Aku Kembaliiii…

Selamat datang, sobat

Selamat datang, sobat

Oleh Hejis

Pengantar

Seperti rumah kosong. Mungkin begitu ya, lihat blog ini mangkrak beberapa waktu. Maaf deh ya… hehe. Soalnya dah lama banget gak ada postingan yg diupdate di sini. Sobat yang berkunjung ke sini banyak yang kecele.

Berawal dari munculnya fenomena penting dalam dunia komunikasi, khususnya yang berkenaan dengan “media baru” (new media), yaitu social network media, misalnya Facebook. Media baru ini bukan sekadar media yang baru yang merupakan bentuk lama yang diperbarui. Bukan pula media yang kemunculannya baru. Media baru adalah media komunikasi yang memiliki sifat-sifat lebih rumit dalam hal penggunaannya, dalam hal pembuatannya, dan dalam hal efek dari komunikasi yang dilakukan dengan media tersebut.

Baca lebih lanjut

Bangga hanya layak sekali untuk satu karya

Oleh Hejis

Bangga hanya layak sekali untuk satu karya
agar dapat berkarya lagi
Karya berkali-kali untuk satu bangga
hanyalah kurasan keringat sia-sia
Bangga berkali-kali untuk satu karya
adalah kepalsuan yang menyesatkan

Karya hanyalah karya
bila menjunjung kemuliaan
Satu karya untuk satu kemuliaan
agar dapat menciptakan kemuliaan-kemuliaan
karena kemuliaan tak berbatas

Bangga adalah buah dari karya
Karya adalah syarat kemuliaan
Kemuliaan adalah keniscayaan spesies manusia

Kemuliaan hanyalah kemuliaan
manakala sarat nilai ketakwaan
tunduk
rendah hati
kepada ilahi
kepada sesama

Manusia tanpa bangga adalah cuma sekadar mesin
yang menunggu rusak dan tanpa makna
Manusia tanpa karya adalah cuma sekadar bilangan
yang disebut sekali dan selanjutnya dilupakan
Manusia tanpa kemuliaan adalah bernilai nista
lebih dari apa pun kenistaan

Ini bukanlah puisi
Ini bukanlah kata-kata mutirara

Ini adalah satu bangga saja
untuk mendekati puisi
untuk memimpikan mutiara
untuk merindukan kemuliaan
untuk mencoba menjadi manusia

*****

Paklik Samin jualan kambing di Face Book

Oleh Hejis

Beberapa hari yang lalu adikku berkunjung ke rumahku di lereng gunung Semeru. Rupanya ia senang dengan kondisi lingkungan penduduk kaki gunung yang sejuk, tenteram, dan kadang-kadang lengang. Tiap hari terlihat ceria. Semua penduduk yang ditemui diajak ngobrol. Walaupun masih duduk di kelas 2 SMP ia dapat berbaur dengan penduduk sekitar tanpa sungkan-sungkan. Penduduk yang ramah-ramah itu pun senang ngobrol dengan adikku yang besar di Jakarta ini.

Dengan aku pun tiap hari ada saja yang diobrolkan. Maklum sudah hampir setahun aku tidak ketemu dirinya. Mungkin rasa kangen yang menggumpal bagaikan daging di dalam freezer itulah yang membuatnya tak lelah-lelahnya ngobrol ngalor-ngidul dengan siapa saja. Tak terkecuali dengan Paklik Samin, petani yang menanam berbagai sayuran dan palawija dan peternak kambing, sapi, dan kerbau.

Baca lebih lanjut

Cerbung: Adinda, Kau Pasti Bangga Aku Mencintaimu

Oleh Hejis

Cintaku... ohh!

Engkau pasti bangga mencintaiku

Hari ini serasa kok seger sekali. Lihat langit tampaknya cerah. Kalau pun ada awan, hanya segores dua gores. Itu malah memperindah langit yang, entah siapa yang tahu, kok berwarna biru. Biru adalah warna favoritku. Memang, semua warna bagus… asal biru! Duh, indahnya. Orang-orang yang kutemui rasanya juga ramah-ramah. Ibu kos saja yang biasanya pasang wajah cemberut, pagi ini tersenyum renyah. Bugel, teman sekosku juga begitu. Bahkan tanpa sungkan-sungkan meminjami aku uang. Mendinglah, kantong sudah kempes ada yang memberi talangan. Mengapa begitu ya?

Baca lebih lanjut

Ri… Ponari… terima kasih ya?!

Oleh Hejis

Dukun tiban Ponari benar-benar fenomena luar biasa. Ndak luar biasa gimana wong bocah 10-an tahun menjadi anak yang kredibel di mata puluhan ribu orang bahkan mungkin ratusan ribu atau jutaan. Yang jelas tiap hari ribuan orang berduyun-duyun antri dan percaya 100 persen untuk mengobati dirinya. Baca lebih lanjut

Maafkan Daku dan Beranda Baru

Assalamu’alaikum sobat-sobat

Kata yang mula-mula amat perlu dari saya adalah mohon ampun, maaf banget. Ini karena beberapa lama saya absen mengunjungi kalian. Kalau ditanya alasannya saya punya. Wakakak… pinter deh kalau cari alasan ya…. Baca lebih lanjut

PUISI

FATWA

Oleh Hejis

naik asap kepalamu mendongak
menatap langit
kepala-kepala lelaki bergelimpangan
terinjak alas kakimu tanpa debu
bocah dan perempuan mengiba-iba
membersihkan sepatu dengan lidah api

mulut membuih
makna di saku busana wangi
kuasa sudah menyublim
bocah dan perempuan
mengais-ngais di ceceran ludahmu

*****