah belajar ilmu komunikasi di kerajaan Padjadjaran, aku agak kesal dan sewot mendapati pesan yang kusampaikan tidak mendapatkan feedback. Apakah perlu kugunakan ilmu buka suara yang efeknya setara dengan cluster bomb agar mereka berbicara apa maksud kedatangan mereka mengintip pertapaanku? Sedang asyik-asyiknya hanyut memikirkan strategi apa untuk berunding dengan mereka, aku mendadak melihat kelebatan benda sebesar bola yang sering disepak-sepak David Beckham mirip bola kristal milik senjata kaum paranormal menuju ke arahku. Dengan kecepatan di atas 2 mach benda tumpul itu melesat untuk menyerangku. Tak kalah sigap kulontarkan tenaga penangkis untuk menyelamatkan diri dari kematian berkeping-keping akibat serangan mematikan itu. Jlegur! Jlegur!! Begitu bunyi beradunya dua ilmu dahsyat di tengah malam buta di rimba raya yang sebelumnya senyap abis ini.

“Wkkekk… kek… kek… ahakhakhak…”

Suara tawa mereka bersahut-sahutan, mirip bunyi loudspeaker di tempat orang berdoa di kelurahanku yang jumlahnya ada lima. Kadang indah dan kadang riuh-rendah.

Lhah! Itu sih suara tawa khas anak-anak blogger! Aku jadi bingung. Mungkinkah para pendekar sakti itu juga merangkap sebagai blogger? Dapat duit dari mana mereka bisa ngenet, walkblogging, browsing, chatting, mailing, nungging? Biasanya para pendekar sakti kan gak punya uang karena uangnya sudah dibagi-bagi untuk kaum fakir, anak yatim, korban bencana, anak putus sekolah, korban kebrutalan Israel, dan lain-lain. Ada apa ini? Kapan? Bagaimana? Siapa? Di mana? Mengapa? Auah gelap.

“Hey, Hejis, pendekar Si Buntat dari Goa Hancur! Kami ke sini mau menjumpaimu. Mau nagih tanggung jawab atas pekerjaanmu… Seenaknya sendiri ngilang dari pekerjaanmu.”

Begitu kata salah seorang dari bayangan-bayangan yang sudah menampakkan diri. Aku mengenal pendekar ini, seorang pendekar yang diberi julukan atau gelar “Pendekar Bermata Enam”. Mungkin julukan itu diberikan dengan memperhitungkan jumlah matanya ditambah empat mata kakinya! Jadi, matanya ada enam. Bukan karena ia sangat waspada dan sakti sehingga dijuluki seperti itu. Ada-ada saja.

Ya, mereka menjulukiku pendekar Si Buntat dari Goa Hancur. Jujur saja, sebenarnya aku dongkol diberi julukan yang tidak keren itu. Tetapi, mau apalagi, wong kaidah-kaidah pergaulan di dunia persilatan sudah seperti itu. Kultur komunitas sering tak mampu dilawan, betapa pun buruknya, oleh pihak yang lemah dan/atau minoritas. Pihak mayoritaslah yang memegang dominasi kultur. Di dunia persilatan, setiap orang yang terlibat dalam perkelahian dan sering menang lalu diberi julukan. Julukan itu dapat diberikan oleh orang-orang yang dibelanya atau pun dibuat oleh para musuhnya. Kadang-kadang karena lama menunggu tidak diberi gelar oleh masyarakat persilatan, seseorang membuat gelar sendiri. Tidak bedalah dengan dunia pendidikan formal. Kadang-kadang orang kehabisan akal untuk mendapatkan gelar itu, sehingga ia membeli saja gelar itu. Praktis dan sophisticated, katanya. Entahlah.

“Sebentar, sebentar, ada apa ki sanak dan rombongan datang ke sini untuk menghardik dan memarahiku?”

“Lihat blogmu itu! Banyak orang datang tetapi kamu malah ongkang-ongkang!”

“Aku sedang cuti. Kan, dulu sudah ada surat permohonan dari aku?”

“Gak bisa! Kelamaan. Lagian apa sih alasanmu cuta-cuti itu?”

“Aku gak berdaya melihat orang-orang ditindas, ditakut-takuti, dan malah banyak yang dibunuh tanpa perikemanusiaan, tanpa kemuliaan. Aku jerih tetapi tanpa daya apa pun. Ya aku mogok nulis. Tahu mengapa aku tidak nulis padahal gak ngaruh dapat menghentikan tindakan para pelaku massacre atau holocaust di Gaza sana? Karena tulisan-tulisanku mengandung unsur cengengesan, gokil, gak mutu. Bukankah tidak enak, ada orang kesusahan tetapi aku dengan cueknya nulis dan cengengas-cengenges, ketawa-ketiwi di blog. Nanti apa kata dunia?”

“Halah, alasan! Aslinya kamu malas, ya kan? Orang malas selalu punya alasan! Jika kamu punya solidaritas terhadap bangsa Palestina, kayak saya dan banyak pendekar lainnya nih! Kami menyumbang, demo, mengecam, menyumpahi semoga mereka dan gerombolan mereka dilaknat oleh Tuhan, dan menempa diri ilmu kanuragan. Setelah itu, kami mau berangkat untuk jihad di sana sebagai martir atau syuhada. Gak kayak kamu. Apa yang dapat kamu lakukan selain menyepi di rimba Setra Gondomayit ini? Apa?”

“Aku boikot jualan dari para pendukung Zionis.”

“Huahahaha… ha.. hak…, gleggh!” *keseleg*

“Ya, serius! Kemarin HPku ilang, pengen beli merek “N” yang modelnya aku suka. Tetapi, karena produsen HP itu pendonor Zionis, aku beli merek lain. Hobiku minum minumar ringan merek “CC” juga sudah kuhentikan. Aku tidak mau makan ayam goreng dari “MD”. Dan lain-lain. Bayangkan! Aku dan orang sejagad memberi untung kepada mereka kemudian untungnya sebagian dibelikan senjata lalu senjata itu mereka gunakan untuk membunuhi anak-anak Palestina. Mereka sedang memusnahkan salah sebuah peradaban. Mereka membunuh nilai kemuliaan manusia. Dengar ucapan tokoh-tokoh dari berbagai agama di dunia. Dengar ucapan orang-orang Israel sendiri yang tidak tahan kesombongan teman-teman mereka. Dengar Michael Heart.”

“Halah, sok-sokan kamu! Kamu memang sok pahlawan! Kamu konyol.”

“Benar!”

“Apanya yang benar?”

“Kamu konyol!”

“Hey, bukan aku yang konyol tetapi kamu, tahuuuk? Kamu edan!!”

“Ya udah. Daripada kalian marah-marah di sini dan mengganggu kehidupan harmonis di rimba raya ini, mending kalian pulang saja. Nanti aku menyusul. Nanti aku publish post yang kalian mau. Mau?”

“Baiklah, ki sanak. Terimalah ini uang untuk naik angkot dan sarapan di warung nanti setelah sampai pinggiran hutan”

“Walah. Cuma segini? Rp 5 rebu? Mana cukup??”

“Harga bensin sudah turun. Mestinya harga kebutuhan lain juga segera menyusul turun. Jadi cukup aja uang segitu. Malah terlalu banyak itu. Nanti uang kembaliannya saya minta lagi ya? Jangan boros!”

“Kabar terakhir, harga-harga kebutuhan pokok belum ada yang turun meskipun harga bahan bakar turun.”

“Gak mungkinlah, harga bahan pokok pasti sudah turun! Kalau belum turun ya kita ini termasuk bangsa yang serakah. Bila harga minyak naik, semua berlomba-lomba secepat kilat menaikkan harga. Tetapi, bila harga minyak turun alot sekali menyesuaikannya. Bila seperti itu, lalu apa bedanya kita dengan kaum kapitalis serakah. Apa bedanya moral kita dengan para pendukung Zionis itu? Kamu jangan berpikiran kotor seperti itu. Bangsa kita adalah bangsa yang beradab, mulia, jujur, adil, ramah, sopan, berbudi luhur, demokratis, humanis, sosial, ini, itu. Jika kamu berpikiran sempit dan penuh syak-wasangka seperti itu berarti kamu gokil! Betul?”

“Ya, betul.”

“Apanya yang betul?”

“Kamu gokiiiiill.”

“Bukan aku yang gokil. Aku bilang kamu gokil.”

“Ya, betul. Kamu bilang: kamu gokil.”

“Edan!”

Kemudian rombongan pembuat gaduh malam ini di rimba raya yang tadinya tenteram itu berjumpalitan salto. Trep. Trep. Ilmu meringankan tubuh yang lincah. Tetapi sebelum mereka jauh aku berniat membantu mereka memperirit ongkos pulang. Aku kan orang baik. Lalu, kukeluarkan ajian “Tendangan Seribu Bayangan.” Wuzzzzh… wuzzzzh… tuing!… tuing! Seratusan bayangan itu lalu terjengkang sejauh 10 km. Ada yang jatuh berdebam. Ada yang terjatuh dengan rok polkadotnya tersingkap. Ada yang sarungnya robek-robek. Ada pula yang celana kolornya nyangkut tertinggal di pohon. Belum lagi pendekar-pendekar yang lain yang kepalanya benjut-benjut. Banyak. Namun, lumayan, mereka mengirit ongkos pulang, karena kutendang dengan jurus maut tadi. Jadi irit bukan?? Wakakak…kak… kak…. Plak! Plak! Plak! Tahu-tahu dari samping aku digampar si Penjaga Kebun Hikmah dan Pendekar Dunia Fana yang ternyata pengen pulang bareng aku. Lalu, aku pura-pura pingsan biar pulangnya digotong mereka. Asyik!:mrgreen:

**********

Halow… halow… apa kabar semua? Semoga baik, seneng, seger, dan mak nyuss semuanya ya. Saya berterima kasih atas dukungan dan semangat para sahabat untuk berkunjung ke blog ini. Mohon maaf bila saya selama ini tidak berkunjung ke rumah sahabat untuk bersilaturahmi. Padahal Anda semua telah dengan bergembira ria datang ke sini. Sahabat semua memang orang-orang yang setia, orang-orang yang hebat. Selamat berjumpa lagi ya…

Salam anget banget…
Hejis
😀

80 responses to “CIAAAAATT… JURUS PENDEKAR MAUT

  1. Akhirnyaaaaa pulang jugaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!

    Aha ha haa……. Woooh…

    Langsung meledakkan artikel hebat pula…

    ck ck ck….

    Hejis: ha.. ha.. ha.. rupanya yang datang pendekar SDM. Trims sobat, kedatanganmu selalu kutunggu!😀

  2. selamat datang kembali,pendekarku!
    bagaimana hasil tapa pada hutan belantara negeri tak bertuan.hehe…
    salamku.

    Hejis: selamat datang juga, sobat. Hasil dari hutan berupa durian, mangga, dan rambutan.. he.. he.. nanti kukirim lewat e-mail.. wkwkkwkk…

  3. salam hangat dari pantai selatan cilacap,dan mualafnya bloger gtw

    Hejis: selamat datang sobat, mualaf. Semoga bermanfaat perkenalan kita ya…😀

  4. Kami menunggu di ujung batas negeri maya itu tuan pendekar, Menunggu itu melelahkan JEnderal!!! amat sangat sekali….ahhhhh

    Hejis: halow.. halow… Pakde. Maaph, maaph baru bisa nongol skrg. Oya, maunya link Pakde saya pasang tapi gak bisa caranya… wkwkwk… dasar ndeso saya ini Pakde..😀

  5. Welcome home Bro…….😀

    Hejis: U’r welcome my Bro…😀

  6. Cerdas…, kaya pesan…, mencerahkan… Dan yang jelas…., ngangenin… Hihihihihihi…. Ciiiiaaaaaatttttttt…. Gedubrrrrrraaaaaakkkkk…., wuuaaaduuuuhhh…, nabrak pohon….. Wkwkwkwkwkwk😀

    Hejis: thanks, my bro.. ati-ati kepala benjut! wkwkwkwk….:mrgreen:

  7. Hi hi hi..
    Mas hejis memang hebat..tulisannya juga hebat , imajinasi tingkat tinggi..wajar bangetlah kalau bentar lagi naik pangkat jadi pak Doktor..
    Sie dukung gerakan boikot israel dan sekutunya deh..
    Salam ^^v

    Hejis: mbak Sie, mbak Sie, pujianmu itu lho. Bisa gak tidur seminggu awak ni. Makacih ya, segalanya😀

  8. senang……………………….senang banget abangku mau datang kembali……….selamat datang abang!
    salam

    Hejis: senang… senang juga aku mas Blue. Makasih. Salam juga yah…😀

  9. Ternyata benar kata guru, bahwa kamu telah mendapatkan ilmu langka “pukulan ngawur tapi kena” itu…!
    baiklahh, pendekar buntat…, terpaksa saya akan serang kamu dengan ilmu silat pamungkasku…

    Terimalah ini……

    CCCCciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiatttt…..

    Bum…bumm..Bum…!

    Bum…Bum..Bumm…!

    wadowwww…!

    baiklah, Ternyata kamu lebih hebat…
    Yo, wis tak kabur *kalem*…..

    Dadah pendekar..

    Selama langit masih biru, awan masih putih dan air sungai masih mengalir kelaut, pasti kita akan ketemu…

    ……………………Saya mau berguru dulu..

    Hejis: wakak.. kak… ah ki sanak bisa aja. Pukulanmu yang kemarin aja belum kubalas, hari ini mukul lagi lah? Eitt, tunggu dulu! Ini dompetnya ketinggalan. Sudah saya tambahi isinya. TTDJ yah nanti kukunjungi di Pal 8 atau Pal 18?

  10. salam…………..kawan
    selamat datang dalam nuansa kesempurnaan bloger ya,bang
    selamat malam
    salam……….kawan!

    Hejis: Ya, selamat datang di sini juga sobat. Salam hangat!😀

  11. nak angger apakah pertapaanmu dekat sini?
    ilmu lali jiwo, ilmu gadung lan ilmu manalagi produk lokal, pasti mak-nyus🙂 apakah nak angger mau menerima ilmu itu?
    terimalah ilmu itu kalo nak angger mau melanjutkan perjalanan.
    huuuuuuweees. gruug….gruuug ….mak-cling🙂

    Hejis: ha.. ha.. terima kasih atas ilmunya bopo. Ati-ati di jalan ya…😀

  12. jadi inget drama radio brama kumbara…

    Hejis: ya, sandiwara radio yang terkenal di zamannya. Sayang saya tidak sempat mengikutinya…

  13. sayangnya pake adegan pingsan…lakon kan harus menang…

    Hejis: tapi kan akhirnya menang. Lha wong dibopong sama pendekar cuantik lho.. he.. he..

  14. knapa kagak dijadiin cerpen ajah………………

    seru loh…………..

    Hejis: masak iya? Syukur deh kalo seru. Tapi saya ndak bisa bikin cerita lho.. Btw, makasih ya..😀

  15. Ass.

    Wah … hebirnasinya ternyata lagi melatih juru tendangan seribu bayangan…. pantas saja cuaca nggak karuan. Apalagi tentangga sebelah, Randu yang Alamsyah juga lagi latihan tapak matahari.

    Hejis: wkwkwk… yang intensif latihan jurus minta seribu tanda tangan… Ya, pendekar Randu sedang semedi dan berlatih tenaga dalam di Sungai Tabuk kali ya..😀

  16. Salam kenal pak….
    Saya pemula di dunia bloggers ini, kenal internet baru beberapa bulan, ingin jadi penulis yang hebat seperti bapak,,,sesaat baca tulisan tadi, imajinasiku langsung kebayang tentang BRAMA KUMBARA di abad 21 yang sedang merenungkan dunia dan tragedinya. Waaah, hebat!! Bapak hebat, salut…….!!

    Hejis: salam kenal kembali ya. Saya juga newbie yang baru belajar ngeblog lho. Jadi kita sama2 belajar kali ya. Terima kasih ya pujiannya. Jadi malu…😀

  17. Glekk..ga bs ngomong ak..makian yg muaniiis..keren sob ciaaaaaaaat

    Hejis: Wadow, kok ma’ glekk makan opo tho mbak? Ya, ya. Makasih manisnya ya. Ciaaaaatt

  18. eeemmmm, bingung mau koment apa????

    Pagi…pak hejis…

    Eh, tetapi mengenai mahluk yang di sebutkan di sini, hampir semuanya saya udah pernah liat…..

    Beneran, serius ngggak bohong. Kebetulan rumah saya masih hutan, emang banyak mahluk halusnya.

    Kadang saya melihat sekelompok kuntil anak kalau malam mereka sedang ngumpul bareng dan bercanda….

    Atau seorang laki-laki yang menyusuri kampung dan memegang kepala di tangan kirinya….

    ah udahlah nggak penting banget kali yaa!

    Salam damai selalu….

    Hejis: wadoww, kok bisa melihat makhluk-makhluk halus ya? Btw, mbak Mujahidah di Kalimantannya di mana?
    Salam damai juga ya..😀

  19. waduh selebnya sudah kembali….

    pak ke rumah pak husnun lagi yukk beliau barusan tur dari jateng+DIY oleh2nya pasti banyak:mrgreen:

    Hejis: wkwkwk.. kek.. Oya, nanti kita rampog oleh-olehnya, biar beliau bangga.. ha.. ha..

  20. lupa salam kenal juga:mrgreen:

    Hejis: iya, bagus to kalau kita kenalan tiap hari?:mrgreen:

    —-

  21. Akhirnya datang Lagi….
    Salam anget-anget juga Mas Hejiss Pendekar dari alam maya…Hehehe…:mrgreen:

    Hejis:
    iya, mas Tuyi. Saya datang lagi. Selamat bergabung lagi ya..😀

    .

  22. ciiiiiiiiiiaaaaaaaaaaatttttttttttttttttt….

    salam kenal brot

    Hejis:
    Ciaaaaaatttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt….
    Salam kenal kembali brot:mrgreen:

    .

  23. yeeeeeeeesssssss….akhirnya bapak Yaya yang satu ini datang lagi….senangnyaaaaaaaaaaaa…..

    Yuhuuuuuuu…pagi-pagi disuguhi cerita yang berisi/berbobot dan dikemas dengan ringan dan manis….khayalan tingkat tingginya mampu membuat Yaya membayangkan semua. Hebat😀

    semangat pak…berkaya lagi ya pak!!!! sukses….😀

    Hejis:
    Aku juga seneeeeeeeeeeeng…. Terima kasih mbak Yaya. Selamat bertemu lagi:mrgreen:


    .

  24. Jurus pendekar maut di link di sini H8.
    check it out, linkku mana.

    Hejis:
    Pendekar maut lainnya juga sudah di-link… ntuh…😀


    .

  25. Ass.

    Ikuti seminar motivasi kepenulisan bersama Ersis Warmansyah Abbas dan Penulis-penulis Banua. Terbuka untuk mahasiswa dan umum!

    Infonya klik:

    http://www.taufik79.wordpress.com
    http://www.manda-bjm.blogspot.com

    Hejis:
    Selamat berseminar, sob!

    .

  26. wow hebat benar bang hejis, tapa brata di tengah hutan gung liwang liwung.

    Hejis:
    ahakhaa..ha.. Iya, mas, sambil survai kayu-kayu glondongan.. he.. he..

    .

  27. Adu.kena jurus kang hejis nih……

    Hejis:
    he.. he.. benjut-benjut ya, kang?…:mrgreen:

    .

  28. Waduh, aku ngos-ngosan di tulisan ini. Seperti ada di sana sungguhan. He-he.

    Salam anget banget…🙂

    Hejis:
    Wuahaha.. ha.. ngamuk karena gak kebagian BLT😀

    .

  29. Udah kembali, mas. Mungkin gantian nih, saya yang mau cuti….

    Hejis:
    Wadow… jadi gimana dong? Ya udah. Jangan lama-lama ya Mas? Ditunggu karya mas Alris yang tetap menyejukkan…

    .

  30. bang……….datanglah ke facebook aku jika tak ingin bersapa blue karena disanalah aku sebenarnya.selamat akhir pekan
    salam hangat selalu

    Hejis:
    Ya mas Blue. Tapi saya mau belajar facebook dolo. Wong saya gak pernah ke situ… he.. he..

    .

  31. lagi pengen marah tapi gak bisa ya mas …

    Hejis:
    he.. he.. lagi pengen marah sambil tersenyum, mbak Rindu😛

    .

  32. Waduh..ada keributan ta?
    Tak baca lagi dulu ah….
    hehehe

    Hejis:
    ha.. ha.. iya lagi rebutan pembagian sembako…😛

    .

  33. ternyata pendekar buntat dari goa hancur sudah turun gunung lagi…kembali menebar maut dengan ajian gokil bin sarap di jagat kang ouw…..*menjura*

    Hejis:
    Wuahaha.. ha.. ki sanak telah datang juga dengan membawa buntelan apa itu? Ohh, lontong sayur… *menjura*

    .

  34. haiiiyaaa….sugeng pepanggihan malih, Pendekar Buntat dari Goa Hancur… saya menyampaiken selamat bergabung lagi di dunia persilatan. tanpa saudara pendekar, rasanya pertarungan2 yang ada, laksana bekerja tanpa gajian, laksana sayur tanpa garam, laksana pungguk merindukan luna maya….

    dan, apakah kalimat di bawah ini adalah hasil perenungan, saudara pendekar ?
    Bangsa kita adalah bangsa yang beradab, mulia, jujur, adil, ramah, sopan, berbudi luhur, demokratis, humanis, sosial, ini, itu.
    ah, rasanya….saudara pendekar salah mendapatkan wangsit !

    Hejis:
    Selamat datang, mas… wkwkwkwk… bisa aja. Tapi kalau perkara Luna Maya, pungguk pun gak boleh merindukan. Saya aja yah..

    Lhah! Tentang sifat-sifat bangsa kita, semua itu pendapat Pendekar Bermata Enam. Kalau saya pribadi berpendapat bangsa kita tidak hanya beradab, mulia, jujur, adil, ramah, sopan, berbudi luhur, demokratis, humanis, sosial, ini, itu, melainkan di depan sifat itu ditambahi dengan kata SUPER, misalnya superberadab, supermulia, dsb. TETAPI ngakunya. Praktiknya? Tahu sendirilah, mas Goen… Huaha.. ha.. ha..

    .

  35. buka kursur jurus “pukulan matahari” dari wiro sableng gak……

    Hejis:
    Wadoh, yang buka kursus eceran jurus itu di sana, di padepokan Randu Alamsyah. Ia muridnya Wiro Sableng.. ha.. ha..

    .

  36. wah, akhirnya pendekar Hejis kembali🙂 welcome back brooooooo

    Hejis:
    Iya, mas. Welcome juga, my brooooooooo *sama gak ya jumlah o-nya?* :mrgreen:

    .

  37. bianglala00cindai

    🙂 🙂

  38. ciaaatt….
    *mendarat dengan mulus di atas pohon*
    *berteriak*
    wahai pendekar sakti, aku datang! tapi tak punya ongkos pulang. mohon dibantu sepuluh kilometer seperti teman-temanku tadi.

    doohh… seger banget deh kisah dunia persilatan ala hejis. sambil ngakak lebar, miris juga kena sindir, padahal saya bukan zionis.
    hhh… terpaksa deh nggak minum CC lagi. gpp, masih ada air aki…(lha, namanya pendekar pasti tahan minum air aki, mas hejis)

    Hejis:
    Auw… *sekali lagi* Auw! Ternyata yang datang pendekar “Selendang Sutera Tanda Mata Darimu”.. he.. he.. Silahken minum air aki banyak2. Itu lebih baik daripada minuman itu yaa..
    *Suakti tenaaan pendekar yang satu ini lho*:mrgreen:

    .

  39. wah…
    selamat datang kembali klo gtu…
    en Salam Kenal…

    Hejis:
    oh, iya, iya. Terima kasih. Salam kenal kembali yah…😀

    .

  40. Tadinya kirain cuma iseng namun setelah nyampe paragraf2 terakhir ternyata artikelnya sekalih merengkuh dayung 2 pulau terlampaui…. isinya bukan saja permintaan maaf tapi juga kritik buat kebijakan……Gppa mas nyante ajaaa gak kan lari gunung di kejaR..loh?? nyambung kemana lagi yaa…hehehe.. ;D

    Hejis:
    Memang iseng beneran kok mbak Rita. Iseng-iseng berhadiah😀

    .

  41. Selamat Datang Kembali…
    Gimana jihadnya, udah bunuh berapa israel ????

    Hejis:
    Selamat bertemu kembali yah. Ha.. ha.. skrg musim hujan, berangkat ke Gazanya ditunda dulu kali ya😀

    .

  42. Hi friend.. nice post.. I have added you to my blog roll.. Hope you too will do the same.. thanx mate.. cheers!!!

    Hejis:
    Thank you for drop by, friend. Your blog is nice too. I have added you to my blog roll. Keep coming

    .

  43. helloo bang hejiz, gimana kabarnya bang?

    Hejis:
    Halow, mas? Kabar saya baek2 aja. Bgm kabarmu. Semoga sehat aja ya…😀

    .

  44. Untuk pendekarnya bukan wiro sableng.. hehee… Salam silaturahim…🙂

    Hejis:
    Wiro Sablengnya lagi di Banjarmasin, mas Angga. Sedang latihan jurus Menculik Matahari, Membakar Ikan.. he.. he..

    .

  45. aku datang maaasss!!

    ciiiyaaat….ciiiaaaatttt…!!
    jurus angin mauuuttt….

    “duuuuuttt….”

    eh?
    suara apa itu??

    *kaburrr*

    Hejis:
    Oh! Pendekar Kentut Seribu! Nih terimalah “Tiiiiiut.. Brot!”

    .

  46. Thanx a lot mate for adding my oceanstrike to your blogroll.. Do keep in touch.. Take care mate.. Cheers!!!

    Hejis: You’re welcome, bro. GBU😀

    .

  47. sambangi blogny pak husnun sambil nagih oleh2:mrgreen:

    Hejis:
    segera meluncur…

    .

  48. Hebat Bro … ciaaaaaaattt

    Hejis:
    Thank’s bro… ciaaaatttt.. he.. he..

    .

  49. Jadi inget serial pendekar 212 wiro sableng …

    Hejis:
    Wah.. penggemar silat juga nih mas Koko…😀

    .

  50. sutradaranya sapa yaa…??
    mantepsss…😀

    Hejis:
    Sutradaranya mas Alfian.. ha.. ha.. Thank’s ya dah mampir. Bgm kabar Sungai Lulut eh.. Sungai Tabuk atau Kayutangi Ujung?:mrgreen:

    .

  51. kang punya potensi di bikin buku guyonannya ini..hee..keren lho..aku ampe ketiwi mulu nih…

    Hejis:
    He.. he.. bisa aja mas Indra. Orang ini hanya gokil-gokilan doang mas. Selamat ketiwi ya… he.. he..

    .

  52. wekeke… welcome back mas, tapi baru datang kok udah ngamuk-ngamuk wekeke… tapi saya jad terinspirasi seandainya blog itu bisa dibuat nyantet yah kita kirimin dah ke israel sebanyak-banyaknya wekeke…

    Hejis:
    wkwkwk… wkwkwk… Santetnya dikirim lewat SMS aja, mas..:mrgreen:

    .

  53. “Lhah! Itu sih suara tawa khas anak-anak blogger! Aku jadi bingung. Mungkinkah para pendekar sakti itu juga merangkap sebagai blogger?”
    pertanyaan yang tak habis berkelebat di benak saja, mas hejis, hehehe … rupanya sekarang sdh banyak pendekar yang turun gunung. ngeblog sekalian, hehehe ….

    Hejis:
    Salah satu pendekarnya Pak Sawali ya… ha.. ha..

    .

  54. Lagi main pendekar-pendekaran ya?? ikut donk….

    Hejis:
    Silakan, bawa pedang sendiri ya…😀

    .

  55. Pendekar Hejis…bagaimana caranya agar pendekar-pendekar blogger semua mau bersahabat seperti saudara??.Sehingga dunia blogger kita ikut membawa nama baik negara ini dan tidak gampang dianggap remeh oleh para pendekar dinegeri antah berantah.

    Salam hangat persahabatan selalu
    http://www.indonesian-friendship-blogger.co.cc

    Hejis:
    Saya kira apa yang sudah dirintis mas Gusti merupakan salah satu langkah ke arah itu. Semoga IFB dapat menjadi ajang persahabatan para blogger Indonesia. Amin. Salam hangat, mas.😀

    .

  56. welkom bek saudaraku..
    welkom dari hibernasinya..
    semangat baru..
    inspirasi baru…
    omong-omong, dapat wangsit apa setelah melakukan topo broto…

    Hejis:
    Terima kasih, saudaraku. Baskom bek juga yah… Wangsit? Emm.. ternyata mie wangsit itu gurih. Apalagi kalau dimakan sama tempe goreng… he.. he..

    .

  57. jd inget waktu baca wiro sableng pendekar 212 hehehe

    karya bastian tito🙂

    keren pak

    Hejis:
    He.. he.. dasar sableng, ya mas? Salam hangat ya, mas Septa😀

    .

  58. bianglala00cindai

    Aduh yang lagi senang dikunjungi banyak temannya. Moga kuliahnya secepat karyanya. ok.

    Hejis:
    Amiin. Makasih, ya🙂

    .

  59. Minggu kemarin pohon-pohon di sini pada tumbang semua ……

    Hejis:
    Ya, benar, mbak Juli. Saya kalau kumat ngamuknya meniru masyarakat kita yang ngajari kita. Ngamuk politis, tebang pohon. Ngamuk pengen duit banyak, tebang pohon… ha.. ha..

    .

  60. Ting.. Tingg.. Ting.. Tangkis dulu ah..!!😀

    Hejis:
    He.. he.. tangkisannya maut bener, mas.😀

    .

  61. “Bgm kabar Sungai Lulut eh.. Sungai Tabuk atau Kayutangi Ujung?”

    Untuk nama terakhir, rumah sakit ji*a-nya udah pindah…hehehe…

    Hejis:
    Wekekek…kek.. pindah ke Tamban ya? Ituttt dong…😀

    .

  62. waduh…kok mahal jadi 212…pusing aku…

    Hejis:
    Wadow, kok pusing? Sini, sini kukasih tenaga dalem

  63. ahhhhhaiiiyyyyy….
    dateng2 malah langsung ciat-ciat…
    Ciat balik ahhhh….
    Awas pak Hejissss… ciyaaaaattttt !!!
    Hap.. hap..
    :mrgreen:
    salam anget selalu.

    Hejis:
    Ngegggghh… kena sikutan maut sampai semaput…

  64. Duaaaaaar…saya turun dari angkasa boss….salam hormat🙂

    Hejis:
    *tutup telinga, ada mercon*
    Salam hormat juga yaa…

  65. jurus apa yang kau bawa pendekar…wakakaka

    Hejis:
    He.. he.. belum nemu jurus yang tepat, mas😀

  66. Wahhh pertarungan yang hebat Pak… saya juga pernah mengalami pertarungan hebat begitu… saya lupa pake jurus apa ngelawannya, tapi itu juga jadi hikmah terbesar buat saya yang jadi lebih menghargai hidup…….
    Sini Pak saya ajari jurus lain…. jurus kilat disamber lalat….hi..hi..hi..gak ngatasi yahhhh…
    Welcome backkkkkkkk

    Hejis:
    Wakakak… kak.. Kayak yak-yako ya, mbak Fitri. Lhoh! Jurus apa itu? Thx v much😀

  67. yayaya..
    semoga harga bahan pokok turun spt BBM.
    (apa sih?)

    salam dangdut.

    Hejis:
    Amiin, amiin…
    *Joged, dikasih salam dangdut*

  68. cerita modern dikemas dalam bahasa klasik…. keep writing…🙂

    Hejis:
    Selamat datang, mas Itmam. Terima kasih, keep reading😀

  69. selamat malam,bang
    maafkan blue ya, dah lama tak sapa abang
    bang……….semangat ya, aku yakin abang pasti memiliki ide yang lebih berlyan tuk postingan barunya.
    salam hangat selalu

    Hejis:
    Selamat datang, mas Blue. Bagaimana kabar? Sehat dan ceria saja ya.. Tx y

  70. Wah, asyik n seru banget ceritanya. Pengen bisa nulis seasyik itu… Gimana ya caranya ? *ngiri mode on*

    Hejis:
    Ah, mbak Reni bisa aja. Tulisan mbak Reni juga hebat lho… Terima kasih ya, mbak😀

  71. wah,seru yah ceritanya…eniwei, maap karna terlambat respon soal link…tapi, link saya mana yah?

    Hejis:
    Terima kasih, mbak Ivana. No problem soal link. Tuh punya mbak sudah kupasang😀

  72. Awalnya kirain cerita silat beneran, eh gak taunya pertarungan pendekar melawan kezaliman, keserakahan dan ketidak adilan. Keren, mohon berguru jadi pendekar juga, titiskan beberapa ilmu terutama ilmu penahan laper *rotipun bolehlah*, hehehe.., salam sobat.

    Hejis:
    Terima kasih, mas. Kita saling menggurui aja ya.. ha.. ha.. Nah! Itu jurus yang amat sulit. Pemerintah aja gak bisa membuat semua rakyatnya kenyang, lho!
    Salam hangat, sobat😀

  73. ciaaatttt waduhhh aku ngeles dulu ahhh takut kena pohon beringinnya😀

    Selamat datang,mas…😀

    Hejis:
    He.. he.. mbak Retie bisa aja. Terima kasih, selamat bertemu kembali😀

  74. pak Hejis selalu bisa bikin tulisan yang bikin orang selalu berpikir dan tulisan yang sarat akan makna. Lucu juga dengernya kalo di dunia persilatan, pendekar bikin gelarnya sendiri2. hahaha, gak kepikir tapi bener juga……..

    Hejis:
    Wahh, mbak Noengki, paling pinter deh nyenengin hati orang. Terima kasih. Soal gelar, kayaknya begitu ya😀

  75. oalah pak ngomong tho klo dah mbalik,biar aku kesini lagi,hihihi kemaren ujian berat!makanya liat blognya setengah2 sekarang baru nyadar si bapak sudah balik lagi..hohoho selamat datang!! asik sik aku akhirnya bisa titip salam buat kakanda lagi donk!!uhui!!

    Hejis:
    Iya, lupa mbak. Nanti ya ngomongnya kalau udah sampai Bangil. Gigigig…:mrgreen:

  76. Wah, pak pendekar dah turun gunung ya..
    Inspiratif banget..

  77. Horeee !!!!!
    sang pendekar telah kembali…
    asyikkkk….
    *menari-nari*

    Hejis:
    Horeeee… ada pendekar pakai daster datang… hore.. hore…
    *pegangan pohon, trus joged dangdut*

  78. jabon

    wh jurusnya sangat mematikan he he he he..

    by <a href="http://jabonsukorejo-kendal.blogspot.com

  79. ciaat, jurus sabetan benih2 cinta. hahaha

    Jasa SEO

  80. wuiiidiiihhhh ada pendekar… hahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s